Kamis, 21 Mei 2026

Mahasiswi UIN Solo Mengaku Dilecehkan Dosen saat Sidang Skripsi, Kasus Ditangani Satgas PPKS

Dugaan pelecehan seksual oleh oknum dosen berinisial F di UIN Raden Mas Said Solo mencuat setelah sepuluh mahasiswi berani bersuara.

Tayang:
Penulis: Faisal Mohay
Editor: Nuryanti
Ringkasan Berita:
  • Kasus ini terungkap setelah akun Instagram @uinsolostory mengunggah dugaan pelecehan fisik dan verbal yang dilakukan oleh dosen F.
  • Hingga kini, tercatat ada 10 mahasiswi yang mengaku menjadi korban dan mereka mendesak pihak kampus memberikan sanksi.
  • Rektor UIN Solo, Toto Suharto, menyatakan bahwa kasus ini sedang ditangani Satgas PPKS.

 

TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah kasus pelecehan seksual terjadi di lingkungan perguruan tinggi menunjukkan bahwa ruang akademis yang seharusnya menjadi tempat aman bagi mahasiswi semakin mengkhawatirkan.

Dugaan kasus pelecehan terjadi di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said, Solo, Jawa Tengah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia.

Awalnya, dugaan pelecehan yang dilakukan dosen berinisial F diunggah di akun Instagram @uinsolostory.

Sejumlah korban kemudian berani bersuara dan meminta pihak kampus memberi sanksi tegas.

Salah satu korban berinisial P mengaku dilecehkan saat menjalani sidang skripsi pada akhir tahun 2024.

P yang sudah lulus kuliah menjelaskan hanya ada dirinya dan F di ruang sidang karena dosen lain berhalangan hadir.

“Awalnya biasa saja seperti ujian pada umumnya. Tapi setelah itu beliau mulai membalas status media sosial saya, meminta foto, hingga mengirim pesan-pesan yang menurut saya tidak wajar,” ungkapnya, Selasa (19/5/2026), dikutip dari TribunSolo.com.

Baca juga: Kawal Pemulihan Korban Pelecehan Seksual, Mensos Gus Ipul: Kami Berdiri di Disi Korban

Korban merasa tertekan karena F selalu mendekatinya.

“Waktu itu beliau memegang tangan saya. Padahal kami sedang sidang dan hanya berdua di ruangan,” lanjutnya.

Kasus pelecehan kembali dilakukan secara verbal melalui pesan WhatsApp.

Selain P, mahasiswi lain mengaku mendapat pesan bernada personal dari F.

“Korban ternyata banyak. Ada yang cerita dan menunjukkan bukti chat, ada juga yang hanya berani bercerita karena chat-nya sudah dihapus,” tandasnya.

Menurut P, dosen tersebut pernah terlibat kasus pelecehan di fakultas lain.

“Kalau memang sudah pernah ada laporan sebelumnya, kenapa hanya dimutasi? Menurut saya itu bukan solusi,” tukasnya.

Baca juga: Dosen UNU Blitar Diduga Lakukan Pelecehan, Mahasiswa Ancam Mogok Kuliah jika Pelaku Tak Dipecat

Hingga kini, ada 10 mahasiswi yang mengaku mendapat pelecehan baik fisik maupun verbal.

“Kalau sudah berkali-kali terjadi, rasanya teguran saja tidak cukup,” imbuhnya.

Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Toto Suharto, menjelaskan korban telah membuat laporan melalui aplikasi Sistem Layanan Pengaduan (SILADA).

Kasus tersebut masih ditangani Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) UIN Solo.

“Ketua Satgas kemudian memberikan peringatan dengan keras dan tegas, dan meminta pelaku agar meminta maaf pada korban secara langsung, dan berjanji tidak akan mengulangi lagi pada siapapun,” katanya.

Pihak kampus telah memanggil dosen yang bersangkutan serta melakukan koordinasi internal.

Sebagian artikel telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Rektor UIN Raden Mas Said Solo Akui Ada Laporan Dugaan Pelecehan, Pelaku Diberi Peringatan Keras

(Tribunnews.com/Mohay) (TribunSolo.com/Anang)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved