Rabu, 15 April 2026

Kelompok Bersenjata di Papua

3 Warga Sipil Ditembak KKB Papua di Sinak, Satu Ibu dan Dua Anak Terluka

Penembakan diduga oleh Organisasi Papua Merdeka di Papua Tengah lukai ibu dan dua anak, TNI lakukan pengejaran.

Editor: Glery Lazuardi
Pixabay via Surya.co.id
PISTOL - Evakuasi korban penembakan di Distrik Sinak, Papua Tengah, tiga warga sipil terluka dan dirawat intensif. 
Ringkasan Berita:
  • Aksi kekerasan terjadi di Papua Tengah setelah kelompok Organisasi Papua Merdeka diduga menembak warga sipil di Distrik Sinak. 
  • Tiga korban, termasuk ibu dan dua anak, terluka dan kini dirawat di RSUD Mulia. 
  • Aparat TNI masih memburu pelaku.

TRIBUNNEWS.COM - Aksi kekerasan kembali mengguncang wilayah Papua Tengah.

Kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) diduga melakukan penembakan terhadap warga sipil di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Rabu (15/4/2026).

Insiden tersebut mengakibatkan tiga orang terluka, terdiri dari seorang wanita dewasa dan dua anak-anak.

Peristiwa ini menambah daftar panjang kekerasan yang menyasar masyarakat sipil di wilayah tersebut.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Tri Purwanto, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut informasi awal diperoleh dari Kepala Suku Kampung Tirineri, Dianus Enumbi, yang melaporkan penembakan terjadi pada Rabu pagi.

“Terdapat tiga korban luka yang terdiri dari seorang wanita dewasa dan dua anak-anak. Saat ini ketiganya telah dievakuasi ke RSUD Mulia untuk mendapatkan penanganan medis,” ujar Tri di Jayapura.

Setelah menerima laporan, Satgas TNI bersama jajaran Kodim 1714/Puncak Jaya langsung bergerak menuju lokasi dengan berkoordinasi bersama Palang Merah Indonesia (PMI) setempat.

Evakuasi korban dilakukan dengan pengawalan ketat demi menjamin keamanan tim medis dan korban.

Saat ini, ketiga korban dilaporkan dalam kondisi sadar meskipun mengalami luka tembak dan tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Pihak TNI menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut, terutama karena korban merupakan warga sipil dari kelompok rentan.

“Warga sipil seharusnya dilindungi, bukan dijadikan sasaran kekerasan. Kami sangat menyayangkan insiden ini kembali terjadi,” tegas Tri.

Baca juga: Jejak Kriminal Anggota KKB Pulan Wonda, Penembak Rombongan Tito Karnavian hingga Bunuh Warga Sipil

Pasca kejadian, aparat keamanan mengimbau warga di Distrik Sinak dan sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat diminta segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan guna mencegah jatuhnya korban berikutnya.

Hingga saat ini, aparat gabungan masih melakukan pengejaran terhadap kelompok yang diduga bertanggung jawab atas penembakan tersebut.

(Tribun Papua/Tribunnews)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved