Minggu, 10 Mei 2026

Berita Viral

Mobil Civic Turbo Kades Hoho Dibom Molotov OTK, Korban: Cemen Amat yang Lempar

Serangan molotov ke mobil kades viral, pelaku misterius diduga pakai kendaraan senyap. Motif belum terungkap, publik resah.

Tayang:
Instagram/@hoho_alkaff
KADES HOHO DITEROR - Aksi teror berupa pelemparan bom molotov oleh OTK menimpa mobil milik Kades Hoho Alkaf, Kepala Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara.Pria yang aslinya bernama Welas Yuni Nugroho ini mengabarkan, peristiwa terjadi pada Jumat (24/4/2026), subuh. 
Ringkasan Berita:
  • Mobil milik Kades Hoho jadi sasaran pelemparan bom molotov oleh OTK saat dini hari.
  • Aksi terjadi cepat, pelaku diduga kabur menggunakan kendaraan listrik tanpa suara.
  • Korban mengungkap kronologi dan menantang pelaku, sementara polisi belum beri keterangan resmi.

TRIBUNNEWS.COM - Aksi teror berupa pelemparan bom molotov menimpa mobil milik Kades Hoho Alkaf, Kepala Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Insiden yang terjadi di kediamannya tersebut viral di media sosial, salah satunya Instagram lantaran mendapat tanggapan suka sebanyak 41 ribu dan lebih dari 2.500 komentar.

Pria yang aslinya bernama Welas Yuni Nugroho ini mengabarkan, peristiwa terjadi pada Jumat (24/4/2026), subuh.

Teror pelemparan diduga dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) dan terjadi dalam waktu singkat saat Kades Hoho baru tiba di lokasi.

Peristiwa itu diungkap langsung oleh Kades Hoho melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @hoho_alkaff.

Dalam keterangannya, ia menyebut pelaku kabur usai melakukan aksinya.

“Cemen amat yang lempar molotov baru kena 1 mobil langsung kabur, ditunggu lah part 2-nya nek pancen kendel. Baru 1 mobil Civic Turbo kagak ngefek buat gue, lanang tenan kok mlayu, lanang yo wani part 2 yo,” tulisnya.

Sementara dalam video yang diunggah, Kades Hoho menjelaskan kronologi kejadian yang berlangsung cepat.

Ia menyebut insiden terjadi sekitar pukul 04.15 WIB, tak lama setelah dirinya tiba di lokasi.

“Oke bray, ini kejadian hangat banget. Jadi baru aja mobil kita, jam empat lewat lima belas menit. Kita masuk baru lima menit, belum ada sepuluh menit,” ujarnya.

Korban juga memperlihatkan sisa-sisa bahan bakar yang diduga digunakan sebagai bom molotov, termasuk jejak cairan yang masih berceceran di lokasi kejadian.

Baca juga: Viral Rencana Pengadaan Kursi Pijat Pemkab Pati Rp40 Juta, Ternyata Disusun Sejak Era Sudewo

“Nih, bensin, minyak. Nih, ini bekas motornya. Ini motor pakai sepeda listrik jadi dia enggak bunyi,” lanjutnya.

Kades Hoho turut menjelaskan posisi pelaku saat melempar bom molotov.

Ia menyebut lemparan dilakukan dari jarak tertentu sebelum mengenai kendaraan.

KEPALA DESA VIRAL - Welas Yuni Nugroho atau yang akrab disapa Hoho Alkaf sedang menjadi perbincangan warganet karena tato yang ada di seluruh tubuhnya. Hoho Alkaf saat ini menjabat sebagai Kepala Desa Purwasaba, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Berikut sosok dan rekam jejak Hoho Alkaf.
KEPALA DESA VIRAL - Welas Yuni Nugroho atau yang akrab disapa Hoho Alkaf sedang menjadi perbincangan warganet karena tato yang ada di seluruh tubuhnya. Hoho Alkaf saat ini menjabat sebagai Kepala Desa Purwasaba, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Berikut sosok dan rekam jejak Hoho Alkaf. (TribunJateng.com/Fachri Sakti Nugroho)

“Lemparnya dari sini, ke sana, terus ada obornya dilempar molotov. Minyaknya masih seperti ini, lewer-lewer. Itu ada bekas botolnya, itu obornya,” jelasnya.

Dari keterangan tersebut, pelaku diduga menggunakan kendaraan listrik untuk menghindari suara mesin dan melancarkan aksinya secara diam-diam.

Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait motif maupun identitas pelaku.

Namun, peristiwa ini memicu kekhawatiran publik karena menggunakan bahan berbahaya dan berpotensi menimbulkan korban lebih luas.

Hingga kini, kasus tersebut masih menjadi perhatian warganet dan diharapkan segera diusut tuntas oleh aparat penegak hukum.

Insiden Pengeroyokan

Kasus pengeroyokan pernah menjadi sorotan dan Kades Hoho mengaku menjadi korban hingga mengalami kerusakan atribut kedinasan dan cedera fisik.

Peristiwa itu terjadi saat aksi unjuk rasa ratusan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Balai Desa Purwasaba, Selasa (11/3/2026).

Ia mengaku dihujani pukulan dari berbagai arah hingga kacamatanya remuk.

Insiden itu dipicu oleh desakan massa yang menuntut pembatalan hasil penjaringan perangkat desa.

Kades Hoho menceritakan duduk perkara peristiwa itu melalui media sosial Instagram pribadinya, @hoho_alkaf.

Hoho mengaku diserang saat hendak meninggalkan lokasi tak lama setelah audiensi dengan massa berlangsung memanas.

Ia mengaku dihujani pukulan dari berbagai arah, sebelum sempat mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan.

"Waktu saya baru keluar dari pintu aula, sebelum dikawal, langsung pukulan menghujani dari belakang, samping, dan depan. Kacamata saya sampai remuk karena dipukul dari depan," ungkap Hoho, Rabu (12/3/2026), dikutip dari TribunBanyumas.com.

Serangan itu membuat kacamata Hoho pecah, pakaian dinasnya robek, serta atribut namanya terlepas.

"Logo atribut saya juga pada rogol. Papan nama jatuh karena ketarik-tarik," ungkap dia.

Menurutnya, aksi anarkis itu dipicu kekecewaan salah satu anggota LSM yang tidak lolos seleksi perangkat desa karena nilainya jeblok.

Massa menuntut seleksi diulang, namun Hoho bergeming meski mendapat tekanan.

Hoho merasa seluruh tahapan sudah sesuai regulasi yang berlaku.

"Mereka nilainya di bawah, tapi maunya diulang. Kita kiblatnya regulasi, tapi mereka tetap tidak mau tahu. Tidak mungkin hasil seleksi dibatalkan hanya karena tekanan pihak tertentu," tegasnya.

Hoho juga menyampaikan apa yang ada dalam video viral, tak menampilkan peristiwa secara utuh.

Sebab, dalam video itu hanya memperlihatkan saat dirinya sudah berada di belakang mobil pengamanan.

Momen pengeroyokan dirinya dari awal tidak terekam secara utuh.

"Di video itu memang suruh keluar semua, tapi kenyataannya tidak seperti itu. Dan ada yang bilang saya tidak dikeroyok."

"Memang di video itu saya sudah diamankan karena sudah di belakang mobil," jelasnya.

Dalam peristiwa yang dialaminya, Hoho menyoroti kinerja aparat kepolisian di lokasi kejadian.

Menurutnya, petugas kurang sikap dalam memberikan perlindungan kepadanya, sehingga aksi anarkis terjadi.

Namun, pernyataan Kades Hoho itu dibantah oleh Kapolres Banjarnegara AKBP Mariska Fendi Susanto.

Mariska membantah ada pemukulan terhadap Kepala Desa Purwasaba dalam audiensi seleksi perangkat desa yang berujung ricuh.

Ia juga tidak mempermasalahkan jika Kades Hoho melaporkan anggotanya, Kapolsek Mandiraja AKP Akbarul Hamazah, ke Propam Polda Jateng.

Kades Hoho menuding Kapolsek Mandiraja tidak netral dalam pengamanan audiensi tersebut.

Baca juga: Gebrakan Kades Hoho Selama Menjabat, Dikeroyok Anggota LSM karena Seleksi Perangkat Desa

Mariska menerangkan anggotanya hanya melakukan pengamanan audiensi yang digelar di Balai Desa Mandiraja.

Audiensi itu dihadiri panitia seleksi perangkat desa dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Harimau.

Selain itu, juga ada sejumlah organisasi perangkat desa (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara.

"Kami hanya mengamankan saja. Saat mediasi tidak ada titik temu, karena situasi memanas Pak Kapolsek atas permintaan dari panitia akhirnya (peserta audiensi) dikeluarkan semua," kata Mariska saat dihubungi Kompas.com, Rabu (18/3/2026).

Polisi kemudian mengamankan Kades Hoho keluar ruangan hingga menuju rumahnya.

Dalam proses pengamanan tersebut, lanjut Mariska, kacamata dan papan nama Kades Hoho sempat terjatuh.

"Dalam prosesnya saat di dekat mobil kacamata yang bersangkutan sempat jatuh dan saat mendekat di mobil papan nama magnet sempat jatuh juga, namun diambilkan oleh anggota polisi," jelas Mariska.

Mariska tak menampik sempat terjadi ketegangan dalam peristiwa tersebut.

Akan tetapi, ia menyebut masih dalam tahap yang wajar.

"Terjadi ketegangan wajar, cuma tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Mariska.

Mariska kembali menegaskan mediasi berjalan lancar, tertib dan terkendali.

"Sementara berjalan aman-aman saja kalau dari pandangan kami. Kami tanya ke anggota juga bilang semua berjalan tertib," ujar Mariska.

Ia pun tak mempersoalkan apabila Kades Hoho melaporkan Kapolsek Mandiraja ke Propam Polda Jateng.

"Kalau dilaporkan ke Propam ya monggo (silakan). Selebihnya untuk prosesnya kami mengikuti Propam untuk mendalaminya," tegas Mariska.

LSM Harimau Bantah Pukul Kades Hoho

Sementara itu, Ketua LSM Harimau, Prakas, membantah anggotanya melakukan pengeroyokan terhadap Kades Hoho.

Prakas menjelaskan kehadiran pihaknya di balai desa bertujuan untuk melakukan pendampingan advokasi, bukan berdemonstrasi.

"Kita bukan demo, tidak ada demo sama sekali. Kami datang untuk pendampingan advokasi dalam audiensi atas permintaan sejumlah peserta yang tidak lolos seleksi," ujar Prakas saat dikonfirmasi, Minggu (15/3/2026), dilansir TribunBanyumas.com.

Dalam audiensi itu, LSM Harimau mewakili sekitar sepuluh peserta seleksi perangkat desa.

Mereka mempertanyakan transparansi panitia, terutama terkait penggunaan bank soal yang disimpan dalam sebuah flashdisk.

Prakas menilai hal tersebut tidak wajar karena sebelumnya ada saran agar panitia menggunakan soal baru.

"Ketika kami tanyakan soal flashdisk itu, ketua panitia tidak bisa menjelaskan. Situasi mulai tegang saat Kepala Desa ikut terlibat emosi, padahal yang kami tanyakan adalah pihak panitia," jelasnya.

Prakas menyebut, kericuhan pecah bukan karena provokasi dari pihaknya.

Namun, dipicu oleh kehadiran orang-orang dari luar daerah yang ikut tersulut emosi di ruang audiensi.

Ia mengaku memiliki rekaman video utuh sebagai bukti untuk membantah tudingan pengeroyokan.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunBanyumas.com dengan judul Pengakuan Kades Hoho Dikeroyok Massa, Kaca Mata Pecah hingga Baju Robek

(Tribunnews.com/ Chrysnha, Nanda Lusiana, TribunBanyumas.com/Permata Putra Sejati, Kompas.com/Fadlan Mukhtar Zain)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved