Helikopter Jatuh di Sekadau
Kisah Haru Capt Marindra, Pilot Dermawan yang Rutin Beri THR, Kini Gugur dalam Tragedi di Kalbar
Helikopter PK-CFX jatuh di Sekadau, Kalbar, menewaskan 8 orang termasuk pilot yang dikenal baik, setelah hilang kontak dalam penerbangan.
Ringkasan Berita:
- Helikopter PK-CFX jatuh di Sekadau, Kalimantan Barat, menewaskan 8 orang termasuk pilot Capt. Marindra Wibowo dan seluruh penumpang.
- Capt. Marindra dikenang sebagai sosok baik dan dermawan oleh warga sekitar tempat tinggalnya di Sidoarjo, serta meninggalkan istri dan tiga anak.
- Helikopter hilang kontak saat penerbangan dari Melawi ke Kubu Raya dan ditemukan jatuh di lokasi terpencil setelah pencarian tim gabungan.
TRIBUNNEWS.COM - Tragedi jatuhnya helikopter PK-CFX di Dusun Gandis, Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar) meninggalkan duka yang begitu mendalam.
Delapan nyawa melayang dalam peristiwa nahas tersebut, terdiri dari pilot, kopilot, dan para penumpang.
Kepergian mereka bukan hanya menjadi angka dalam sebuah tragedi, tetapi luka yang nyata bagi keluarga dan orang-orang terdekat yang ditinggalkan.
Dari balik kabar duka itu, kisah-kisah haru mulai bermunculan.
Salah satunya datang dari sosok Capt. Marindra Wibowo, pilot helikopter PK-CFX, yang tinggal di Perum Grand Surya, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.
Seorang petugas keamanan di kompleks perumahan tersebut membagikan kisah harunya.
Ia mengaku cukup dekat dengan Capt. Marindra.
Meski bertugas di luar Jawa, almarhum rutin pulang kampung saat lebaran tiba.
Capt. Marindra secara rutin memberikan uang Tunjangan Hari Raya kepada para satpam perumahan.
“Biasanya pas pulang selalu ngobrol sama kami. Dia orangnya baik."
"Bahkan setiap lebaran juga ngasih THR kepada kami. Baik banget orangnya. Santun," kata dia, dikutip dari Surya.co.id, Sabtu (18/4/2026).
Ia mengaku sangat kehilangan atas kepergian Capt. Marindra.
Apalagi pertemuan terakhir baru terjadi beberapa minggu lalu.
Baca juga: TNI Kerahkan Ratusan Personel dan Dukungan Udara Evakuasi Korban Helikopter Airbus H130 di Sekadau
"Terakhir bertemu pas lebaran kemarin, saat hendak balik tugas. Tentu kami turut berduka atas peristiwa ini," tandasnya.
Mohamad Ichwan, ketua RT di tempat tinggal Capt. Marindra, juga bersaksi soal hal yang sama.
Ia menyebut almarhum selama hidupnya dikenal baik.
Capt. Marindra tidak sungkan bersosialisasi saat pulang ke Sidoarjo.
“Pak Marindra itu orangnya santun. Enak juga kita ajak sharing. Khususnya mengenai keamanan. Jiwa sosialnya juga bagus,” katanya.
Capt. Marindra sendiri meninggalkan seorang istri dan 3 anak.
Istri almarhum merupakan prajurit TNI.
Rencananya Capt. Marindra akan dimakamkan hari ini, Sabtu (18/4/2026) secara militer, di Pemakaman Warga TNI Angkatan Laut Wilayah Timur di Desa Gisik Cemandi, Kecamatan Sedati.
"Beliau ini termasuk keluarga militer dan beliau sendiri juga orang militer. Istrinya juga militer aktif."
"Nanti setibanya di Bandara Juanda, almarhum akan langsung dimakamkan di pemakaman militer," ujarnya, dikutip dari Kompas.com.
Kronologi Kejadian
Kapolda Kalimantan Barat (Kalbar) Irjen Pol Pipit Rismanto membeberkan kronologi kejadian yang menewaskan 8 orang ini.
Semua bermula ketika helikopter jenis Airbus H130 dari helipad PT Citra Mahkota di Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi, pada Kamis (18/4/2026) pukul 07.34 WIB
Heli dijadwalkan mendarat di helipad PT Graha Agro Nusantara I di Kecamatan Kubu Raya, Kabupaten Kubu Raya.
Beberapa jam mengudara, tiba-tiba helikopter yang dipiloti Capt. Marindra hilang kontak.
Posisi terakhir terdeteksi wilayah Dusun Gandis, Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.
"Dalam perjalanan, komunikasi terputus hingga akhirnya lokasi jatuh berhasil ditemukan pada pukul 18.50 WIB oleh tim gabungan."
"Lokasi kecelakaan berada di daerah terpencil dengan medan yang cukup terjal dan sulit diakses," urai Irjen Pol Pipit, dikutip dari TribunPontianak.co.id.
Pada akhirnya, tim harus berjalan kaki 1,5 jam menuju titik jatuhnya helikopter.
Petugas kemudian berhasil mengevakuasi 8 jenazah korban.
Kapolda Kalbar juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada seluruh keluarga korban dan permintaan maaf kepada masyarakat.
"Maaf atas keterlambatan informasi pada awal kejadian, mengingat proses verifikasi di lapangan membutuhkan kehati-hatian agar data yang disampaikan benar-benar akurat," tandasnya.
Baca juga: Warga Dengar Ledakan dan Tubuhnya Bergetar saat Insiden Helikopter Jatuh di Sekadau, 8 Orang Tewas
Daftar Kru dan Penumpang Helikopter PK-CFX
Kru:
- Kapten Marindra W (pilot)
- Harun Arasyd (co-pilot).
Penumpang:
- Patrick K
- Victor T
- Charles L
- Joko C
- Fauzie O
- Sugito
(Tribunnews.com/Endra)(Surya.co.id/M Taufik)(TribunPontianak.co.id/Anggita Putri)(Kompas.com)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.