Kamis, 14 Mei 2026

Siswa SMP di Sragen Belajar dari Rumah setelah Atap Sekolahnya Ambruk

Atap kelas MTs di Sragen ambruk saat KBM, siswa kini belajar daring sementara usai ruang kelas rusak parah.

Tayang:

"Saat itu baru mulai pelajaran Bahasa Inggris. Saya mendengar suara kretek-kretek dari atas dan melihat serpihan kayu jatuh ke bawah. Saya duduk paling depan dekat meja guru," kata Hafsah.

Sesaat sebelum terjatuh, ia sempat mencoba untuk keluar kelas.

Nahas, belum sempat keluar kelas, atap ruang kelasnya ambruk dan menimpanya.

"Saat itu sempat mau lari, tapi terjatuh dan kena kayu. Saya sempat bisa keluar. Saat itu saya tidak tahu apa-apa karena fokus melarikan diri," ujarnya kepada TribunSolo.com.

Baru Sekali Direnovasi

Terpisah, Ketua PCM Sambungmacan sekaligus Ketau Komite MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan, Agus Anwar Rosidi mengatakan, semenjak dibangun puluhan tahun lalu, sekolah tersebut baru sekali diperbaiki pada tahun 2000.

Kepada TribunSolo.com, pihak sekolah pernah meminta dana melalui Education Management Information System (EMIS) namun tak lolos.

EMIS merupakan sistem pendataan resmi dari Kementerian Agama RI untuk mengelola data lembaga, santri, guru, dan sarana prasarana secara terintegrasi.

Baca juga: Nasib Siswa SMKN 1 Cileungsi Bogor yang Jadi Korban Ambruknya Atap Sekolah

"Kami sudah pernah mengajukan dana untuk perbaikan melalui EMIS, tapi tidak lolos," ungkap dia.

Pihak sekolah bersama pengurus daerah Muhammadiyah (PD Muhammadiyah) pun telah mengajukan renovasi.

"Kami sudah komunikasi dengan PD Muhammadiyah. Direncanakan tiga ruang kelas ini akan dilakukan renovasi secepatnya setelah penyelidikan selesai. Biaya diperkirakan Rp100 juta untuk tiga ruang kelas," kata dia.

Wiyono selaku Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag RI Sragen juga mengatakan hal senada.

Namun, pengajuan batal karena tak memenuhi syarat 100 siswa.

Diketahui, MTS Muhammadiyah 4 Sambungmacan cuma memiliki 51 murid.

"Kemarin sudah disurvei dan diajukan untuk perbaikan ke kami, namun ada yang tidak memenuhi syarat yaitu jumlah siswa di bawah 100 orang. Sedangkan jumlah siswa di MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan sekitar 51 orang," kata dia.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Buntut Atap MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan Sragen Ambrol, Siswa Belajar Daring

(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunSolo.com, Mardon Widiyanto)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved