KRONOLOGI 3 Turis WNA di Bali Jadi Korban Rudapaksa dalam Satu Minggu Berturut Turut
Tragis dalam satu minggu terjadi 3 kali kasus pelecehan seksual di bali korban seluruhnya warga negara asing (WNA) yang berlibur di Bali.
Ringkasan Berita:
- Ironi, dalam satu minggu berturut-turut terjadi tiga kali kasus pelecehan seksual hingga rudapaksa di Bali.
- Korbannya adalah para warga negara asing (WNA) dari China dan Australia.
- Pelakunya oknum keamanan hotel, tempat hiburan malam hingga ojek pangkalan.
TRIBUNNEWS.COM, BALI - Bali kini geger karena kasus pelecehan seksual bahkan rudapaksa yang menimpa para Warga Negara Asing (WNA) di sana.
Ironinya kasus ini terjadi berturut-turut dalam satu minggu terakhir.
Tribunnews.com merangkum tiga kasus pelecehan seksual dan rudapaksa yang mengejutkan publik tersebut.
Oknum Security Hotel di Canggu Cabuli Peneliti Asal China
Resmob Polres Badung meringkus KYP (24), seorang oknum petugas keamanan (security) hotel di kawasan Canggu, Kuta Utara.
Pria asal Buleleng ini diringkus kurang dari 24 jam, setelah melakukan aksi pelecehan seksual terhadap seorang wisatawan mancanegara (WNA) asal China berinisial QY alias LZ (33) yang menginap di tempatnya bekerja.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali, Kombes Pol I Gede Adhi Mulyawarman, menyampaikan bahwa pelaku diamankan di sebuah rumah kos di daerah Uluwatu pada Kamis 26 Maret 2026 pagi tanpa perlawanan.
Baca juga: Kronologi WNA Singapura Dibunuh di Sukabumi, Jasad Dicor dan Dibuang ke Sungai Cilacap
"Pelaku berhasil kami ringkus dalam waktu singkat setelah korban melapor. Saat ini tersangka sudah diamankan di Mapolres Badung untuk proses hukum lebih lanjut," ujar Kombes Pol I Gede Adhi Mulyawarman pada Jumat 27 Maret 2026.
Peristiwa pilu yang menimpa QY, seorang peneliti di bidang farmasi, bermula pada Rabu 25 Maret dini hari sekitar pukul 04.00 WITA di sebuah hotel di kawasan Canggu, Kuta Utara, Badung.
Saat itu, korban yang baru saja kembali ke hotel mendapati pintu kamar miliknya tidak bisa dibuka karena kunci tertinggal atau mengalami kendala teknis.
Berniat mencari bantuan, korban menuju meja front desk dan bertemu dengan pelaku, KYP, yang saat itu sedang bertugas.
Pelaku kemudian mengantar korban menuju kamarnya dengan membawa beberapa kunci cadangan.
Namun, setelah beberapa kali mencoba, pintu tetap tidak bisa terbuka. Di sinilah niat jahat pelaku muncul.
"Modusnya, pelaku sengaja mengarahkan korban kembali ke arah front desk dengan dalih mengambil kunci lain," kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-korban-pelecehan-seksual-padang.jpg)