Agar Hidup Sejahtera Petani di Sumatera dan Kalimantan Diajari Bercocok Tanam Kelapa Sawit
Majian seorang petani kelapa sawit di Desa Suak Putat, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi,.
Tak hanya peserta pelatihan, masyarakat umum yang ingin belajar bertanam sawit dengan baik juga dapat memanfaatkan layanan ini.
Selain itu, petani juga mendapatkan buku TAP untuk Negeri: Berbagi Pengalaman untuk Bangsa yang merangkum standar prosedur agronomi secara komprehensif dengan bahasa yang lebih sederhana dan mudah dipahami.
“Selama ini para petani sawit hanya mengandalkan pengalaman otodidak dan hasil panennya kurang memuaskan. Buku ini sangat membantu kami untuk terus memperbaiki cara pengelolaan kebun yang baik dan benar agar hasil panennya juga semakin optimal,” kata Feidy Rogi, peserta pelatihan PERKASA dari Desa Gunung Rampah, Mook Manaar Bulatn, Kutai Barat, Kalimantan Timur.
Melalui PERKASA, perubahan mulai tumbuh dari kebun-kebun rakyat, dari cara berpikir hingga praktik di lapangan.
Ketika pengetahuan bertemu dengan kemauan untuk belajar, petani tidak lagi sekadar bekerja berdasarkan kebiasaan, melainkan melangkah sebagai pelaku usaha yang terampil dan berdaya.
Baca juga: SPKS Usul Dana Peremajaan Sawit Rakyat Naik Jadi Rp 90 Juta per Ha
Dari sinilah harapan akan produktivitas yang lebih baik dan kesejahteraan yang berkelanjutan mulai terwujud, sejalan dengan semangat TAP untuk Negeri dalam bertumbuh bersama petani Indonesia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-petani-sawit-1.jpg)