Cuaca Ekstrem
Cuaca Ekstrem Rusak Rumah di Sumedang dan Papan Reklame di Bandung
Cuaca ekstrem di Jawa Barat merusak rumah warga di Sumedang dan merobohkan reklame di Bandung hingga menimpa mobil.
Ringkasan Berita:
- Angin kencang rusak 15 rumah dan satu masjid di Jatigede, Sumedang.
- Pohon tumbang timpa rumah dan putuskan jaringan listrik PLN.
- Kerusakan dominan pada atap dan genting bangunan warga.
- Dua papan reklame di Bandung roboh, timpa empat mobil dan tutup jalan.
- BMKG keluarkan peringatan dini, warga diminta waspada cuaca ekstrem.
TRIBUNNEWS.COM - Cuaca ekstrem kembali jadi ancaman bagi masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.
Angin kencang menerjang permukiman warga di Kampung Pasir Kaliki, Desa Ciranggem, Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Belasan bangunan rumah penduduk pun rusak karena diterjang angin kencang.
Peristiwa tersebut terjadi saat hujan deras mengguyur Kecamatan Jatigede pada Sabtu (28/3/2026).
Bangunan masjid rusak, sejumlah pohon tumbang hingga menimpa rumah warga, dan jaringan listrik PLN terputus karena pohon tumbang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang, Bambang Rianto mengonfirmasi hal tersebut.
Setidaknya, ujar Bambang, ada 15 rumah yang rusak akibat cuaca ekstrem Sabtu sore kemarin.
Kejadian ini kembali menjadi pengingat bahwa perubahan cuaca ekstrem kini semakin sering terjadi dan berpotensi menimbulkan dampak luas bagi warga di berbagai wilayah Indonesia, terutama saat musim hujan berlangsung.
Bambang menuturkan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu sore sekira pukul 15.00 WIB.
"Peristiwa ini terjadi sekira pukul 15.00 WIB, " kata Bambang Rianto, dikutip dari TribunJabar.id.
Ia menuturkan, dampak cuaca ekstrem ini tak hanya terjadi di satu titik saja.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Jalur Tol Trans Jawa Minggu, 29 Maret 2026, BMKG: Hujan di Ruas Cipali dan Cikampek
Di RT 04/03, ada 11 rumah warga dan satu masjid yang rusak ringan.
Pohon tumbang di RT 04 juga roboh hingga menimpa satu rumah, dan sejumlah bangunan warga gentingnya terbang tersapu angin.
Tiang jaringan listrik PLN juga tumbang pada Sabtu sore kemarin.
Selain itu, tiga rumah warga di RT 05/02 juga rusak, satu di antaranya rusak karena tertimpa pohon.
"Total ada 15 rumah dan satu bangunan masjid yang rusak. Kerusakan bangunan ini pada atap bangunan, dan genting bangunan," ujarnya.
Beruntung, tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
"Tidak ada korban jiwa maupun luka," katanya.
Cuaca Ekstrem di Bandung
70 kilometer dari Kecamatan Jati Gede, tepatnya di sekitar perempatan Jalan Buah Batu-Soekarno Hatta, Kota Bandung, papan reklame roboh.
Tak hanya satu, ada dua papan reklame yang roboh saat hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah tersebut.
Mengutip TribunJabar.id, papan reklame tersebut pun menimpa empat mobil yang tengah terparkir.
Petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung bersama agensi dari reklame pun langsung melakukan evakuasi.
Kasi Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Bandung, Pardiman Hendri menuturkan, papan reklame yang roboh menutup arus lalu lintas.
"Yang di Buahbatu kita pindahkan dulu supaya jalan bisa dipakai lagi," ujar Hendri.
Ia menduga, kedua papan reklame tersebut roboh setelah diterjang angin kencang.
"Mungkin karena hujan deras dan angin kencang, tapi masih kami cek," katanya.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Bandung Raya Minggu, 29 Maret 2026: Kota Cimahi Berpotensi Hujan Sedang
Selain itu, cuaca ekstrem juga menyebabkan beberapa pohon tumbang di Kota Bandung.
Kata BMKG Jawa Barat
Menanggapi hal tersebut, Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Barat, Teguh Rahayu menuturkan bahwa fenomena ini dipicu oleh kondisi atmosfer yang mendukung terbentuknya cuaca ekstrem di wilayah Jabar, khususnya Kota Bandung.
"Suhu muka laut di sebagian wilayah perairan Indonesia relatif masih hangat, mengindikasikan potensi suplai uap air ke wilayah Jawa Barat," ujar Teguh saat dihubungi, Sabtu (28/3/2026).
Kepada TribunJabar.id, adanya pergerangan angin juga memperkuat potensi pembentukan awan hujan.
"Terpantau area konvergensi dan belokan angin di sekitar wilayah Jawa Barat, kondisi tersebut mendukung potensi pembentukan awan konvektif di sebagian wilayah Jawa Barat," katanya.
Pada hari Sabtu (23/3/2026) kemarin, BMKG sudah memberikan peringatan dini cuaca ekstrem sebanyak tiga kali.
"Peringatan dini cuaca telah dilakukan sebanyak tiga kali pada 28 Maret 2026, mulai pukul 12.36 WIB hingga pukul 16.51 WIB," ungkapnya.
BMKG pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi akibat cuaca ekstrem.
"Kepada masyarakat dan instansi terkait agar waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologis seperti hujan lebat hingga sangat lebat dalam skala lokal serta angin kencang yang dapat mengakibatkan banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta kerusakan lainnya," ujarnya.
Warga juga diminta untuk lebih waspada saat ada pohon, reklame, maupun benda lain yang bisa sewaktu-waktu roboh saat diterpa cuaca ekstrem.
"Waspadai pohon, reklame, atau benda lain yang bisa roboh saat terjadi angin kencang," tambahnya.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Cuaca Ekstrem Terjang Jatigede Sumedang, Belasan Rumah Rusak Hingga Pohon Tumbang
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunJabar.id, Kiki Andriana/Nazmi Abdurrahman/Putri Puspita Nilawati)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.