Kamis, 21 Mei 2026

Idul Fitri 2026

Cegah Antrean Panjang Terulang, ASDP Lakukan Evaluasi Besar-besaran di Penyeberangan Gilimanuk

Antrean 31 km di Gilimanuk jadi alarm. ASDP evaluasi besar dan siapkan kapal lebih besar cegah kemacetan mudik terulang.

Tayang:
Tribunnews.com/HO
PELABUHAN GILIMANUK - Antrean 31 km di Gilimanuk jadi alarm. ASDP evaluasi besar dan siapkan kapal lebih besar cegah kemacetan mudik terulang. 

Ringkasan Berita:
  • Antrean di Gilimanuk capai 31 km jelang Nyepi dan Lebaran.
  • Dipicu penutupan pelabuhan 24 jam saat Nyepi.
  • Antrean berhasil diurai hingga 0 km sebelum penutupan.
  • ASDP evaluasi, perkuat infrastruktur dan tambah kapal besar.
  • Lonjakan kendaraan meningkat hingga 40 persen.

TRIBUNNEWS.COM - Jelang Hari Raya Nyepi dan Lebaran 2026, antrean kendaraan yang hendak menyeberang di Pelabuhan Gilimanuk mengular hingga 31 kilometer.

Antrean panjang tersebut bertepatan dengan momen ditutupnya Pelabuhan Gilimanuk selama 24 jam karena Nyepi dan momen mudik lebaran.

Beruntung, sebelum operasional penyeberangan ditutup, antrean telah terurai hingga nol kilometer.

Tak ingin antrean panjang tersebut terulang, PT ASDP (Angkutan Sungai, Danai, dan Penyeberangan) Ferry (Persero) melakukan evaluasi penguatan infrastruktur di Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gilimanuk.

Demikian yang disampaikan Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano.

Ia menuturkan, pihaknya akan mengganti kapal-kapal lintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.

Selain itu, ia juga mengatakan akan menyiapkan kapal dengan ukuran yang lebih besar mulai tahun ini.

"Kami juga meminta operator kapal lainnya mengganti kapal yang lebih besar dari sekarang," kata Yossianis, dikutip dari Kompas.com, Kamis (19/3/2026).

Ia mengatakan, kapal-kapal yang beroperasi di Selat Bali relatif berukuran kecil, tak sebanding dengan tingginya pertumbuhan jumlah penumpang dan kendaraan.

"Untuk kapal-kapal kecil yang diganti, tentu semua perusahaan punya strateginya sendiri, namun dari ASDP, kapal-kapal kecil akan kami geser ke daerah yang membutuhkan," ujarnya.

Seperti yang diketahui, antrean panjang penyeberangan mulai terlihat sejak Minggu (15/3/2026).

Baca juga: Anggota DPR Bambang Haryo Desak Penambahan Dermaga Lintasan Ketapang-Gilimanuk

Banyak pemudik yang melakukan perjalanan hari Minggu untuk menghindari penutupan jelang Hari Raya Nyepi pada Kamis (19/3/2026).

Hingga pada Rabu (18/3/2026), antrean panjang berhasil terurai.

Antrean panjang pemudik yang hendak menyeberang ke Banyuwangi, Jawa Timur ini terurai pada Rabu malam sekira pukul 22.20 Wita.

"Terima kasih atas kesabaran masyarakat, serta sinergi seluruh pihak yang memungkinkan antrean dapat terurai hingga nol kilometer sebelum penutupan Nyepi. Ini menunjukkan bahwa kolaborasi yang solid mampu menghadirkan solusi nyata dalam waktu cepat," ujar Yossianis Marciano, dikutip dari TribunBali.com.

Tahun ini sendiri, lonjakan arus kendaraan mencapai 40 persen, jelang penutupan saat Hari Raya Nyepi.

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribun-Bali.com dengan judul Momentum Penting Sebelum Nyepi, Kendaraan di Gilimanuk Ditekan hingga 0 Km Sebelum Penutupan

(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunBali.com, I Made Prasetia Aryawan)(Kompas.com, Fitri Anggiawati)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved