Kamis, 23 April 2026

Sentil Bupati Batu Bara Ingin Pisah jadi Sumatera Timur, Bobby: Hati-hati, Bisa Malah Menciut

Menurut Bobby, pemekaran bukan hanya perluasan tetapi juga penciutan daerah.

Editor: Erik S
Istimewa/(Wikipedia - batubarakab.go.id)
PROFIL DAN SOSOK - Kolase foto Gubernur Sumut Bobby Nasution (kiri) dan Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian (kanan). Sosok Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian yang disentil Gubernur Sumut Bobby Nasution terkait wacana pemekaran Provinsi Sumatra Pantai Timur. 
Ringkasan Berita:
  • Gubernur Sumut Bobby Nasution mengingatkan pemekaran wilayah bisa membuat daerah berkurang, bukan hanya bertambah luas.
  • Ia menyampaikan hal itu kepada Bupati Batu Bara dalam Musrenbang RKPD 2027 di Medan.
  • Bobby menekankan prioritas pembangunan dan kemandirian fiskal sebelum pemekaran, agar tidak merugikan daerah sendiri.

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Gubernur Sumut (Sumatra Utara) Bobby Nasution mengingatkan Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian bisa kehilangan wilayah jika terjadi pemekaran wilayah.

Menurut Bobby, pemekaran bukan hanya perluasan tetapi juga penciutan daerah.

Hal itu disampaikan Bobby Nasution di acara  Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD ) 2027 di Kota Medan,Rabu (22/4/2026). Turut hadir Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada acara tersebut.

Awal mulanya, Bobby Nasution mengatakan ia akan melakukan pendekatan daerah di program RKPD 2027.  

Dikatakannya,  pendekatan  pertama adalah kawasan pertumbuhan seperti kota aglomarasi. Serta pengembangan kawasan industri terpadu.

"Satu daerah yang lagi coba pendekatan adalah  Kabupaten Batu Bara. ini ada kawasan industri yang kami coba bangun sama sama dengan Perusahaan KIM dan dana reksa di wilayah Batubara cuman kalau dimekarkan sama pak bupati gak jadi kami buat di sana," jelasnya saat sambutan. 

Menurutnya, Kawasan Kabupaten Batu Bara menjadu wilayah  yang bukan hanya akan dibangun industri tetapi juga akan dibangun pertanian cabai.

"Kalau mau jadi provinsi baru jadi bukan. Kawasan industri sumatera utara jdinya. ini wilayah sama kayak tadi pak  (menteri) untuk cabai itu kita fokuskna di Batubara cuman kalau jadi mekar gak jd kita buat ini pak," tuturnya.

Ia pun menjelaskan ke Mendagri bahwa  Bupati Batu Bara ingin daerahnya dimekarkan menjadi Provinsi.

"Mohon izin pak Mendagri, pak bupati Batubara pengen mekar katanya pak Jadi Provinsi Sumatera Timur," jelasnya.

Padahal, kata Bobby ia sudah mengingatkan berkali-kali pemekaran bukan hanya perluasan tetapi juga penciutan daerah.

"Saya pernah sampaikan pada saat paripurna, ketika moratorium pemekaran dibuka, bukan hanya pemekran yang harus dibicarakan. Tetapi juga penggabungan. Kalau ngomomg pemekran hanya jumlah kab/provinsi bertambah, tapi jangan tabu pak mentri ngomong gitu ketika kab/kota bahkan provinsi bisa berkurang,"jelasnya. 

Baca juga: Viral Diduga Tampar Pegawai BUMD Karena Pakai Narkoba, Ini Penjelasan Bobby Nasution

Bobby pun meminta Bupati Batu Bara untuk hati-hati dalam pembahasan pemekaran daerah.

"Jadi hati-hati juga pak Bahar (Bupati). Takut bukan malah berkembang tapi hilang pulak nanti takutnya kalau disatukan dengan Asahan gak enak juga. Bukan mekar tapi malah menciut," jelasnya.

Apalagi, kata Bobby saat ini kondisi keuangan daerah juga harus jadi pertimbangan utuk pemekaran.

"Apalagi kondisi keuangan kita hari ini. Takutnya ngeluh masalah P3K ngeluh, Ini kalau mau jadi Provinsi  belajar jd provinsi. Wewenang provinsi dikerjakan pake APBD batu bara.  Bercanda-bercanda ini pak, tapi ada serius nya dikit," tuturnya.

Usai sambutan, Bobby pun memberikan alasan ia menyentil Bupati Batu Bara di acara tersebut.

"Gerakan politik, kita sudah sampaikan jangan hanya gerakn politik saja. Tapi gerakan pembangunan juga," jelasnya 

Apalagi, kata Bobby, pembangunan Kabupaten Batubara masih mengandalkan transfer daerah.  

"Kita sampaikan untuk membangun sebuah daerah, itu banyak anggarannya.  Tadi bisa dilihat sendiri, anggaran Batubara itu  70 peresen maih mengandalkan transfer daerah. Sumut 60 persen sudah menghidupi diri sendiri dengan PAD. Begitupun Kota Medan 60 persen sudah menghidupi diri sendiri dari PAD," tegasnya.

Menurutnya, ia bukan sentimen ataupun tutup mata dengan adanya isu pemekeran tersebut. Namun, ada banyak hal yang harus jadi pertimbangan.

Baca juga: Duduk Perkara Bobby Nasution Marah ke Camat di Tapteng: di Sini Paling Lambat Kerjanya, Tau Kau

"Ini harusnya darsah perbaikan dulu, kalau  tadi bisa  hidup sendir, bisa membiayai sendiri dengan PAD tinggi,  trasfer pusat rendah. Mungkin bisa.  Jangan hanya  diskusi politik diskusi pembangunan dulu saran saya," jelasnya.

Jika nanti pembangunan daerah Batubara meningkat, masyarakat sejahtera barulah bisa ada wacana pemekeran tersebut.

"Kita terbuka, saya bukan anti atau tutup mata. Indikator diperbaiki, habis itu masyarakat sejahteta, cita-cita tercapai. Baru lepas. Jangan kekuatan politik diutamakan rebutan jadi gubernur dan lain-lain kan jadinya susah juga," jelasnya.

Sementara itu Tribun Medan sudah mencoba hubungi Bupati Batubara Baharuddin Siagian namun tak kunjung mendapat respon hingga berita ini diterbitkan. 

Diketahui,  Baharuddin Siagian, dikabarkan terlibat aktif dalam wacana pemekaran Provinsi Sumatera Pantai Timur (Sumpatim) yang kembali mengemuka. 

Ia dikabarkan, menghadiri pertemuan strategis (Rembuk ASLAB) yang membahas pembangunan dan dukungan terhadap pemekaran wilayah ini, bersama komite pemekaran.

Penulis: Anisa Rahmadani

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Gubsu Bobby Sentil Bupati Batu Bara di Depan Mendagri soal Ingin Pisah jadi Provinsi Sumatera Timur

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved