Senin, 13 April 2026

Gempa di Sulut & Malut

BNPB Minta Pemda yang Terdampak Gempa di Sulut-Malut Tetapkan Status Tanggap Darurat

BNPB mengatakan penetapan status tanggap darurat ini diperlukan agar pemerintah pusat bisa memberikan bantuan maksimal untuk penanganan gempa

Penulis: Fahmi Ramadhan
Editor: Erik S
Ringkasan Berita:
  • BNPB meminta daerah terdampak gempa Sulawesi Utara dan Maluku Utara menetapkan status tanggap darurat segera.
  • Penetapan diperlukan agar pemerintah pusat dapat membantu maksimal serta memastikan bantuan memenuhi administrasi keuangan.
  • Gempa magnitudo 7,6 menyebabkan korban jiwa, kerusakan, tsunami kecil, serta memicu kepanikan masyarakat luas.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta agar pemerintah kabupaten/kota di Sulawesi Utara dan Maluku Utara menetapkan status tanggap darurat pasca terjadi gempa Magnitudo 7,6 pada Kamis (2/4/2026) pagi tadi.

Kepala BNPB Letjen (TNI) Suharyanto mengatakan, penetapan status tanggap darurat ini diperlukan agar pemerintah pusat bisa memberikan bantuan maksimal untuk penanganan gempa yang terjadi di dua provinsi tersebut.

"Mohon seluruh kabupaten/kota yang terdampak ini bisa menetapkan status tanggap darurat," kata Suharyanto saat rapat koordinasi penanganan bencana gempa Sulut-Malut di kantornya, Kamis (2/4/2026).

Kendati demikian Suharyanto menekankan, bahwa penetapan status tanggap darurat ini tidak berkaitan dengan kemampuan seorang pemimpin daerah dalam menangani bencana yang terjadi.

Sebab menurut dia, bencana merupakan suatu kejadian luar biasa sehingga tidak bisa dilakukan sendiri siapapun pemimpinnya.

"Jadi dengan menetapkan status tanggap darurat, kami dari pemerintah pusat bisa membantu secara maksimal karena tentu saja setiap bantuan yang diberikan dari pemerintah pusat itu harus akuntabel dari segi administrasi keuangan," sebutnya.

"Nah caranya adalah dengan, syaratnya adalah dengan menetapkan status kedaruratan," sambungnya.

Sebelumnya Gempa bumi terjadi di perairan Bitung dengan magnitudo 7,6 pada Kamis 2 April 2026 pukul 05.48 WIB. Gempa tersebut dirasakan hingga wilayah Manado (Sulawesi Utara) dan Ternate (Maluku Utara).

Dikutip dari siaran pers BNPB seorang warga ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di antara reruntuhan Gedung Koni, lapangan olah raga Sario, Kota Manado, Sulawesi Utara, setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 terjadi pada Kamis (2/4/2026). Korban segera dievakuasi oleh tim gabungan bersama masyarakat sekitar.

Berdasarkan laporan perkembangan kaji cepat di lapangan hingga pukul 08.00 WIB, kerusakan infrastruktur juga teridentifikasi yang meliputi satu unit tempat ibadah di Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate, serta dua unit rumah di Kelurahan Ganbesi, Kecamatan Ternate Selatan.

Guncangan gempa bumi yang dirasakan sangat kuat di wilayah Kota Bitung dan Kota Ternate dengan durasi sekitar 10 hingga 20 detik, telah menimbulkan kepanikan masyarakat sehingga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Baca juga: Beberapa Gereja di Sulut dan Malut Rusak Akibat Gempa, Bagaimana Persiapan Ibadah Kamis Putih?

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan dinas terkait berbagai daerah saat ini terus melakukan monitoring, asesmen, serta koordinasi penanganan darurat.

Fenomena gempa bumi ini juga telah memicu terjadinya tsunami dengan level ketinggian bervariasi di beberapa wilayah. Adapun level ketinggian tsunami di Halmahera Barat tercatat mencapai 0,3 meter, Bitung 0,2 meter, Sidangoli 0,35 meter, Minahasa Utara 0,75 meter, dan Belang 0,68 meter.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa waktu tiba gelombang dapat berbeda dan gelombang pertama tidak selalu menjadi yang terbesar, sehingga masyarakat di wilayah pesisir diminta tetap waspada dan menjauhi area berisiko.

Hasil monitoring lanjutan BMKG, tercatat 11 aktivitas gempa susulan (aftershock) hingga pukul 06.50 WIB, dengan magnitudo terbesar mencapai 5.5. Dua gempa susulan signifikan terjadi pada pukul 06.07 WIB (M 5.5) dan pukul 06.12 WIB (M 5.2), yang tidak berpotensi tsunami.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved