Temui Emak-Emak di Bandung, Sandiaga Dorong Kolaborasi Kuliner dan Teknologi Digital
Sandiaga Uno dorong perempuan naik kelas lewat workshop mochi dan digital marketing, hasilkan ratusan pesanan dalam sehari.
Ringkasan Berita:
- Sandiaga Salahudin Uno dorong pemberdayaan perempuan lewat workshop mochi dan digital marketing.
- Peserta berhasil raih ratusan pesanan, bukti usaha rumahan bisa naik kelas.
TRIBUNNEWS.COM - Upaya pemberdayaan ekonomi perempuan kembali mendapat sorotan melalui pendekatan inovatif yang menggabungkan keterampilan kuliner dengan teknologi digital.
Program ini dinilai mampu mendorong perempuan naik kelas dari pelaku usaha rumahan menjadi wirausaha mandiri berbasis pasar modern.
Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS), Sandiaga Salahudin Uno, menegaskan pentingnya strategi pemberdayaan yang tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga pemasaran dan pemanfaatan teknologi.
“Kita ingin perempuan Indonesia tidak hanya bisa produksi, tetapi juga mampu menjual, membangun brand, dan memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (31/3/2026).
Hal ini diwujudkan melalui program “Workshop Mochi Kekinian: Lezat, Laris, Panen Cuan” yang digelar di Kelurahan Gegerkalong, Bandung, Kamis (26/3/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 peserta yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga.
Dalam workshop ini, peserta tidak hanya belajar membuat produk kuliner seperti Mochi Bread dan Mochi Daifuku bersama Chef Deasy, tetapi juga dibekali strategi pemasaran digital, termasuk pemanfaatan platform seperti ChatGPTuntuk membuat konten promosi dan ide bisnis.
Program ini merupakan kolaborasi antara Yayasan Indonesia Setara dengan sejumlah mitra seperti BSI Maslahat, Rumah Zakat, dan OK OCE Forever.
Perwakilan Kelurahan Gegerkalong menyambut baik kegiatan tersebut sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat, khususnya perempuan.
Dukungan serupa juga datang dari para mitra yang mendorong peserta untuk berani memulai usaha dari skala kecil.
Hasilnya pun langsung terlihat. Selama kegiatan berlangsung, peserta berhasil mencatat 377 pesanan produk mochi dengan estimasi potensi pendapatan mencapai Rp2.262.000.
Angka ini menunjukkan bahwa produk yang diajarkan memiliki daya tarik pasar yang tinggi.
Baca juga: Sambut Lebaran, Sandiaga Uno Perkuat Ukhuwah dan Solidaritas Umat di Kepulauan Seribu
Sandiaga menilai keberhasilan ini sebagai bukti bahwa model pelatihan berbasis praktik langsung dan simulasi pasar sangat efektif.
“Kalau hari pertama saja sudah bisa menghasilkan penjualan, ini berarti modelnya tepat. Tinggal bagaimana kita skalakan agar dampaknya lebih luas,” katanya.
Ke depan, Yayasan Indonesia Setara berencana memperluas program serupa ke berbagai daerah di Indonesia dengan fokus pada pemberdayaan perempuan berbasis ekonomi kreatif dan digital, guna menciptakan kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Dari Dapur ke Pasar Digital, Sandiaga Uno Dorong Perempuan Naik Kelas Lewat Acara Ini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Sandiaga-Salahudin-Uno-dorong-perempuan-mandiri.jpg)