Rabu, 3 Juni 2026

Yai Mim Meninggal Dunia

Polresta Malang Kota Terbitkan SP3, Seluruh Perkara Yai Mim Dihentikan

Dengan terbitnya SP3 ini sekaligus mengakhiri seluruh perkara yang sebelumnya menjerat Yai Mim, termasuk kasus dugaan pelecehan seksual.

Tayang:
Editor: Dewi Agustina
kolase/instagram/Tiktok
SP3 KASUS YAI MIM - Polresta Malang Kota resmi menghentikan seluruh proses hukum terhadap Imam Muslimin alias Yai Mim setelah tersangka meninggal dunia. Polisi telah menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3), Senin (13/4/2026). 

Kasi Dokkes Polresta Malang Kota, dr Wiwin Indriani, menyampaikan upaya penanganan telah dilakukan secara cepat. 

Namun, saat tiba di rumah sakit, Yai Mim dinyatakan meninggal dunia.

"Petugas sudah melakukan respons cepat dengan membawa ke rumah sakit. Namun saat pemeriksaan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 13.45 WIB," ungkapnya.

Sebelum meninggal dunia, Yai Mim telah menjalani masa penahanan di Rutan Polresta Malang Kota sejak 19 Januari 2026 sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelecehan seksual dan pornografi.

Penghentian seluruh perkara ini, menurut kepolisian, menjadi bagian dari kepastian hukum sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif di Kota Malang.

Latar Belakang Kasus

Perseteruan antara Yai Mim dan Sahara bermula dari persoalan parkir kendaraan usaha Sahara yang dianggap menghalangi akses rumah Yai Mim.

Ketegangan makin meningkat ketika Sahara mengunggah video Yai Mim berguling-guling di tanah yang kemudian viral di media sosial.

Perseteruan kemudian berlanjut ke jalur hukum.

Pada September 2025, Yai Mim dan Sahara saling melaporkan dugaan pencemaran nama baik ke Polresta Malang Kota.

Yai Mim kembali melayangkan laporan terkait dugaan penistaan agama dan persekusi pada 7 Oktober 2025.

Laporan itu kemudian dibalas oleh Sahara dengan melaporkan Yai Mim atas dugaan pelecehan dan pornografi yang berujung pada penetapan Yai Mim sebagai tersangka.

Pengakuan Sahara

Sahara menyebut, perseteruannya dengan Yai Mim bermula dari dugaan pelecehan seksual, bukan polemik lahan parkir seperti yang viral di media sosial.

"Jadi permasalahan utamanya itu sebenarnya bagi saya pribadi itu pelecehan seksual," kata Sahara, Jumat (3/10/2025).

"Beliau itu menganggap saya dan teman-teman yang ada di garasi itu terlalu santai dalam menyikapi guyonan-guyonan beliau," lanjutnya.

Sahara menuturkan, guyonan Yai Mim itu kemudian mengarah ke ranah pribadi. Sahara pun menganggap itu sebagai bentuk pelecehan verbal.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved