Minggu, 26 April 2026

Profil dan Kiprah Kades Hoho Alkaf, Rumah Diteror Bom Molotov hingga Mobil Terbakar, Pernah Viral

Berikut profil Kades Hoho Alkaf yang mobilnya terbakar akibat teror bom molotov di rumahnya yang berada di Banjarnegara.

Penulis: Nuryanti
Editor: Salma Fenty
Ringkasan Berita:

TRIBUNNEWS.COM - Rumah Kepala Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, yakni Welas Yuni Nugroho atau Hoho Alkaf, diteror bom molotov.

Bahkan, satu mobil Honda Civic Turbo miliknya yang terparkir di garasi rumah, terbakar.

Teror pembakaran mobil menggunakan bom molotov terjadi di rumah Kades Hoho Alkaf pada Kamis (23/4/2026) sekira pukul 04.10 WIB.

Kades Hoho bersama istri sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sebelum akhirnya warga berdatangan seusai salat Subuh.

Akibat kejadian tersebut, mobil yang dibeli pada 2020 dengan harga sekira Rp400 juta itu mengalami kerusakan parah.

"Untuk perbaikan belum tahu harus seperti apa, karena kondisinya terbakar seperti itu. Bagian dalamnya juga ikut terbakar," ungkap Kades Hoho, Jumat (24/4/2026), dilansir TribunJateng.com.

Sementara itu, berikut profil Kades Hoho Alkaf yang mobilnya terbakar akibat teror bom molotov:

Profil dan Kiprah Kades Hoho Alkaf

Kades Hoho Alkaf lahir di Banjarnegara, Jawa Tengah, pada 11 Juni 1983.

Kades Hoho memiliki nama lengkap Welas Yuni Nugroho.

Nama itu diberikan oleh orang tuanya yakni Hartati dan Siswoyo Siswoharsono.

Adapun sang ayah yakni Siswoyo merupakan anggota DPRD Banjarnegara yang menjabat empat kali periode.

Baca juga: Kronologi Rumah Kades Hoho Diteror Bom Molotov, Diduga Terkait Konflik Penjaringan Perangkat Desa

Siswoyo juga merupakan mantan Kepala Desa Purwasaba periode 1990-1998.

Kades Hoho mengambil jurusan S1 Hukum di Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Lalu, untuk jenjang S2, ia mengambil jurusan yang sama.

Dikutip dari TribunJateng.com, Hoho kemudian melanjutkan perjuangan sang ayah menjadi kepala Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Hoho juga merupakan calon incumbent yang maju lagi di Pilkades tahun 2019.

Kala itu, dia bertarung dengan dua calon lain, bernama Bondan Apriyanto dan Huru Purwanto.

Pada akhirnya, Hoho menang dengan memperoleh 1.899 suara sah.

Selama memimpin desa, Hoho dikenal nyentrik.

Selain karena memiliki tato di hampir seluruh tubuhnya, ia juga berani membuat gebrakan di desanya, khususnya di sektor pariwisata.

KEPALA DESA VIRAL - Welas Yuni Nugroho atau yang akrab disapa Hoho Alkaf sedang menjadi perbincangan warganet karena tato yang ada di seluruh tubuhnya. Hoho Alkaf saat ini menjabat sebagai Kepala Desa Purwasaba, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Berikut sosok dan rekam jejak Hoho Alkaf.
KEPALA DESA VIRAL - Welas Yuni Nugroho atau yang akrab disapa Hoho Alkaf sedang menjadi perbincangan warganet karena tato yang ada di seluruh tubuhnya. Hoho Alkaf saat ini menjabat sebagai Kepala Desa Purwasaba, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Berikut sosok dan rekam jejak Hoho Alkaf. (TribunJateng.com/Fachri Sakti Nugroho)

Diberitakan TribunJabar.id, selamat menjabat sebagai kades, Hoho Alkaf mengaku memilih fokus membangun desa daripada menanggapi komentar miring dari publik.

Kades Hoho Alkaf sempat menghibahkan satu unit mobil pribadi miliknya untuk operasional desa.

Pada tahun 2023, Kades Hoho Alkaf diketahui ingin membeli mobil untuk ambulans desa.

Uang untuk membeli ambulans tersebut ia rogoh dari kocek pribadinya.

Sebelum menjabat sebagai kades, Hoho Alkaf juga pernah mengaspal jalan desa dengan uang pribadinya.

Jalan aspal sepanjang sekitar 800-an meter yang menghubungkan warga antar dusun tersebut mulanya masih tanah.

Padahal akses tersebut penting untuk menunjang mobilitas warga.

Hoho membangun jalan selebar tiga meter yang hingga kini dapat dilalui oleh kendaraan roda empat.

Pernah Viral Dikeroyok Massa

Aksi demonstrasi yang berlangsung di Kantor Balai Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, berujung ricuh pada Selasa (11/3/2026) lalu.

Kades Hoho Alkaf mengaku menjadi korban pengeroyokan oleh puluhan orang usai aksi unjuk rasa tersebut.

Peristiwa itu terjadi saat Kades Hoho hendak meninggalkan kantor balai desa setelah aksi demonstrasi yang diikuti  para anggota sebuah LSM.

Situasi memanas ketika massa mulai mendesak agar proses penjaringan perangkat desa dibatalkan.

Baca juga: Rumah Kades Hoho Alkaf Diteror OTK, Mobil Terbakar hingga Polisi Temukan Kain dan Kayu

Melalui media sosial pribadinya @hoho_alkaff, ia mengaku dirinya tiba-tiba diserang oleh sejumlah orang dari kerumunan massa saat hendak keluar dari lokasi.

"Saya hendak keluar dari balai desa, tapi langsung diserang dan dikeroyok."

"Kacamata saya pecah dan baju saya robek," ungkap Hoho dalam unggahan yang kemudian viral di media sosial, sebagaimana diberitakan TribunJateng.com.

Hoho menjelaskan, saat baru keluar dari pintu aula balai desa dan sebelum sempat dikawal aparat, sejumlah orang langsung memukulnya dari berbagai arah.

"Waktu saya baru keluar dari pintu aula sebelum dikawal, langsung pukulan menghujani dari belakang, samping, belakang, dan depan."

"Kacamata saya sampai remuk karena dipukul dari depan," papar dia.

Hoho juga menyoroti sikap aparat keamanan yang dinilai tidak sigap dalam mengendalikan situasi.

Ia menilai aparat kepolisian yang berada di lokasi tidak memberikan perlindungan maksimal saat kericuhan terjadi.

Kades Hoho lantas meminta perlindungan hukum atas insiden yang dialaminya dalam peristiwa tersebut kepada Camat, Bupati, hingga Propam Mabes Polri.

"Saya minta keadilan, saya pejabat pemerintah sudah melaksanakan, pekerjaan saya sebaik-baiknya, begitupula dengan panitia."

"Tetapi saya dipaksa mengulang, karena anggota dari LSM itu nilainya di bawah, tapi maunya diulang, kita kiblatnya regulasi tapi mereka tetap tidak mau tahu," terangnya.

(Tribunnews.com/Nuryanti) (TribunJateng.com/Permata Putra Sejati/Msi) (TribunJabar.id/Hilda Rubiah)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved