Minggu, 3 Mei 2026

Kondisi Jasad Balita di Kediri, Diduga Alami Kekerasan, Satu Keluarga Diamankan

Balita NIZ (4) ditemukan meninggal di Kediri dengan luka memar, sementara dua kakaknya juga alami kekerasan. Ibu, ayah tiri dan nenek diamankan.

Tayang:
Penulis: Faisal Mohay
Editor: Sri Juliati

Ringkasan Berita:
  • Seorang balita berinisial NIZ ditemukan meninggal dunia dengan luka memar di pelipis dan perut, Rabu (15/4/2026).
  • Dua kakaknya juga mengalami luka serta bekas sundutan rokok.
  • Polisi mengamankan ibu kandung, ayah tiri, dan nenek korban untuk penyelidikan. 

TRIBUNNEWS.COM - Kasus kekerasan terhadap anak masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Hal ini menunjukkan lemahnya perlindungan anak di lingkungan keluarga.

Di Kota Kediri, Jawa Timur seorang balita berinisial NIZ (4) ditemukan meninggal dunia dengan luka memar di pelipis dan perut pada Rabu (15/4/2026).

Sementara dua kakaknya juga mengalami luka serta bekas sundutan rokok. 

Jenazah NIZ telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Kediri guna menjalani autopsi.

Kasatreskrim Polres Kediri Kota, AKP Achmad Elyasarif Martadinata, mengaku belum dapat mengungkap kronologi tewasnya balita karena masih proses penyelidikan.

"Kami juga menunggu hasil visum untuk mengetahui penyebab kematian,” ungkapnya.

Berdasarkan keterangan warga, NIZ tinggal di rumah bersama keluarga besarnya yakni ibu kandung, ayah tiri, nenek serta dua kakak perempuan yang diduga menjadi korban kekerasan.

Penyidik telah mengamankan ibu kandung, ayah tiri serta nenek untuk proses penyelidikan.

Tetangga bernama Ririn, menjelaskan penemuan jasad balita diketahui warga menjelang azan maghrib.

Baca juga:  Suami Bunuh Istri Kedua dalam Kondisi Hamil, Istri Pertama Kabur karena Di-KDRT

"Saat warga datang, kondisinya (korban) sudah tidak ada napas," katanya.

Selama ini, Ririn tak pernah mendengar suara kegaduhan dari rumah korban.

"Warga juga enggak ada yang tahu karena sore tadi itu hujan deras,” jelasnya, dikutip dari TribunJatim.com.

Hal senada diungkapkan Suparno yang tinggal bersebelahan dengan rumah korban.

"Tadi itu enggak ada suara-suara berisik atau tangis bocah. Tiba-tiba ada kabar anaknya meninggal itu,” ujar Suparno.

Ketua RW setempat, Baharudin Yusuf, menerangkan jasad pertama kali ditemukan oleh anggota keluarga korban dan melaporkannya ke warga sekitar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved