Senin, 27 April 2026

Super League

Respons Dedi Mulyadi Disindir ‘Shut Up KDM’ oleh Bobotoh: Kritik Demi Profesionalisme Persib

Dedi Mulyadi santai tanggapi spanduk “Shut Up KDM” bobotoh Persib Bandung, sebut kritik demi profesionalisme sepak bola.

Tayang:
Editor: Glery Lazuardi
Tribun Flores/Facebook Tribun Flores
DEDI MULYADI - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi santai tanggapi spanduk “Shut Up KDM” bobotoh Persib Bandung, sebut kritik demi profesionalisme sepak bola. 
Ringkasan Berita:
  • Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menanggapi santai spanduk “Shut Up KDM” dari bobotoh Persib Bandung saat melawan Arema FC. 
  • Ia menyebut kritik itu sebagai pengingat menjaga profesionalisme sepak bola dan mengajak suporter fokus mendukung tim di sisa laga musim ini

TRIBUNNEWS.COM - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menanggapi santai kemunculan spanduk bertuliskan “Shut Up KDM” yang dibentangkan bobotoh Persib Bandung saat laga melawan Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Jumat (24/4/2026).

Spanduk berlatar putih tersebut sempat viral di media sosial dan memicu beragam respons publik. Namun, Dedi memilih meresponsnya secara terbuka dan penuh apresiasi.

“Teman-teman bobotoh yang berada di Tribun Utara GBLA, saat pertandingan melawan Arema, saya mengucapkan terima kasih ya atas spanduk yang dibentangkannya,” kata Dedi, Minggu (26/4/2026).

Menurutnya, pesan dalam spanduk tersebut memiliki makna positif, yakni sebagai pengingat agar dunia sepak bola tetap dijaga profesionalismenya tanpa tercampur kepentingan lain, termasuk politik.

“Saya yakin didasarkan pada sebuah keinginan agar profesionalisme sepak bola tetap terjaga tanpa tercederai oleh politik,” ujarnya.

Dedi menegaskan bahwa kritik dari suporter merupakan hal penting yang perlu diterima dengan terbuka. Ia menganggapnya sebagai bentuk kontrol sosial agar semua pihak tidak melampaui batas.

“Saya ucapkan terima kasih saya sudah diingatkan,” katanya.

Ia pun mengajak bobotoh untuk lebih fokus memberikan dukungan kepada Persib dalam menghadapi lima laga terakhir musim ini, ketimbang terlibat perdebatan di media sosial.

“Semangat bertanding habis-habisan, bukan berdebat habis-habisan di media sosial. Haturnuhun,” ucapnya.

Baca juga: Spanduk Shut Up KDM di Laga Persib, Dedi Mulyadi: Niat Baik dari Pendukung

Polemik Bonus Rp 1 Miliar

Selain soal spanduk, Dedi juga menanggapi polemik bonus Rp1 miliar untuk pemain Persib yang dikaitkan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait.

Ia menjelaskan bahwa bonus tersebut berasal dari Maruarar Sirait, yang akrab disapa Ara, sebagai bentuk dukungan terhadap tim. Dedi menyebut Ara sebagai “Asep Ara Sirait” karena kedekatannya dengan Jawa Barat sejak masa kuliah di Universitas Parahyangan Bandung.

Menurut Dedi, bonus itu muncul dalam pertemuan antara dirinya, Ara, dan manajemen Persib saat membahas target ambisius meraih tiga gelar juara beruntun.

Dalam diskusi tersebut, Ara secara spontan menyatakan kesiapannya memberikan bonus untuk setiap pertandingan tandang.

“Sehingga secara spontan saat itu Bang Ara menyampaikan bahwa akan membantu memberikan bonus pada setiap pertandingan di kandang lawan,” kata Dedi.

Meski awalnya diminta untuk tidak dipublikasikan, Dedi tetap mengungkapkan informasi tersebut ke publik sebagai bentuk transparansi.

Ia juga memastikan langkah itu tidak melanggar aturan setelah berulang kali mengonfirmasi kepada manajemen Persib.

Saat ini, Persib masih memimpin klasemen liga, meski persaingan semakin ketat usai hasil imbang dalam dua laga terakhir serta tren kemenangan yang diraih tim pesaing.

Dalam situasi ini, dukungan bobotoh dinilai menjadi faktor penting bagi Persib untuk menjaga peluang meraih gelar juara tiga musim berturut-turut.

(Tribun Jabar/Tribunnews)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved