Penerimaan Mahasiswa Baru
Cara Panitia Cegah Kecurangan UTBK 2026, Mulai dari Booting Pakai Flashdisk hingga AI Pemburu Joki
Sejumlah panitia UTBK pakai cara-cara tertentu untuk meminimalisir adanya kecurangan seperti calo atau joki. ITS pakai AI, Untidar pakai cara khusus
Ringkasan Berita:
- Panitia UTBK di sejumlah universitas di Indonesia menggunakan cara-cara tertentu untuk meminimalisir adanya kecurangan seperti joki atau calo
- Di Untidar, panitia menggunakan booting melalui flashdisk, jadi peserta hanya bisa mengerjakan apabila ada flashdisk khusus yang tertancap di komputer
- Sementara di ITS, panitia menggunakan AI face recognition atau pengenalan wajah sejak daftar ulang
TRIBUNNEWS.COM - Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) digelar serentak di semua perguruan tinggi negeri pusat UTBK di seluruh Indonesia sejak Selasa (21/4/2026).
UTBK merupakan ujian seleksi perguruan tinggi negeri di Indonesia yang dilakukan menggunakan komputer dan hasilnya digunakan sebagai syarat utama mengikuti jalur seleksi nasional SNBT.
Ujian masuk universitas bagi calon mahasiswa ini juga tak luput dari praktik kecurangan.
Untuk menghindari adanya kecurangan tersebut, sejumlah panitia pelaksana UTBK menggunakan cara-cara tertentu.
Seperti yang dilakukan panitia UTBK di Universitas Tidar (Untidar) Magelang, Jawa Tengah.
Untuk meningkatkan keamanan, Untidar menerapkan sistem baru, yakni booting melalui flashdisk.
Booting merupakan proses menghidupkan komputer maupun perangkat pintar.
Dalam prosesnya, sistem operasi atau OS dimuat dari penyimpanan yang biasanya dari hard disk maupun SSD ke memori utama (RAM).
Sementara Untidar melakukan booting dari flashdisk, yang berarti komputer hanya bisa hidup apabila sebuah flashdisk khusus dihubungkan ke PC.
Mengutip TribunJogja.com, Kepala Unit Penunjang Akademik Teknologi Informasi dan Komunikasi Untidar, Adriyatna Agung Kurniawan mengatakan, sistem ini dirancang untuk meminimalisir kecurangan.
Ia menuturkan, peserta hanya bisa mengerjakan soal jika komputer membaca flashdisk sebagai perangkat eksternal.
Baca juga: Panitia UTBK di Surabaya Berhasil Bongkar Identitas Joki, Fotonya Sudah Digunakan Tahun Lalu
"Peserta hanya dapat mengerjakan soal jika komputer membaca flashdisk sebagai perangkat eksternal," ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Sistem ini dirancang karena pada tahun sebelumnya, banyak kecurangan terjadi karena adanya aplikasi yang tertanam di komputer.
"Tahun lalu, kecurangan cukup masif melalui aplikasi yang tertanam di komputer," lanjut Agung.
Ia menuturkan, pihak Untidar mengoperasikan 530 unit komputer untuk mendukung kelancaran ujian di seluruh lokasi.