Sosok Kapolda Riau, Alumni Akpol 1996 yang Copot Kapolsek Usai Aksi Unras Berujung Anarkis
Herry Heryawan copot Kapolsek Panipahan usai aksi anarkis, tegaskan evaluasi dan penguatan kamtibmas.
Ringkasan Berita:
- Herry Heryawan mencopot Kapolsek dan Kanit Reskrim Panipahan sebagai evaluasi pasca aksi anarkis warga.
- Polisi dan pemda bergerak cepat meredam situasi lewat dialog tokoh masyarakat.
- Kondisi kini berangsur kondusif, pengawasan tetap diperketat.
TRIBUNNEWS.COM - Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, mengambil langkah tegas dengan mencopot Kapolsek Panipahan AKP Robiansyah dan Kanit Reskrim Polsek Panipahan Aipda Rahmat Ilyas menyusul aksi unjuk rasa warga yang berujung anarkis di wilayah Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir.
Pencopotan tersebut dilakukan sebagai bentuk evaluasi institusi Polri atas dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang berkembang di wilayah tersebut.
“Ini adalah bentuk evaluasi dan tanggung jawab kami. Kami melihat ada hal-hal yang tidak berjalan sebagaimana mestinya dalam menjaga situasi kamtibmas di Panipahan. Karena itu, kami mengambil langkah tegas,” ujar Herry, Minggu (12/4/2026).
Ia menegaskan bahwa setiap pimpinan wilayah memiliki tanggung jawab penuh terhadap stabilitas keamanan, termasuk dalam merespons dinamika sosial yang muncul di tengah masyarakat.
“Seorang pimpinan harus hadir, peka, dan mampu membaca situasi. Ketika itu tidak berjalan dengan baik, maka harus ada langkah korektif,” tegasnya.
Kapolda memastikan, sejak awal kejadian, jajaran kepolisian bersama pemerintah daerah telah bergerak cepat meredam situasi. Kapolres Rokan Hilir bersama Wakil Bupati turun langsung ke lokasi untuk mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat berdialog.
Langkah tersebut dinilai efektif untuk menenangkan warga sekaligus mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.
“Kami bergerak cepat sejak awal. Ini bagian dari pendekatan agar kondisi segera kondusif,” jelasnya.
Tak hanya itu, jajaran Polda Riau juga terus memperkuat pengawasan di lapangan. Wakapolda Riau, Irwasda, Kabid Propam bersama Bupati turut turun langsung ke Panipahan untuk memastikan situasi benar-benar terkendali serta memperkuat komunikasi dengan masyarakat.
“Kehadiran pimpinan ini untuk memastikan tidak ada eskalasi lanjutan dan seluruh permasalahan ditangani secara komprehensif, baik dari sisi keamanan, penegakan hukum, maupun pendekatan sosial,” tambahnya.
Saat ini, kondisi di Panipahan dilaporkan mulai berangsur pulih dan aktivitas masyarakat kembali normal. Meski demikian, pengawasan dan langkah preventif tetap diperkuat guna menjaga stabilitas keamanan.
Baca juga: Petani Riau Gugat PP Kawasan Hutan ke Mahkamah Agung, Denda Rp25 Juta per Hektare Dipersoalkan
Kapolda juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memperkeruh keadaan.
“Saya mengimbau seluruh masyarakat Panipahan untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum. Percayakan proses kepada aparat penegak hukum,” tegasnya.
Ia menambahkan, keresahan masyarakat terkait peredaran narkoba menjadi perhatian serius pihak kepolisian. Namun, penanganannya harus dilakukan melalui mekanisme hukum yang berlaku.
“Kami memahami keresahan masyarakat terkait narkoba. Itu akan kami tindak tegas, tetapi harus sesuai aturan, bukan dengan tindakan anarkis,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kapolda-Riau-Irjen-Herry-Heryawan-polis-diraja-malaysia.jpg)