Jumat, 22 Mei 2026

2 Kisah Pilu Ibu Hamil Ditandu Imbas Jalan Rusak Mei 2026, Warga Polman 4 Jam Perjalanan ke RS

Masni, warga Polewali Mandar, Sulawesi Barat yang hendak melahirkan harus ditandu melewati jalan setapak tengah hutan menuju RS, Selasa (19/5/2026).

Tayang:
Kolase foto (Tribun-Sulbar.com/Tangkapan Layar-Tribun Medan)
IBU HAMIL DITANDU - Video viral perjuangan warga menandu pasien menuju ke rumah sakit karena akses jalan rusak kembali terjadi di Kabupaten Polman, Sulbar, Selasa (19/5/2026) (kiri) - Seorang ibu hamil bernama Tuti Daulay ditandu warga ramai-ramai saat hendak melahirkan di Tapanuli Selatan, Sabtu (9/5/2026) (kanan). Dua ibu hamil harus ditandu karena akses jalan pada bulan Mei 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Dua ibu hamil harus ditandu karena akses jalan pada bulan Mei 2026.
  • Masni, Kabupaten Polewali Mandar harus ditandu melewati jalan setapak tengah hutan menuju rumah sakit, Selasa (19/5/2026).
  • Tuti Daulay , warga Tapanuli Selatan harus ditandu sejauh 30 kilometer saat hendak melahirkan demi sampai ke rumah sakit.

 

TRIBUNNEWS.COM - Peristiwa ibu hamil ditandu karena jalan rusak kembali menyita perhatian publik, sekaligus menyoroti kondisi infrastruktur di sejumlah daerah Indonesia.

Imbas akses jalan rusak, dua ibu hamil terpaksa ditandu menggunakan alat terbatas pada bulan Mei 2026.

Keduanya adalah warga di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) dan Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara.

Terbaru, warga bernama Masni yang hendak melahirkan harus ditandu melewati jalan setapak tengah hutan dan menyeberangi sungai menuju rumah sakit, Selasa (19/5/2026).

Masni merupakan warga Desa Ratte, Kecamatan Tutar, Kabupaten Polman. 

Ia harus menempuh perjalanan 9 Kilometer dengan ditandu menuju desa Taramanu Tua.

Barulah, Masni bisa menggunakan mobil menuju Rumah Sakit (RS) Pratama di Kecamatan Wonomulyo.

Dalam video yang beredar di media, terlihat sejumlah orang bergotong royong memikul tandu yang membawa pasien. Pasien itu, adalah Masni yang berusia 27 tahun hendak bersalin.

Tandu yang dibawa warga, terbuat dari kain sarung yang diberi bambu.

Warga harus berjalan kaki melewati jalan di tengah hutan.

Baca juga: Viral Isu Pocong di Ciputat Tangsel Ternyata Pengamen Cosplay, Polisi Imbau Warga Tak Perlu Takut

Namun, nasib malang dialami Masni. Setibanya di rumah sakit dan mendapat pertolongan melalui operasi sesar, bayi yang dilahirkan pasien meninggal dunia.

Hal itu, dikonfirmasi oleh Kepala Desa Ratte, Habri kepada wartawan melalui sambungan telepon.

“Sempat sampai di rumah sakit pasien, dioperasi, anaknya tidak tertolong,” katanya, dilansir Tribun-Sulbar.com

Menurut Habri, ketuban pasien sudah pecah saat ditandu warga untuk mendapat penanganan di RS. 

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved