2 Kasus Siswa Kibarkan Bendera Bintang Kejora di Papua, Beberapa Siswa Tertembak
Dua kasus pelajar mengibarkan bendera Bintang Kejora terjadi di Papua di tengah momen perayaan kelulusan SMA.
Ringkasan Berita:
- Sejumlah pelajar di Papua mengibarkan bendera Bintang Kejora di tengah aksi perayaan kelulusan SMA.
- Kasus itu terjadi di Nabire, Papua Tengah, dan di Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan.
- Sejumlah pelajar dikabarkan tertembak dalam kasus di Mamberamo Tengah.
TRIBUNNEWS.COM - Dua kasus rombongan pelajar mengibarkan bendera Bintang Kejora terjadi di Papua di tengah momen perayaan kelulusan sekolah menengah atas (SMA).
Bintang Kejora adalah bendera yang kerap dikibarkan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan sering dikaitkan dengan gerakan separatisme.
Kasus pengibaran itu terjadi di kawasan Pantai Nabire, Papua Tengah, pada hari Senin, (4/5/2026), dan di Distrik Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Provinsi Papua Pegunungan, sehari berselang.
Di Nabire ada enam pelajar yang ditangkap polisi setelah melakukan aksi konvoi ugal-ugalan sembari membawa bendera Bintang Kejora. Aksi mereka dikabarkan menyebabkan dua orang mengalami kecelakaan.
Sementara itu, di Kobakma para siswa SMA mengibarkan Bintang Kejora saat pawai kelulusan. Nahas, pawai berujung ricuh karena para pelajar bentrok dengan aparat keamanan di kawasan pasar. Beberapa pelajar dilaporkan tertembak.
Kasus di Kobakma
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh wartawan Tribun Papua, kericuhan di Distrik Kobakma berawal ketika rombongan siswa SMA Negeri Kobakma melakukan aksi jalan kaki guna merayakan kelulusan, Selasa, (5/5/2026).
Polisi berusaha menghentikan rombongan itu lantaran mereka membawa Bintang Kejora. Kedua belah pihak terlibat aksi dorong sekitar pukul 11.00 WIT di kawasan pasar.
Situasi memburuk setelah massa warga bergabung dengan rombongan siswa. Massa mulai melemparkan benda tumpul.
Sementara itu, aparat membalas dengan tembakan gas air mata dan bom asap guna memecah kerumunan.
Sedikitnya tujuh warga sipil, kebanyakan pelajar, terluka akibat bentrokan itu. Para korban kini dirawat intensif di Rumah Sakit Lukas Enembe, Mamberamo Tengah.
Nita Sibak (20), salah satu korban, dilaporkan mengalami luka tembak di bagian tangan kiri. Yali Elabi (18), siswa lain, berada dalam kondisi kritis karena paha kanannya tertembak.
Baca juga: Bawa Bendera Bintang Kejora, Pawai Kelulusan Siswa SMA di Papua Pegunungan Ricuh, Pelajar Tertembak
Adapun seorang polisi dikabarkan terluka serius dan sempat hilang kesadaran karena bentrokan itu.
Berikut adalah identitas warga yang menjalani perawatan.
- Yali Elabi (18): luka tembak di paha (kritis)
- Nita Sibak (20): Luka tembak di tangan kiri
- SP (17): luka-luka
- Enius Wanimbo (22): luka-luka
- Wajus Pagawak (24): luka-luka
- Abi Yikawa (24): dalam pendalaman medis
- Nius Wandikbo (19): dalam pendalaman medis
Aparat keamanan masih bersiaga di sejumlah titik strategis di Kobakma pada Selasa malam demi mencegah konflik meluas.
Hari ini, Rabu, 6 Mei 2026, Wakil Bupati Mamberamo Tengah dijadwalkan mengikuti pertemuan dengan pihak kepolisian di Polres Kobakma untuk mencari solusi damai dan mencegah kasus memburuk.
Baca juga: Bertemu Tokoh Masyarakat Papua Barat Daya Alfons Kambu, Kaesang Bahas Kemajuan Daerah