Kamis, 28 Mei 2026

Kelompok Bersenjata di Papua

Bukan 8, Korban Tewas Penyerangan TPNPB OPM 10 Penambang, Masih Ada yang Hilang

Jumlah penambang emas korban penyerangan TPNPB-OPM di Distrik Awinbon, Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan bukan 8 tapi 10 orang.

Tayang:
Penulis: Dewi Agustina
Tribunnews.com/Kolase Istimwwa
KORBAN TPNPB - Jumlah penambang emas korban Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) di Distrik Awinbon, Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan pada Senin (18/5/2026) lalu bukan 8 tapi 10 orang. (kiri) Komandan KKB Penihas Heluka alias Kopi Tua Heluka, saat ditahan dan menjalani masa hukuman di Lapas Kelas IIB Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Penihas Heluka ikut kabur bersama enam narapidana lainnya dari Lapas Wamena pada Februari 2025. (kanan): Kopi Tua Heluka bersama Komandan Batalion Peres Marom di Yahukimo, Kamis (12/7/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Jumlah penambang emas korban Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) di Distrik Awinbon, Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan pada Senin (18/5/2026) lalu bukan 8 tapi 10 orang.
  • Sebelumnya TPNPB OPM mengklaim telah membunuh 8 aparat di wilayah Korowai dan Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
  • Dejang Heluka menyebut serangan tersebut sebagai aksi balas dendam atas tewasnya dua anggota kelompoknya di Yahukimo beberapa waktu lalu.
 


TRIBUNNEWS.COM, PAPUA - Jumlah penambang emas korban Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) di Distrik Awinbon, Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan pada Senin (18/5/2026) lalu bukan 8 tapi 10 orang.

Sebelumnya TPNPB OPM mengklaim telah membunuh 8 aparat di wilayah Korowai dan Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Baca juga: Dua Warga Ditembak di Yahukimo, TPNPB-OPM Klaim Bertanggung Jawab

TPNPB menuding 8 orang itu adalah aparat TNI-Polri yang sedang menyamar di area pendulangan emas ilegal.

Namun menurut aparat, semua korban merupakan penambang emas ilegal di wilayah tersebut.

Pimpinan KKB Batalyon Yamue, Ronald Hiluka alias Dejang Hiluka mengklaim mereka bertanggung jawab atas serangan tersebut hingga menewaskan 10 korban.

 

 

Dejang Heluka menyebut serangan tersebut sebagai aksi balas dendam atas tewasnya dua anggota kelompoknya di Yahukimo beberapa waktu lalu.

"Ini adalah aksi balasan atas penembakan terhadap Yoper Payage dan Marthen Heluka. Kalian ambil dua nyawa anak buah saya, saya balas dengan jumlah lebih banyak," kata Ronald.

Yoper Payage dan Marten Heluka tewas saat kontak bersenjata dengan aparat TNI-Polri di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, Sabtu (17/5/2026) sekitar pukul 02.00 WIT.

"Kami kehilangan dua pasukan terbaik yang selama ini bersama-sama berjuang di wilayah Yahukimo," tulis Komandan Operasi TPNPB wilayah Yahukimo, Kopi Tua Heluka, didampingi Komandan Operasi Batalyon Yamue, Dejang Heluka, melalui keterangan tertulis kepada Tribun Papua, Senin (18/5/2026).

Dia mengatakan Yoper Payage dan Marten Heluka gugur saat terjadi kontak bersenjata dengan aparat TNI-Polri di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo.

"Yoper Payage dan Marten Heluka gugur di medan perang setelah ditembak pasukan militer Indonesia pada pukul 02.00 subuh di ibu kota Dekai," ujarnya.

TPNPB Yahukimo menyebut kedua anggotanya merupakan bagian dari pasukan aktif Batalyon Yamue dan selama ini beroperasi di sejumlah wilayah pegunungan Yahukimo.

TPNPB Yahukimo juga mengklaim telah melakukan serangan balasan atas meninggalnya dua anggota mereka.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved