Minggu, 19 April 2026

5 Populer Regional: Kasus Mutilasi di Samarinda - Bocah SD Tewas Terkena Ledakan Petasan

Simak selengkapnya berita populer regional selengkapnya selama 24 jam terakhir. Mulai kasus mutilasi hingga tewas terkena petasan.

Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Suci BangunDS
Ringkasan Berita:
  • Populer regional merupakan berita yang paling banyak dibaca selama 24 jam terkahir.
  • Dimulai dari seorang perempuan ditemukan tewas dalam kondisi mutilasi menjadi 7 bagian di Gang Nawasari, Samarinda, Kalimantan Timur, pada Sabtu (21/3/2026), dan identitas korban hingga kini belum diketahui.
  • Kemudian seorang anak SD berinisial G (9) tewas akibat ledakan petasan di rumahnya di Semarang, Jawa Tengah, setelah terdengar suara ledakan keras sebelumnya.

 

TRIBUNNEWS.COM - Populer regional dimulai dari kasus mutilasi di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Korban ditemukan terpotong menjadi 7 bagian pada di Gang Nawasari, Jalan Gunung Pelandu, RT 13, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, Samarinda, Sabtu (21/3/2026).

Identites perempuan malang itu hingga kini belum diketahui.

Kemudian, ada insiden ledakan petasan memakan korban di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Seorang anak SD berinisial G (9), ditemukan tewas di rumahnya.

Sebelumnya terdengar suara ledakan keras yang diduga berasal dari petasan.

Berikut rangkuman berita populer regional selengkapnya selama 24 jam terakhir:

1. Geger Temuan Potongan Tubuh di Samarinda, Korban Dimutilasi Jadi 7 Bagian

Kasus penemuan potongan tubuh manusia menggegerkan warga di Gang Nawasari, Jalan Gunung Pelandu, RT 13, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, Samarinda, Sabtu (21/3/2026).

Peristiwa yang terjadi di tengah suasana Idul Fitri ini menimbulkan kepanikan sekaligus trauma bagi warga sekitar.

Hingga kini, identitas korban yang masih disebut sebagai Miss X belum terungkap, sementara polisi terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kasus tersebut.

Kasus ini pertama kali terungkap dari temuan dua bocah yang sedang bermain di sekitar lingkungan permukiman.

Saat itu, keduanya menemukan sebuah karung mencurigakan di sudut gang.

Tanpa menyadari isi sebenarnya, mereka melaporkan temuan tersebut kepada warga dewasa.

Kecurigaan warga pun terbukti.

Setelah diperiksa, karung tersebut ternyata berisi potongan tubuh manusia.

Laporan dari kedua anak itu kemudian menjadi titik awal terbongkarnya dugaan aksi kriminal yang tergolong keji di kawasan yang dikenal sebagai “kampung buntu” tersebut.

Baca selengkapnya.

2. Cerita Lebaran Sodikin: Anak Nangis Minta Baju Baru, Terpaksa Gadaikan Sertifikat Tanah

MOMEN IDUL FITRI - Aktivitas nelayan di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (19/2/2025). Seorang nelayan di Semarang harus menggadaikan sertifikat tanahnya demi bisa membelikan baju Lebaran untuk sang anak.
MOMEN IDUL FITRI - Aktivitas nelayan di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (19/2/2025). Seorang nelayan di Semarang harus menggadaikan sertifikat tanahnya demi bisa membelikan baju Lebaran untuk sang anak. (Tribunnews/Jeprima)

Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran selalu identik dengan kebahagiaan, kebersamaan, dan tradisi berbagi. 

Di seluruh penjuru Indonesia, masyarakat merayakan momen ini dengan pulang kampung, menyajikan hidangan terbaik, serta saling memberi maaf.

Namun di balik suasana yang hangat tersebut, terdapat realitas yang tidak bisa diabaikan: kemiskinan masih menjadi tantangan besar, bahkan terasa semakin berat saat Lebaran tiba.

Seperti yang dialami Sodikin (55), nelayan asal Tambaklorok, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Ia tak bisa tersenyum lebar di Lebaran tahun ini. Cuaca ekstrem membuatnya tak bisa melaut, sehingga tak ada penghasilan masuk.

Menjelang Lebaran, Sodikin terpaksa menggadaikan sertifikat tanahnya demi membelikan baju baru untuk sang anak.

"Iya, sejak Januari sampai Lebaran ini musim baratan sehingga tidak bisa melaut, akhirnya terpaksa gadaikan sertifikat demi beli bisa baju baru untuk anak," ujarnya, Kamis (19/3/2026), dilansir TribunJateng.com.

Sodikin tak tega melihat anaknya menangis meminta dibelikan baju baru untuk Hari Raya.

Akhirnya, ia memutuskan menggadaikan barang berharga itu untuk kebutuhan Lebaran.

Baca selengkapnya.

3. Keluarkan Pisau, Pria Asal Surabaya Tabrak Mobil Polisi di Exit Tol Gending Probolinggo

KERIBUTAN - Sulton pria asal Surabaya membuat keributan di exit Tol Gending, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur dan menabrak mobil anggota Polda Jatim. Pelaku kemudian diamankan ke Polres Probolinggo.
KERIBUTAN - Sulton pria asal Surabaya membuat keributan di exit Tol Gending, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur dan menabrak mobil anggota Polda Jatim. Pelaku kemudian diamankan ke Polres Probolinggo. (Surya.co.id/SURYA.CO.ID/Ahsan Faradisi)

Sulton pria asal Surabaya membuat keributan di exit Tol Gending, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur  dan menabrak mobil anggota Polda Jatim.

Sulton juga sempat mengeluarkan senjata tajam (sajam) pisau melawan petugas yang sedang berjaga di tol.

Saat diamankan ke Polres Probolinggo, emosi pelaku makin menjadi-jadi. Dia diamankan Polres Probolinggo pada Jumat (20/3/2026).

Bahkan, ia membentak hingga melawan petugas meskipun tangannya sudah diborgol.

Saat diinterogasi, pelaku makin marah-marah.

Tak hanya pelaku, kendaraannya pun jenis Captiva Chevrolet warna hitam dengan nopol W 1168 YN dibawa polisi.

Kendaraan tersebut turut dibawa ke Polres Probolinggo oleh anggota Reskrim, Samapta dan PJR.

Pelaku juga diketahui bersama seorang perempuan di satu kendaraan.

Namun, saat diamankan ke Polres Probolinggo, perempuan yang bersama pelaku tidak diketahui keberadaannya.

"Dari laporan petugas (Exit Tol Gending), sebelumnya kartu e-tol milik pelaku tidak terdeteksi, sehingga sama petugas disamperin," kata seorang petugas Exit Tol Gending berinisial SA, Sabtu (21/3/2026).

Baca selengkapnya.

4. Salat Idulfitri di Gedung Sate, Gubernur Jabar Minta Maaf Belum Dapat Layani Masyarakat dengan Baik

SALAT IED - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat melaksanakan salat idulfitri di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (21/3/2026). Dalam sambutannya, ia sampaikan permohonan maaf terkait layanan publik.
SALAT IED - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi saat melaksanakan salat idulfitri di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (21/3/2026). Dalam sambutannya, ia sampaikan permohonan maaf terkait layanan publik. (Tribun Jabar/Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman)

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi melaksanakan salat idulfitri berjemaah, di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (21/3/2026).

Dedi Mulyadi mengambil shaf paling depan, bersama Wakil Gubernur Jabar, Erwan Setiawan, Sekretaris Daerah, Herman Suryatman, Ketua DPRD Jabar, Buky Wibawa, Wakil Ketua DPRD, MQ Iswara serta sejumlah tokoh masyarakat dan jamaah lainnya.

Sebelum melakukan salat, Dedi Mulyadi sempat naik ke atas podium menyampaikan sambutan. 

Dalam sambutannya, Dedi menyatakan bahwa sebagai pemimpin, dirinya kadang tidak bisa tidur manakala masih banyak masyarakat miskin yang belum mendapatkan layanan kesehatan, layanan pendidikan dan kehidupan yang kayak. 

"Untuk itu, saya sebagai pemimpin meminta maaf kepada masyarakat Jawa Barat belum dapat melayani masyarakat dengan baik," ujar Dedi. 

Usai salat, suasana berubah menjadi lebih cair. Orang-orang saling bersalaman, berpelukan, dan mengucapkan maaf.

Dedi Mulyadi tampak berdiri di tengah warga, menerima jabat tangan satu per satu.

Seorang pemuda bernama Rizky, mengaku sengaja datang lebih pagi demi mendapatkan tempat di barisan depan.

Baginya, salat Id di halaman Gedung Sate merupakan pengalaman pertama.

“Biasanya salat id di dekat rumah di Antapani, sekarang pengen coba di sini (halaman gedung sate), sekalian ketemu bapak aing (Dedi Mulyadi)," ujar Rizky.

Baca selengkapnya.

5. Tragedi Jelang Lebaran 2026: Petasan Meledak di Semarang hingga Jombang, Ada Korban Jiwa

EVAKUASI KORBAN LEDAKAN - Polisi bersama relawan mengevakuasi korban ledakan di Kampung Pondok, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Jumat (20/3/2026) dini hari. Dalam peristiwa itu, diketahui satu bocah berusia 9 tahun meninggal dunia, sementara dua penghuni rumah lainnya mengalami luka ringan. (TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV)
EVAKUASI KORBAN LEDAKAN - Polisi bersama relawan mengevakuasi korban ledakan di Kampung Pondok, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Jumat (20/3/2026) dini hari. Dalam peristiwa itu, diketahui satu bocah berusia 9 tahun meninggal dunia, sementara dua penghuni rumah lainnya mengalami luka ringan. (TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV) (Tribunnews.com/TRIBUN JATENG/Reza Gustav Pradana)

Tragedi terjadi di sejumlah daerah menjelang Lebaran 2026 akibat ledakan petasan.

Berdasarkan catatan Tribunnews.com, peristiwa tersebut terjadi di tiga daerah yakni Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Jombang, Jawa Timur, serta Kota Semarang, Jawa Tengah.

Bahkan, tragedi ini sampai menimbulkan korban jiwa.

Berikut kronologi dan fakta dari tragedi ledakan petasan menjelang lebaran di sejumlah daerah.

Ledakan Diduga Petasan di Semarang, Tewaskan Bocah 9 Tahun

Tragedi pertama terjadi di sebuah rumah yang berada di Kampung Pondok, Kelurahan Tambakerjo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah pada Jumat (20/3/2026) dini hari.

Dikutip dari Tribun Jateng, insiden ini mengakibatkan jatuhnya korban jiwa yakni bocah berinisial G (9).

Sementara ada korban luka sejumlah dua orang.

Tak sampai di situ, ledakan tersebut mengakibatkan kondisi rumah mengalami rusak berat di mana bagian atap dan langit-langit ruang tengah sebagian besar ambrol.

Selain itu, dampak dari ledakan juga merusak rumah di sekitar lokasi kejadian.

Baca selengkapnya.

(Tribunnews.com)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved