Sabtu, 23 Mei 2026

Driver Ojol Dibegal Penumpangnya Sendiri di Gresik, Korban Diserang Pakai Benda Tumpul

Driver ojol di Gresik dibegal penumpangnya sendiri saat antar order malam hari. Korban dipukul hingga motornya dibawa kabur.

Tayang:
Ringkasan Berita:
  • Pembegalan driver ojol terjadi di Hendrosalam, Menganti, Gresik, Jawa Timur, Rabu malam 20 Mei 2026.
  • Korban bernama Andy Sebastian (29), warga Surabaya, kehilangan motor Honda Scoopy miliknya.
  • Pelaku diduga penumpang sendiri yang memesan perjalanan lewat aplikasi Indrive.
  • Korban dipukul benda tumpul di jalan sepi lalu pelaku membawa kabur motor korban.
  • Polisi masih menyelidiki kasus dan memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian.

TRIBUNNEWS.COM - Aksi begal dengan korban pengemudi ojek online (ojol) kembali terjadi dan memicu keresahan masyarakat.

Kasus pembegalan dan pencurian dengan kekerasan ini masih jadi perhatian nasional.

Data dari Pusiknas Bareskrim Polri mencatat, sejak Januari hingga 28 Mei 2025 saja, ada 2.222 kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang ditangani kepolisian di berbagai daerah.

Rata-rata, ada 400 kasus curas yang terjadi tiap bulannya.

Kali ini, seorang driver ojol menjadi korban begal oleh penumpangnya sendiri.

Driver ojol bernama Andy Sebastian (29) tersebut jadi korban begal di wilayah Desa Hendrosari, Menganti, Kabupaten Gresik, Rabu (20/5/2026) malam sekira pukul 21.00 WIB.

Motor Honda Scoopy miliknya pun digondol pelaku.

Aksi begal ini bermula saat korban mendapatkan pesanan melalui aplikasi dari Tanjung Perak, Surabaya menuju Gresik.

Selama perjalanan ini, korban tak curiga terhadap pelaku.

Namun, keanehan terjadi saat pelaku mengajak korban masuk ke dalam tempat yang sepi dan minim penerangan.

Ditemui TribunJatim.com, Kapolsek Menganti, AKP Arif Rahman menuturkan, pelaku berdalih temannya tak bisa dihubungi dan mengajak korban untuk berkeliling mencari rumah temannya.

Baca juga: Anggota DPR Dukung Langkah Tegas Kepolisian Tembak Begal di Tempat

"Pada saat sampai di sana terduga pelaku bilang rumah teman yang menjadi tujuan tidak bisa ditelpon,"

"Sehingga korban di ajak keliling di jalan kaplingan," ujar Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman, Jum'at (22/5/2026).

Tiba-tiba, pelaku memukul kepala korban dengan benda tumpul.

Korban pun terjatuh, motornya ikut roboh dalam kondisi mesin menyala.

BEGAL DI GRESIK - Suasana di lokasi kejadian Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Rabu (20/5/2026) malam.
BEGAL DI GRESIK - Suasana di lokasi kejadian Desa Hendrosari, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Rabu (20/5/2026) malam. (Tribunjatim.com/Willy Abraham)

Merasa takut, korban pun berlari ke area persawahan.

Namun, pelaku ikut mengejarnya karena remote kunci motor korban dibawa.

"Korban akhirnya lari ke arah barat untuk minta tolong ke warga. Setelah kembali ke lokasi sepeda motor korban sudah tidak ada," ungkapnya.

Korban pun mengalami luka-luka di sejumlah bagian tubuhnya.

Kasus ini, lanjut Arif, sudah dilaporkan oleh korban ke polisi.

"Kami sudah melakukan olah TKP, dan memeriksa saksi-saksi di lokasi kejadian, masih dalam penyelidikan," ujarnya.

Anggota DPR Setuju Begal Ditembak Ditempat

Terkait aksi begal yang akhir-akhir ini marak terjadi, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pereira mengatakan bahwa menembak pelaku begal di tempat tidak melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

"Kalau tindak kriminal, kok bertentangan dengan HAM,"

"Kalau ada pihak yang membahayakan HAM dan membahayakan nyawa orang lain, justru polisi wajib melindungi," kata Andreas saat dihubungi Tribunnews.com, Jumat (22/5/2026).

Ia menuturkan, tembak di tempat bukan berarti membunuh, bisa melakukan tembakan di bagian tubuh untuk melumpuhkan pelaku.

"Tembak di tempat kan tidak berarti membunuh,"

Baca juga: Anggota DPR: Tembak di Tempat Pelaku Begal Tak Langgar HAM

"Tembak di tempat bisa ke kaki, ke tangan untuk melumpuhkan," ujarnya.

Kepolisian, ujarnya, wajib mengambil tindakan tegas, terutama terhadap tindak kriminal yang diwarnai kekerasan.

"Terhadap tindak kriminal yang bersifat kekerasan, polisi wajib bertindak tegas,"

"Kalau tidak, masyarakat ini akan dikuasai para begal," ucapnya.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Dapat Orderan dari Surabaya Utara, Driver Ojol Dibegal Penumpangnya di Menganti Gresik

(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto/Fersianus Waku)(TribunJatim.com, Willy Abraham)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved