Cirebon Raya Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 PBNU, Ini Alasannya
PCNU) Kabupaten Cirebon resmi mengajukan kawasan Cirebon Raya sebagai lokasi penyelenggaraan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35.
Ringkasan Berita:
- PCNU Kabupaten Cirebon mengusulkan Cirebon Raya menjadi lokasi penyelenggaraan Muktamar NU ke-35 mendatang resmi.
- Usulan tersebut didukung pengurus NU, pesantren besar, serta aspirasi Nahdliyin wilayah Cirebon dan sekitarnya.
- Cirebon dinilai layak karena memiliki sejarah NU kuat, infrastruktur memadai, serta akses transportasi strategis.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon resmi mengajukan kawasan Cirebon Raya sebagai lokasi penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).
Permohonan itu disampaikan melalui surat kepada Ketua Panitia Muktamar NU ke-35, Syaifullah Yusuf, sebagai bentuk respons atas aspirasi kalangan Nahdliyin di wilayah Cirebon dan sekitarnya.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon, Aziz Hakim Syaerozi, mengatakan usulan tersebut merupakan hasil musyawarah gabungan pengurus PCNU se-Cirebon Raya yang melibatkan Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, dan Kabupaten Indramayu.
“Kami berkesimpulan tegas untuk mengajukan kawasan Cirebon Raya sebagai tempat Muktamar NU ke-35. Ini merupakan aspirasi nahdliyin, seluruh pesantren dan dari berbagai kalangan,” ujar KH Aziz dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, Cirebon memiliki banyak faktor pendukung untuk menjadi tuan rumah muktamar organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Dia menyebut Cirebon memiliki hubungan historis kuat dengan perjalanan Nahdlatul Ulama karena menjadi salah satu daerah penting dalam perkembangan NU di Jawa Barat.
Dua tokoh besar NU asal Cirebon, yakni M. Abbas Abdul Jamil dan Abdullah Abbas, disebut memiliki peran besar dalam sejarah organisasi tersebut.
Selain nilai historis, kawasan Cirebon juga dikenal sebagai basis pesantren tua yang telah melahirkan banyak ulama dan santri.
Beberapa pesantren besar yang disebut antara lain Buntet Pesantren, Pesantren Babakan, Pesantren Benda, dan Pesantren Gedongan.
“Cirebon bukan hanya punya nilai sejarah NU yang kuat, tetapi juga memiliki basis pesantren yang sangat besar dan nahdliyin yang mengakar,” katanya.
Dari sisi infrastruktur, PCNU Kabupaten Cirebon menyebut kawasan Cirebon Raya memiliki lebih dari 30 hotel berbintang dengan kapasitas ribuan kamar dan ballroom besar untuk menunjang pelaksanaan muktamar.
Baca juga: PWNU Jateng dan PCNU Pekalongan Gelar Muktamar Ilmu Pengetahuan ke-3: Merawat Warisan Gus Dur
Selain itu, akses menuju Cirebon dinilai cukup strategis karena dapat dijangkau melalui berbagai moda transportasi seperti kendaraan pribadi, bus, kereta api, hingga bandara.
“Posisi Cirebon yang dekat dengan ibu kota dan kota-kota besar lainnya membuat kawasan ini sangat ideal untuk penyelenggaraan Muktamar NU ke-35,” ungkap KH Aziz.
Ia berharap usulan tersebut dapat menjadi pertimbangan serius panitia pusat dalam menentukan lokasi Muktamar NU ke-35 yang direncanakan berlangsung pada Agustus mendatang.
“Semoga permohonan ini bisa menjadi pertimbangan penting bagi panitia dan dukungan semua masyayikh dan pengurus NU se-Indonesia,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Pengurus-Cabang-Nahdlatul-Ulama-PCNU-Kabupaten-Cirebon.jpg)