Merawat Eksistensi Seni Lakon Lewat Ekskul Teater Sokle Karanganyar
Di tengah derasnya pengaruh budaya populer di era modern, masih ada upaya anak muda nguri-uri atau melestarikan seni lakon.
Ringkasan Berita:
- Teater Sokle SMA Karangpandan jadi wadah pelestarian seni lakon bagi siswa
- Pentas produksi ke-19 sukses digelar dengan naskah Memahat Atma di Surakarta
- Dukungan sekolah dan latihan intens jadi kunci keberhasilan pementasan teater
TRIBUNNEWS.COM - Di tengah derasnya pengaruh budaya populer di era modern, masih ada upaya anak muda nguri-uri atau melestarikan seni lakon.
Satu di antaranya melalui wadah ekstrakurikuler Teater Sokle di SMA Negeri Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Teater yang lahir pada 14 Maret 2001 itu menjadi tempat para siswa terlibat dalam berbagai kegiatan teater, seperti pementasan drama hingga festival teater.
Terbaru, Teater Sokle sukses menyelenggarakan pentas produksi ke-19 di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Surakarta, Jumat (27/3/2026) malam.
Teater Sokle mementaskan sebuah naskah yang berjudul "Memahat Atma" karya Sari Martanti dan disutradari oleh Yuliansyah Rino.
Ketua Teater Sokle, Marva Thaddea (17) mengaku bersyukur dan bangga pentas berjalan lancar.
"Persiapan pentas teater malam ini membutuhkan waktu sekitar lima sampai enam bulan, alhamdulillah berjalan lancar," ungkapnya saat dijumpai setelah pementasan.
Teater Arena yang berkapasitas sekitar 330 orang dipenuhi penonton yang hadir dari Solo, Karanganyar, dan sekitarnya.
Siswa kelas XI itu mengatakan pentas produksi diselenggarakan satu tahun sekali.
Menurutnya, bagian yang cukup menantang dalam mempersiapkan pentas pertunjukan teater adalah latihan mendalami peran serta penataan panggung.
Selain itu, para pemeran juga dituntut untuk berlatih di tengah kesibukan mereka.
"Alhamdulillah kami mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah dan alumni-alumni juga banyak yang memberi dukungan dari persiapan, latihan, hingga pementasan," ujarnya.
Baca juga: Menikmati Seni Instalasi dan Panorama Jakarta dari Lantai 85 Gedung Tertinggi di Indonesia
Ia juga mengajak para pelaku teater untuk terus berkarya di tengah perkembangan zaman.
"Jangan lelah untuk berkarya, terus berkarya sampai dewasa," pesannya.
Sementara itu Kepala SMA Negeri Karangpadan, Munarso, mengapresiasi buah karya para siswa-siswi di pentas produksi Teater Sokle.
"Satu kata yang bisa saya sampaikan, luar biasa. Saya sampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada bapak/ibu guru, para pembina, pelatih, dan semua yang andil dalam pentas selama ini, begitu luar biasa," ungkapnya.
Munarso juga mengapresiasi para pemeran dalam pentas.
Ia menilai aksi para pemain membuat penonton hanyut dalam emosi.
"Semoga Teater Sokle tetap eksis, hidup, dan terus berkembang. Seperti namanya, menjadi sinar yang menerangi untuk semuanya," pungkas Munarso.
Tentang Naskah yang Dipentaskan
Sementara itu penulis naskah "Memahat Atma", Sari Martanti mengaku bangga Teater Sokle dapat memvisualisasikan naskah menjadi pertunjukan yang mengesankan.
Ia mengungkapkan naskah tersebut berusaha menyampaikan nilai-nilai kehidupan melalui tokoh Nian, Prambasto, dan Mahatma.
"Bagaimana pentingnya menjaga kehormatan diri, mengupayakan masa depan yang baik di tengah keterbatasan dan tekanan sosial. Naskah ini juga menyampaikan bahwa jiwa yang besar terbentuk dari berbagai permasalahan hidup yang dijalani dengan baik.," ungkapnya selepas pementasan.
"Saya berharap naskah ini akan relate bahkan hingga di masa mendatang," imbuhnya.
Apresiasi Penonton
Pementasan malam itu juga tak luput dari apresiasi penonton.
Salah satu penonton, Wido Astiningrum, menilai alur cerita hingga akting para pemain sangat baik.
"Keren banget, beberapa momen malah relate sama kehidupan sehari-hari. Salut untuk seluruh tim pementasan," ujarnya.
Perempuan asal Kota Solo itu berharap Teater Sokle terus melanjutkan karya-karya terbaiknya.
"Sukses terus untuk Teater Sokle, ditunggu karya-karya berikutnya," pungkasnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Teater-Sokle.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.