Selasa, 14 April 2026

Kuliner Tradisional Masih Diminati, Semar Mendem Laris di CFD Solo

Semar mendem jadi buruan di CFD Solo saat Lebaran, kuliner tradisional kembali diminati berbagai kalangan.

Tribunnews.com/Widya Lisfianti
JAJANAN CFD SOLO - Foto diambil di Car Free Day Surakarta di Jalan Slamet Riyadi pada Minggu (29/3/2026) yang menunjukkan kuliner jadul, Semar Mendem. 
Ringkasan Berita:
  1. Semar mendem laris di CFD Solo, terjual hingga 80–90 porsi
  2. Momen Lebaran tingkatkan minat, terutama dari pengunjung luar kota
  3. Kuliner tradisional tetap diminati dan dikenalkan ke generasi muda

TRIBUNNEWS.COM - Kuliner tradisional kembali mencuri perhatian di momen Lebaran. 

Di Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi, Surakarta (Solo), Minggu (29/3/2026) pagi, jajanan jadul Semar Mendem menjadi salah satu yang banyak diburu pengunjung.

Salah satu penjaga stan, Putri Phella (29), mengatakan penjualan Semar Mendem meningkat dibanding hari biasa, terutama karena banyaknya pengunjung dari luar kota yang datang saat libur Lebaran.

“Lebih ramai, banyak orang luar yang tanya-tanya ini apa. Kadang orang Solo sendiri juga belum tahu jajanan ini,” ujarnya saat ditemui sekitar pukul 08.00 WIB.

Dalam satu kali CFD, penjualan Semar Mendem bisa mencapai 80 hingga 90 porsi. 

Bahkan, pada kondisi ramai, dagangan tersebut dapat habis dalam waktu singkat.

“Biasanya paling ramai jam 8 pagi. Kadang cepat habis kalau lagi ramai,” katanya.

Semar Mendem merupakan jajanan khas Solo berbahan dasar ketan yang dikukus dengan santan, kemudian diisi suwiran ayam. 

Berbeda dari lemper, makanan ini dibungkus dengan telur dadar tipis dan disajikan dengan tambahan santan, menghasilkan cita rasa gurih dan sedikit manis.

Menurut Putri, Semar Mendem yang dijual masih menggunakan resep tradisional dengan sedikit bumbu khas sebagai pembeda.

“Masih resep tradisional, ada sedikit bumbu rahasia. Rasanya gurih manis,” ujarnya.

Baca juga: Hari Ini di CFD Jakarta Ada Pendaftaran Kartu Layanan Gratis, Kuota Terbatas dan Cetak di Tempat

Salah satu penjaga stan semar mendem, Putri Phella (29)
KULINER CFD SOLO - Foto diambil di Car Free Day Surakarta di Jalan Slamet Riyadi pada Minggu (29/3/2026) yang menunjukkan salah satu penjaga stan kuliner jadul Semar Mendem, Putri Phella (29).

Ia menambahkan, mayoritas pembeli berasal dari kalangan orang tua yang sudah familiar dengan jajanan tersebut. 

Namun, tidak sedikit pula anak muda yang mulai tertarik mencoba karena penasaran.

“Biasanya yang beli orang tua, mungkin karena rindu jajanan lama. Tapi sekarang anak muda juga mulai coba,” katanya.

Lapak tersebut merupakan bagian dari usaha kuliner Resto Gulo Jowo, yang beroperasi di beberapa lokasi di Solo. 

Selain di CFD, penjualan juga dilakukan di kawasan Ngarsopuro saat night market serta dalam berbagai acara di Mangkunegaran.

Menurut Putri, kehadiran CFD menjadi salah satu peluang untuk memperkenalkan kembali jajanan tradisional kepada masyarakat luas.

“Biar orang muda juga tahu jajanan jadul, sekaligus mempertahankan makanan tradisional,” ujarnya.

Di tengah maraknya kuliner modern, Semar Mendem menjadi bukti bahwa makanan tradisional tetap memiliki tempat di hati masyarakat, terutama saat momen kebersamaan seperti Lebaran.

(Tribunnews.com/Widya)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved