Senin, 13 April 2026

Cuaca Ekstrem

Cuaca Ekstrem di Sumedang, Ruko Nyaris Ambruk hingga Rumah Warga Tertimpa Tembok

Cuaca ekstrem picu longsor di Sumedang. TPT ambruk hingga ruko miring ke sungai, warga panik dan mengungsi meski tak ada korban jiwa.

Ringkasan Berita:
  • Hujan deras berdurasi lama menyebabkan TPT ambruk di Sumedang dan memicu longsor.
  • Kandang ternak ikut roboh, menimpa rumah warga dan madrasah di bawahnya.
  • Warga sempat panik, namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
  • Di lokasi lain, TPT bantaran sungai tergerus, membuat ruko dua lantai miring dan rusak berat.
  • Penghuni ruko mengungsi, warga diimbau waspada terhadap potensi longsor susulan.

TRIBUNNEWS.COM - Cuaca ekstrem kembali sebabkan kerusakan di Jawa Barat.

Kali ini, sebuah tembok penahan tanah (TPT) ambruk di Dusun Padasuka, Desa Mekarsari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, Minggu (12/4/2026) dini hari.

Ambruknya TPT tersebut terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Sumedang dengan durasi lama.

Akibatnya, bangunan rumah dan sebuah Madrasah tertimpa kandang ternak milik warga.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang, Bambang Rianto mengatakan, kandang milik warga roboh dan memperparah dampak kerusakan.

"Selain TPT, kandang ternak milik Rasidin yang berada di lokasi juga ikut roboh dan memperparah dampak kerusakan di bawahnya," ujarnya, dikutip dari TribunJabar.id.

Warga setempat pun sempat panik saat longsor terjadi.

Beruntung, tak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Lokasi longsor juga masih dalam penanganan petugas terkait dan warga diimbau tetap waspada terhadap potensi longsor susulan.

Selain itu, hujan lebat juga membuat TPT di bantaran Sungai Cisumengka, Dusun Karasak, Desa Sukarapih, Kecamatan Sukasari tergerus air sungai.

Akibatnya, sebuah rumah dan toko (Ruko) dua lantai yang berada di bantaran sungai nyaris ambruk karena TPT yang digerus air, Minggu (12/4/2026) malam.

Baca juga: Cuaca Ekstrem Terjang Sejumlah Daerah, BNPB Catat Banjir dan Angin Kencang Dominasi Bencana

Ruko milik Toha Sutisna tersebut terlihat miring ke arah sungai.

Kepada TribunJabar.id, Bambang Rianto menuturkan, peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 18.30 WIB.

"Kejadiannya sekira pukul 18.30 WIB," ujarnya, Senin pagi.

Ia menuturkan, ruko tersebut mengalami pergeseran karena TPT di bawahnya yang ikut tergerus.

"Akibat kejadian ini, bangunan tersebut mengalami rusak berat," ucapnya. 

Beruntung, penghuni ruko tak terluka, namun mereka harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

"Tidak ada korban jiwa maupun luka. Sementara, ruko dikosongkan lantaran dikhawatirkan bangunan terus bergeser," katanya.

Cuaca Ekstrem Tewaskan 1 Orang di Bandung

Cuaca ekstrem menelan korban jiwa di Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (3/4/2026).

Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Bandung menyebabkan sebuah pohon tumbang dan merenggut nyawa seorang pengguna jalan.

Peristiwa tersebut terjadi di Jl Bojong Raya Caringin, Kelurahan Cibuntu, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung.

Seorang pengendara mobil bernama Diding Nuryaman (45) meninggal dunia setelah mobilnya tertimpa pohon tumpang saat melintas di lokasi kejadian pada pukul 13.22 WIB.

Agung Rahmat Riyadi selaku Analisis Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung membenarkan kejadian tersebut.

"Untuk korban ada di wilayah Caringin."

Baca juga: Cuaca Ekstrem Terjang Sejumlah Daerah, BNPB Catat Banjir dan Angin Kencang Dominasi Bencana

"Kejadian tersebut menimpa sebuah mobil, dan penanganannya dilakukan oleh BPBD Kota Bandung bersama petugas gabungan lainnya," ujar Agung, Jumat (3/4/2026).

Mengutip TribunJabar.id, ia menuturkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

Jasad korban juga telah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

"Pengguna jalan kami minta untuk menghindari berteduh di bawah pohon besar atau baliho, serta segera mencari tempat aman apabila cuaca ekstrem terjadi," katanya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahaya cuaca ekstrem, terlebih saat masa peralihan musim.

Bagi pengguna jalan, tak ada salahnya untuk berteduh di tempat yang aman apabila hujan lebat disertai angin kencang terjadi.

Pohon yang roboh bisa menjadi ancaman serius bagi pengguna jalan.

Pemerintah daerah juga harus bertindak seperti memantau baliho maupun pohon yang rentan tumbang saat cuaca ekstrem datang.

Dari laporan sementara inergi Informasi Koordinasi Kolaborasi Cepat Tanggap (SIKKAT) hingga pukul 16.45 WIB, dalam waktu satu hari, ada 34 kejadian dampak cuaca ekstrem di Kota Bandung.

Yakni 31 pohon tumbang, dua baliho roboh, dan banjir akibat tanggung jebol.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Dampak Cuaca Ekstrem, TPT di Sumedang Ambruk Timpa Rumah Warga dan Madrasah

(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunJabar.id, Kiki Andriana/Hilman Kamaludin)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved