Selasa, 21 April 2026

Penyebab Sopir Truk Tewas Usai Ditusuk Satpam dan Pengawas SPBU, Dipicu Mesin Pompa Mati

Sopir truk tewas ditusuk di SPBU Palembang usai cekcok soal solar. Dua pelaku, pengawas dan satpam, langsung diamankan polisi.

Editor: Glery Lazuardi
HO/IST
DUEL SPBU - Polisi mengamankan lokasi kejadian di SPBU Palembang usai insiden penusukan sopir truk akibat cekcok pengisian solar. 
Ringkasan Berita:
  • Sopir truk M. Eso Pratama tewas ditusuk usai cekcok soal solar di SPBU Palembang
  • Insiden terjadi setelah pompa mati, berujung duel dengan pengawas dan satpam. 
  • Dua pelaku telah diamankan polisi.

TRIBUNNEWS.COM - Insiden berdarah terjadi di SPBU 24.301.111 Punti Kayu, Jalan Kol. H. Burlian KM 7, Kecamatan Sukarami, Palembang, Kamis (2/4/2026) dini hari.

Seorang sopir truk, M. Eso Pratama (26), tewas setelah terlibat cekcok yang berujung perkelahian.

Peristiwa bermula sekitar pukul 04.30 WIB saat korban mengisi bahan bakar solar.

Namun, proses pengisian terhenti karena mesin pompa SPBU tiba-tiba mati. Korban yang merasa pengisian belum selesai kemudian memprotes kondisi tersebut.

Cekcok pun terjadi antara korban dengan SI (25), pengawas SPBU. Situasi semakin memanas hingga korban mengajak pelaku untuk menyelesaikan masalah di luar area SPBU.

Korban kemudian menunggu di seberang jalan. Tak lama berselang, pelaku SI datang bersama EPP (22), seorang satpam yang dipanggil untuk menemui korban. Pertemuan tersebut berujung perkelahian.

Dalam insiden itu, pelaku SI melakukan penusukan ke bagian dada kiri korban menggunakan senjata tajam. Korban langsung terjatuh dan mengalami luka serius.

Saksi di lokasi segera membawa korban ke RS Myria Palembang. Namun, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.

Petugas kepolisian dari Polsek Sukarami dan Polrestabes Palembang yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi.

Baca juga: Pemotor Terobos Palang, Tewas Tertabrak Kereta Api di Batang

Kapolsek Sukarami, Kompol Alek Andrian, menyatakan kedua pelaku berhasil diamankan tak lama setelah kejadian. Saat ini keduanya masih menjalani pemeriksaan intensif.

“Setelah mengetahui identitas pelaku, kami langsung mengamankan keduanya. Proses hukum akan berjalan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian pelaku. Sementara senjata tajam yang digunakan dalam aksi tersebut masih dalam pencarian.

Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut, termasuk analisis rekaman CCTV untuk memperkuat konstruksi perkara. Polisi menegaskan akan menindak tegas segala bentuk kekerasan yang terjadi di ruang publik.

(TribunSumsel/Tribunnews)

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved