Banjir di Solo dan Sukoharjo, Ratusan Rumah Terendam Imbas Hujan Deras Beberapa Jam
Banjir Sukoharjo-Solo akibat hujan deras, puluhan motor mogok, ratusan warga terdampak dan mengungsi
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Solo Raya sejak Selasa (14/4/2026) memicu banjir di sejumlah titik di Kabupaten Sukoharjo hingga Kota Surakarta, Jawa Tengah.
Dampaknya tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga melumpuhkan aktivitas lalu lintas dan memicu ratusan warga mengungsi.
Di Jalan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, puluhan sepeda motor mogok setelah nekat menerjang genangan air yang mencapai ketinggian 30 hingga 40 sentimeter atau setinggi lutut orang dewasa.
Genangan diduga berasal dari luapan drainase yang tidak mampu menampung debit air hujan.
Akibatnya, banyak pengendara terpaksa menuntun kendaraannya di tengah genangan, terutama di sepanjang Jalan Pasar Plumbon Mojolaban.
Salah satu pengendara, Budi (50), mengaku motornya mogok saat melintas di lokasi tersebut.
“Saya dari Semanggi mau pulang ke Sukoharjo. Karena jalur lewatnya di sini, ya tetap saya terjang. Ternyata businya kecelup air, langsung mogok,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).
Ia menambahkan, genangan di depan Pasar Mojolaban cukup dalam sehingga ia harus menuntun sepeda motornya sejauh kurang lebih 50 meter.
“Tingginya ada yang sedengkul, sekitar 30 sampai 40 sentimeter. Mogoknya pas di depan pasar, ya terpaksa nuntun,” tambahnya.
Kondisi serupa juga dialami Guntur, pengendara lain yang hendak bepergian dari Semanggi menuju Matesih. Ia mengatakan motornya mogok setelah menerobos genangan.
“Iya mogok, kemasukan air. Dari Semanggi mau ke Matesih, terus mati mesinnya. Sekitar 10 menit berhenti dulu,” katanya.
Sejumlah pengendara lain memilih berhenti di tepi jalan menunggu air surut, sementara sebagian lainnya mendorong motor ke lokasi yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan lebih parah.
Baca juga: Mendagri Ungkap Fakta Wilayah Aceh Kembali Diterjang Banjir Susulan saat Proses Pembersihan Material
Tak hanya di Mojolaban, banjir juga meluas ke wilayah Kecamatan Grogol. Genangan air muncul sejak sore hingga tengah malam dan bahkan masuk ke permukiman warga.
Camat Grogol, Herdis Kurnia Wijaya, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh meluapnya aliran sungai yang saling terhubung.
“Di wilayah Talang Abang diduga ada tanggul yang jebol, kemungkinan karena limpahan air yang cukup besar hingga akhirnya tergerus dan masuk ke wilayah permukiman,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).