Selasa, 14 April 2026

Gempa di Sulut & Malut

Setelah Gempa Bitung, Status Siaga dan Waspada Tsunami Akan Dicabut, BMKG: Warga Tak Perlu Panik

BMKG mengatakan, apabila peringatan dini tsunami sudah diakhiri, maka kondisi normal kembali dan masyarakat bisa beraktivitas seperti biasanya.

Penulis: Rifqah
Editor: Suci BangunDS
Ringkasan Berita:
  • Ada 10 wilayah yang berstatus siaga dan waspada tsunami, mulai dari Kota Ternate hingga Bolaang Mongondow bagian selatan.
  • Namun, BMKG mengatakan bahwa status tersebut akan segera diakhiri, sehingga masyarakat tidak perlu panik.
  • BMKG mengatakan, apabila peringatan dini tsunami sudah diakhiri, maka kondisi normal kembali dan masyarakat bisa beraktivitas seperti biasanya.

 

TRIBUNNEWS.COM - Kepala Stasiun Geofisika  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Manado, Tony Agus Wijaya, mengatakan status siaga tsunami akibat gempa bermagnitudo 7,6 mengguncang wilayah Bitung, Sulawesi Utara, akan segera diakhiri jika tidak terdeteksi lagi gelombang di pantai.

Gempa yang terjadi pada Kamis (2/4/2026) pagi ini, guncangannya dirasakan hingga di Kota Ternate, Manado, Gorontalo Bone Bolango, Gorontalo Utara, Kabupaten Boalemo dan Pohuwato.

BMKG kemudian mengeluarkan peringatan dini karena gempa ini berpotensi memicu tsunami karena pusat gempa berada di laut dengan magnitudo besar, yang dapat mengganggu kolom air laut dan memicu gelombang.

Dari informasi BMKG, gelombang tsunami terjadi di Halmahera Barat, Maluku Utara setinggi 0,3 meter dan terjadi juga di Bitung setinggi 0,2 meter pada pukul 07.15 WITA.

Kemudian disebutkan bahwa ada 10 wilayah yang berstatus siaga dan waspada tsunami, sebagai berikut:

Status Siaga

  • Kota Ternate
  • Halmahera
  • Kota Tidore
  • Kota Bitung
  • Minasa bagian Selatan
  • Minahasa Selatan bagian selatan
  • Minahasa Utara bagian selatan

Status Waspada

  • Kepulauan Sangihe 
  • Minahasa Utara bagian utara
  • Bolaang Mongondow bagian selatan

Namun, Tony mengatakan, status tersebut akan segera diakhiri, sehingga masyarakat tidak perlu panik.

"Apabila nanti peringatan dini tsunami sudah kita akhiri, maka seluruhnya akan dinyatakan aman, dan masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa," katanya, Kamis, dikutip dari YouTube Kompas TV.

Baca juga: Gempa M 7,6 Guncang Maluku Utara, Warga Ternate Panik hingga Mengungsi ke Perbukitan

"Ini berlaku untuk seluruh wilayah tadi (siaga tsunami), apabila peringatan dini tsunami sudah diakhiri, maka kondisi normal kembali dan masyarakat bisa beraktivitas seperti biasanya. Masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap meng-update informasi dari BMKG," sambungnya.

Sementara terkait gempa susulan, Tony mengatakan bahwa hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar.

"Pelepasan sisa-sisa dari aktivitas tektonik dan ini akan berkurang. Untuk peringatan dini tsunami akan segera BMKG akhiri apabila sudah kita pastikan, beberapa menit yang akan datang, sudah tidak ada lagi pantulan gelombang di pantai atau hal-hal yang lain," jelas Tony.

Daftar Kerusakan dan Dampak Gempa

Dikutip dari TribunManado.co.id, akibat gempa ini, kerusakan bangunan dilaporkan terjadi di sejumlah titik, seperti dinding Rumah Sakit (RS) Siloam Manado mengalami retak akibat guncangan.

Selain itu, plafon Gereja Katolik Paroki Bhky Rumengkor runtuh. Sementara Gereja Jemaat Imanuel Bitung dilaporkan mengalami kerusakan.

Kemudian di Kota Manado, rumah warga di Kelurahan Banjer Lingkungan II juga mengalami kerusakan, disertai laporan perabot rumah tangga yang rusak akibat guncangan.

Fasilitas umum juga tak luput dari dampak. Gedung olahraga milik Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Manado dilaporkan mengalami kerusakan.

Bahkan, seorang warga dikabarkan meninggal dunia, meski detail penyebabnya masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak berwenang.

Sementara di kompleks Perumahan Viola Land 2, Matungkas, Minahasa Utara, warga terlihat panik berhamburan keluar rumah saat gempa terjadi.

Sebagian warga berlari tanpa sempat mengenakan pakaian lengkap, bahkan ada yang sambil membawa bayi dan menggendong anak-anak demi menyelamatkan diri.

Pasca gempa, sejumlah wilayah di Sulawesi Utara dan Maluku Utara juga sempat mendapatkan peringatan dini tsunami.

Warga diimbau tetap waspada, menjauhi wilayah pesisir, serta mengikuti arahan resmi dari pemerintah dan lembaga terkait untuk menghindari risiko lanjutan.

(Tribunnews.com/Rifqah) (TribunManado.co.id/Indry)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved