Dari Wonosobo, Seruan Nasional Perangi Hoaks Demi Masa Depan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan perang terhadap hoaks demi persatuan kepercayaan publik dan investasi sehat.
Narasumber lain, Indrajaya Pilliang, wartawan senior menyarankan jangan percaya setiap informasi yang masuk ke ponsel pintar kita.
"Metode di jurnalistik adalah tidak mempercayai setiap informasi yang datang ke kita. Cek dulu kebenarannya melalui berbagai jalur bisa seperti google atau berbagai platform AI", kata Indra J Piliang host dari Madilog Podcast
Pemateri lain, Prof Iswandi Saputra, Staf Ahli Kemenag RI, menjelaskan bedanya hoaks dan mitos.
"Hoax biasanya terkait politik dan kekuasaan, bukan kebenaran, kalau mitos terkait budaya yang telah menjadi keyakinan", kata Prof Iswandi Saputra.
Hoaks menyebar dengan cepat karena algoritma dan sistem insentif di media sosial mendorong itu.
"Cara menghentikan hoax tidak cepat menyebar adalah dengan tidak melanjutkan menonton video hoax sebelum lima detik. Karena setelah lima detik kita sama saja memberikan gift, like, adsense ke pembuat hoax", kata Prof Iswandi.
Para narasumber sepakat dengan pernyataan para pejabat yang hadir di seminar ini, bahwa diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan tokoh nasional, Wonosobo.
Dengan itu Wonosobo diharapkan mampu berkembang sebagai daerah yang tidak hanya unggul di sektor pariwisata, tetapi juga memiliki ketahanan sosial yang kuat dan daya tarik investasi yang tinggi.
“Dari Wonosobo, kami menyatakan melawan hoaks adalah langkah nyata menjaga kebenaran, menjaga persatuan, dan menjaga masa depan Indonesia," kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Seminar-Wonosobo.jpg)