Kamis, 30 April 2026

Berita Viral

Pengakuan Siswa SMP di Sumedang Putus Sekolah demi Bantu Jualan Fried Chicken: Kasian Ayah

Viral di media sosial, siswa SMP di Sumedang putus sekolah demi membantu ekonomi keluarga.

Tayang:
Editor: Nuryanti
TribunJabar/Istimewa/Istimewa/TikTok @8imazing
SISWA PUTUS SEKOLAH - Tangkapan layar video viral tangis perpisahan Ikhsan siswa SMPN 1 Tanjungsari di Sumedang, putus sekolah demi membantu ekonomi keluarganya, teman-temannya mengadu kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hingga Bupati Sumedang. 

Ringkasan Berita:
  • Viral di media sosial, siswa SMP di Sumedang putus sekolah demi membantu ekonomi keluarga.
  • Siswa bernama Ikhsan itu memilih menghabiskan waktunya mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WIB untuk menjajakan fried chicken dan tahu crispy.
  • Ia mengatakan, keputusannya itu pilihannya sendiri, tanpa paksaan dari pihak mana pun.

TRIBUNNEWS.COM - Fenomena siswa putus sekolah masih menjadi persoalan serius dalam sistem pendidikan Indonesia. 

Meski pemerintah telah mengupayakan berbagai program wajib belajar dan bantuan pendidikan, realitas di lapangan menunjukkan tidak semua anak Indonesia mampu menyelesaikan jenjang pendidikan dasar hingga menengah. 

Masalah ini bukan hanya isu pendidikan semata, tetapi juga berkaitan erat dengan kondisi sosial, ekonomi, dan pembangunan sumber daya manusia secara keseluruhan.

Satu di antara penyebab utama siswa putus sekolah yakni faktor ekonomi.

Di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, kisah seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), putus sekolah viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, tampak momen tangis perpisahan siswa SMP Negeri 1 Tanjungsari Sumedang, yang putus sekolah.

Narasi video itu menyebut siswa bernama Ikhsan (14) itu terpaksa putus sekolah demi membantu perekonomian keluarganya.

Lantas muncul narasi mengenai eksploitasi anak dalam peristiwa tersebut. Hal itu dibantah oleh Ikhsan.

Ia menyebut, keputusannya menanggalkan seragam sekolah adalah pilihannya sendiri, tanpa paksaan dari pihak mana pun.

Bagi siswa yang duduk di kelas 8 itu, melihat sang ayah berjuang sendiri menanggung beban keluarga jauh lebih berat daripada harus meninggalkan bangku sekolah.

Dengan tegas, Ikhsan membantah anggapan dirinya dipaksa bekerja oleh orang tuanya.

Baca juga: Sosok Syamsiah Guru PKN di Purwakarta: Pertama Kali Diolok Siswa Sejak mengajar 2003

Ia justru mengaku sempat berdebat dengan ayahnya, Imam Agus Faisal (34), yang tetap menginginkannya bersekolah.

"Ini niat saya sendiri, ingin membantu ayah jualan. Bahkan, ayah sempat melarang saya dan meminta tetap fokus sekolah," ujar I kepada Kompas.com, Senin (20/6/2026).

Remaja 14 tahun itu merasa iba dengan kondisi ayahnya.

Ia pun memilih menghabiskan waktunya mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WIB untuk menjajakan fried chicken dan tahu crispy di Kawasan Alun-alun Tanjungsari.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved