Minggu, 26 April 2026

Dari Wonosobo, Seruan Nasional Perangi Hoaks Demi Masa Depan

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan perang terhadap hoaks demi persatuan kepercayaan publik dan investasi sehat.

Penulis: Erik S
Editor: Glery Lazuardi
HO/IST
Seminar 'Wonosobo Melawan Hoaks' di Gelanggang Olahraga Kampus Universitas Sains Alquran (NSIQ 2), Sabtu (25/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan perang terhadap hoaks demi persatuan kepercayaan publik dan investasi sehat.
  • Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan hal tersebut dalam seminar Wonosobo Melawan Hoaks bersama narasumber nasional terkemuka.
  • Peserta mendeklarasikan komitmen menolak hoaks menjadi pengguna digital kritis bijak bertanggung jawab demi pembangunan daerah.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah secara tegas menyatakan perang terhadap hoaks sebagai bagian dari upaya menjaga persatuan, memperkuat kepercayaan publik, dan menciptakan iklim investasi yang sehat. 


Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Ahmad Luthfi, dalam seminar 'Wonosobo Melawan Hoaks' di Gelanggang Olahraga Kampus Universitas Sains Alquran (NSIQ 2), Sabtu (25/4/2026).


Kegiatan ini diinisiasi oleh Gerakan Mantap Pilih Prabowo (GMPP) pimpinan Mantep Abdul Gani seorang tokoh Wonosovo an menghadirkan sejumlah narasumber nasional, di antaranya Prof. Iswandi Syahputra (Guru Besar UIN Jakarta), Indra Jaya Piliang, serta Hersubeno Arief yang dikenal sebagai wartawan senior.


Dalam sambutannya, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa hoaks dan disinformasi merupakan ancaman nyata yang dapat memecah belah masyarakat serta menghambat pembangunan daerah.


 “Jangan biarkan masyarakat kita terpecah oleh informasi yang tidak benar. Informasi harus menjadi alat untuk membangun, bukan memecah belah,” tegasnya.


Senada dengan Gubernur Ahmad Luthfi, dalam kesempatan yang sama, Koordinator Nasional GMPP, Mantep Abdul Gani, menegaskan diperlukan stabilitas untuk membangun Wonosobo.


Hal ini karena menurutnya Wonosobo memiliki potensi besar untuk berkembang tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai kawasan investasi dan kota residensial.


“Wonosobo jangan hanya jadi kota destinasi wisata. Kita ingin menjadi kota investasi, tempat orang datang, tinggal, dan berkontribusi secara ekonomi,” ujarnya.


Seminar ini dihadiri lebih dari 3.000 peserta dari berbagai kalangan inimulai dari mahasiswa, pengemudi ojek online, hingga masyarakat umum. Ini juga menjadi momentum Deklarasi Wonosobo Melawan Hoaks yang dipimpin oleh Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat bersama GMPP.


Dalam deklarasi tersebut, seluruh peserta menyatakan komitmen bersama menolak segala bentuk hoaks, disinformasi, dan informasi menyesatkan. Menjadi pengguna media digital yang bijak, kritis, dan bertanggung jawab


Kegiatan ini menjadi tonggak awal gerakan sistematis melawan hoaks di tingkat daerah, sekaligus memperkuat fondasi sosial bagi pembangunan berkelanjutan.


Dalam seminar Wonosobo Melawan Hoaks ini Hersubeno Arief, produsen konten dan wartawan senior memberikan contoh-contoh kongket hoaks yang baru saja terjadi di jagad media sosial dan sangat berbahaya jika dipercaya.


Misalnya terkait pernyataan mantan wakil presiden Jusuf Kalla yang dipelintir menjadi hoax. "Hoaks ini kalau dipercaya bisa memicu permusuhan antara umat beragama", kata Hersubeno Arief. 


Tambah lagi, baru saja ada hoaks yang menyatakan Jusuf Kalla meninggal dan sudah 2500 orang yang menshare. 


Saya juga sudah mengecek ke berbagai kanal resmi media baik mainstream maupun media sosial, itu tidak ada. 


Narasumber lain, Indrajaya Pilliang, wartawan senior menyarankan jangan percaya setiap informasi yang masuk ke ponsel pintar kita. 


"Metode di jurnalistik adalah tidak mempercayai setiap informasi yang datang ke kita. Cek dulu kebenarannya melalui berbagai jalur bisa seperti google atau berbagai platform AI", kata Indra J Piliang host dari Madilog Podcast


Pemateri lain, Prof Iswandi Saputra, Staf Ahli Kemenag RI, menjelaskan bedanya hoaks dan mitos. 


"Hoax biasanya terkait politik dan kekuasaan, bukan kebenaran, kalau mitos terkait budaya yang telah menjadi keyakinan", kata Prof Iswandi Saputra. 


Hoaks menyebar dengan cepat karena algoritma dan sistem insentif di media sosial mendorong itu. 


"Cara menghentikan hoax tidak cepat menyebar adalah dengan tidak melanjutkan menonton video hoax sebelum lima detik. Karena setelah lima detik kita sama saja memberikan gift, like, adsense ke pembuat hoax", kata Prof Iswandi. 


Para narasumber sepakat dengan pernyataan para pejabat yang hadir di seminar ini, bahwa diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan tokoh nasional, Wonosobo.


Dengan itu Wonosobo diharapkan mampu berkembang sebagai daerah yang tidak hanya unggul di sektor pariwisata, tetapi juga memiliki ketahanan sosial yang kuat dan daya tarik investasi yang tinggi.


“Dari Wonosobo, kami menyatakan melawan hoaks adalah langkah nyata menjaga kebenaran, menjaga persatuan, dan menjaga masa depan Indonesia," kata dia.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved