Perkara Warisan Rp1 M, Warga Muratara Sumsel Dibunuh Keponakannya Sendiri
Sengketa warisan Rp1 miliar berujung maut, pria di Musi Rawas Utara tewas ditusuk sepupu sendiri.
Ringkasan Berita:
- Sugiansyah, pria asal Muratara Sumatra Selatan tewas ditusuk 5 kali saat pantau bangun rumah, Jumat (10/4/2026)
- Motif dipicu warisan Rp1 miliar dari jual tanah.
- Pelaku Farij Pardian Mahadrika minta 20 persen namun ditolak oleh korban hingga terjadi penusukan
- Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nahas nyawanya tidak tertolong
- Farij sudah ditangkap, pelaku lain masih diburu polisi.
TRIBUNNEWS.COM - Aksi pembunuhan yang dipicu dari warisan kembali terjadi.
Seorang pria bernama Sugiansyah (36) alias Yansyah, warga Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan (Sumsel) dibunuh saat memantau pembangunan rumah barunya di Kota Lubuklinggau, Jumat (10/4/2026).
Aksi pembunuhan ini dipicu oleh warisan senilai Rp1 miliar dari hasil jual tanah.
Korban tewas setelah ditusuk sebanyak lima kali di bagian dadanya.
Yansyah sempat dibawa ke rumah sakit, tapi nahas nyawanya tak tertolong.
Pelakunya sendiri masih memiliki hubungan keluarga dengan korban.
Peristiwa ini mengingatkan bahwa aksi kriminal bisa menimpa siapa saja, bahkan oleh keluarga sendiri.
Uang warisan juga kerap menjadi pemicu konflik hingga memicu tindak kriminal.
Seorang kerabat korban yang enggan disebut namanya menceritakan, peristiwa berdarah ini bermula ketika korban mendapatkan uang warisan senilai Rp1 miliar.
Lalu, pelaku yang juga sepupu korban, Farij Pardian Mahadrika (26) mendengar kabar tersebut.
Merasa masih ada hubungan keluarga dan merasa memiliki hak atas warisan Rp1 miliar, Farij pun meminta bagian 20 persen ke korban.
Baca juga: Update Kasus Pembunuhan di Bali, 5 Pelaku Diamankan, Fakta Ancaman Korban Terkuak
Farij bersama keluarganya, Ariansyah, Ranawati, dan Fedril pun menemui korban untuk meminta bagian.
Namun, korban tak memberikan apa yang diminta oleh pelaku.
Cekcok pun tak terhindarkan hingga tiba-tiba Farij justru menusuk korban sebanyak lima kali.
"Sebelumnya memang pernah ribut karena masalah itulah (warisan). Infonya pelaku minta 20 persen, tak diberi."
"Kemarin didatangi pelaku rumah yang tengah dibangun korban, cekcok lagi, korban ditusuk," ujarnya, dikutip dari TribunSumsel.com.
Ternyata, korban dibunuh di hadapan anak dan istrinya sendiri saat meninjau pembangunan rumah korban di Kota Lubuklinggau.
Terpisah, istri korban, Ria, berharap supaya pembunuh suaminya bisa segera diringkus.
"Pelakunya itu 4 orang, saya minta semuanya ditangkap jangan hanya 1 orang," ujarnya.
Ria juga menyebut bahwa keempat pelaku datang untuk minta warisan.
"Ya, mereka berempat itu datang minta (warisan)," ungkapnya.
1 Pelaku Ditangkap
Tak butuh waktu lama, salah satu pelaku berhasil diringkus.
Kanit Reskrim Polsek Lubuklinggau Utara, Ipda Benny Kurniawan mengonfirmasi hal tersebut.
"Setelah mendapat laporan, Tim Macan, Sat Intelkam, dan Polsek Lubuklinggau Utara langsung melakukan penyelidikan," ungkap Benny kepada TribunSumsel.com.
Pelaku bernama Farij tersebut berhasil diringkus dan kini tengah dalam pemeriksaan.
"Saat ini tersangka sudah diamankan di Polres Lubuklinggau untuk penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com dengan judul Awal Mula Warisan Rp1 Miliar Berujung Maut di Lubuklinggau, Pelaku Diduga Minta Jatah 20 Persen
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunSumsel.com, Eko Hepronis)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.