Kelompok Bersenjata di Papua
10 Pendulang Emas Tewas Diserang OPM di Papua Pegunungan, Korban Selamat Sembunyi di Hutan
10 pendulang emas tewas diserang kelompok bersenjata OPM di Pegunungan Bintang, aparat fokus evakuasi dan pengejaran pelaku.
Ringkasan Berita:
- Sedikitnya 10 pendulang emas tewas diserang kelompok bersenjata TPNPB-OPM di Distrik Awinbon, Pegunungan Bintang.
- Aparat gabungan masih mengevakuasi korban dan memburu pelaku yang dipimpin Ronald Hiluka.
- Medan berat jadi tantangan, pos aju didirikan di Boven Digoel.
- Sekitar 100 penambang lain akan dievakuasi demi keselamatan
TRIBUNNEWS.COM - Sedikitnya 10 pendulang emas dilaporkan tewas setelah diserang kelompok bersenjata yang diduga berasal dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) di Distrik Awinbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.
Serangan brutal tersebut terjadi pada Senin (18/5/2026) dan hingga kini aparat gabungan masih melakukan proses evakuasi serta pencarian korban selamat yang melarikan diri ke dalam hutan.
Baca juga: Sosok Kopitua Heluka-Dejang Heluka Pimpinan KKB Yahukimo Bunuh 8 Penambang, Kabur dari Lapas 2025
Jumlah Korban Tewas Berpotensi Bertambah
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol Faizal Ramadhani, mengatakan jumlah korban tewas masih berpotensi bertambah karena sejumlah pendulang emas dilaporkan belum ditemukan.
“Fokus utama kami adalah menyelamatkan korban yang selamat, mengevakuasi korban meninggal dunia, serta melakukan pengejaran terhadap kelompok pelaku secara profesional dan terukur,” ujar Faizal, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, medan geografis yang berat menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi di wilayah pedalaman Papua tersebut. Aparat gabungan bahkan harus membuka jalur baru agar dapat menjangkau lokasi para korban.
Untuk mempercepat mobilisasi personel dan logistik, pos aju sementara dipusatkan di Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, karena dinilai memiliki akses lebih dekat menuju lokasi kejadian.
Berdasarkan hasil investigasi awal, aparat menduga serangan dilakukan kelompok OPM Batalyon Yamue yang dipimpin Ronald Hiluka alias Dejang Hiluka.
Kelompok tersebut diperkirakan berjumlah sekitar 15 orang dan diketahui membawa satu pucuk senjata api jenis AR-15 serta sejumlah senjata rakitan.
Selain fokus melakukan evakuasi korban, aparat keamanan kini terus memburu para pelaku yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut.
Kronologi Kejadian
Kapolres Polres Boven Digoel AKBP Wisnu Perdana Putra menjelaskan, serangan bermula saat lima orang terduga pelaku mendatangi Kamp Kali Fis, Kampung Kawe, Distrik Awinbon, dengan membawa parang dan busur.
Awalnya, kelompok tersebut meminta makan dan minum kepada para pendulang emas yang berada di lokasi penambangan.
Namun, situasi berubah mencekam ketika para korban sedang beristirahat dan memperbaiki mesin tambang.
“Saat itu para korban sedang berada di kamp bersama rekan-rekannya. Kelompok tersebut awalnya meminta makan dan minum serta meminta dibuatkan kopi. Namun, ketika para korban sedang beristirahat dan memperbaiki mesin penambangan, para pelaku diduga melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam dan busur,” ujar Wisnu.
Pasca-penyerangan, aparat menyebut masih ada sekitar 100 hingga 150 penambang emas yang berada di kawasan tersebut.
Seluruh penambang rencananya akan dievakuasi ke Kabupaten Boven Digoel guna menghindari potensi serangan susulan dan menjaga keselamatan mereka.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Papua.com dengan judul OPM Bunuh Pendulang Emas di Papua Pegunungan: 10 Orang Tewas, Korban Selamat Sembunyi di Hutan