Profil Romli Wabup Lampung Utara, Minta Maaf & Dampingi Penembak yang Tewaskan ASN Serahkan Diri
Wakil Bupati Lampung Utara, menjadi sorotan publik setelah mendampingi pelaku penembakan di Metro, FJP menyerahkan diri ke Polres Lampung Utara.
Ringkasan Berita:
- Romli, Wakil Bupati Lampung Utara, menjadi sorotan publik setelah mendampingi pelaku penembakan di Metro, FJP menyerahkan diri ke Polres Lampung Utara pada Minggu (24/5/2026).
- Romli hadir bersama keluarga pelaku dan kepala desa, sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas keresahan yang ditimbulkan.
- Romli pernah menjabat sebagai anggota DPRD Lampung Utara dan Ketua DPRD sebelum akhirnya mendampingi Hamartoni Ahadis sebagai pasangan kepala daerah.
TRIBUNNEWS.COM, METRO - Wakil Bupati Lampung Utara Romli meminta maaf kepada seluruh masyarakat pasca insiden penembakan yang menewaskan Dedi Kristian Agung (40), Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Perkebunan, Peternakan dan Perikanan Lampung Tengah.
Penembakan dilakukan oleh salah satu warganya berinisial FJP (21) pada Sabtu (23/5/2026) malam.
F merupakan warga Desa Sukadana Ilir, Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten Lampung Utara.
Baca juga: Cekcok soal Utang Piutang, ASN di Lampung Tewas Ditembak, Istri Sempat Rebut Senjata
"Saya mewakili Pemerintah Kabupaten Lampung Utara menyampaikan permohonan maaf karena warga kami membuat gaduh. Tentunya atas pelaku warga kami, saya mewakili warga Lampung Utara ingin minta maaf," kata Romli.
Romli mendatangi Mapolres Lampung Utara, Minggu (24/6/2026) mendampingi F (pelaku penembakan).
Tak hanya Wabup Romli, pihak keluarga F juga turut mendampinginya untuk menyerahkan diri kepada polisi.
Romli mengaku akan menghormati proses hukum yang dijalankan pihak berwajib.
"Kami percaya dengan institusi Polri dalam penegakan hukum. Kami serahkan sepenuhnya. Mohon kiranya dapat dibimbing dan diluruskan apa yang menjadi harapan kita semua," tuturnya.
Dirreskrimum Polda Lampung Kombes Indra Hermawan ikut menyaksikan penyerahan pelaku.
Profil Romli
Romli, Wakil Bupati Lampung Utara, menjadi sorotan publik setelah mendampingi pelaku penembakan di Metro, FJP menyerahkan diri ke Polres Lampung Utara pada Minggu (24/5/2026).
Romli hadir bersama keluarga pelaku dan kepala desa, sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas keresahan yang ditimbulkan.
Romli adalah Wakil Bupati Lampung Utara periode 2025–2030.
Pemilik nama lengkap Romli S.Kom M.H. ini lahir pada 2 Juni 1972 di Pakuon Agung, Muara Sungkai, Lampung Utara.
Dia merupakan politisi Partai Gerindra.
Romli memiliki latar belakang panjang di dunia politik, pernah menjabat sebagai anggota DPRD Lampung Utara dan Ketua DPRD sebelum akhirnya mendampingi Hamartoni Ahadis sebagai pasangan kepala daerah.
Istrinya Bety Viviyanti, S.Pd. Pasangan ini dikaruniai 3 orang anak.
Pendidikan
- SD Negeri 1 Papan Rejo (1981–1987)
- SMP Negeri Mulyorejo (1987–1990)
- SMA Negeri Wayabung Dayamurni (1990–1993)
- D3: AMIK Adiguna Bandar Lampung (A.Md., 1996–2001)
- S1: STMIK Surya Intan Kotabumi (S.Kom., 2020–2022)
- S2: Universitas Muhammadiyah Kotabumi (M.H., 2022–2024)
Karier Politik
Aktivis 1998: Romli dikenal sebagai mantan aktivis reformasi.
DPRD Lampung Utara: Terpilih pertama kali tahun 2009, kemudian menjabat Ketua Komisi B (2009–2012) dan Ketua Badan Legislasi (2012–2014).
Ketua DPRD Lampung Utara: Menjabat periode 2019–2024.
Partai Politik: Awalnya aktif di Partai Demokrat (2007–2022), kemudian bergabung dengan Partai Gerindra (2023–sekarang).
Jabatan Eksekutif
Wakil Bupati Lampung Utara: Dilantik pada 20 Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.
Pasangan Bupati: Dr Ir H Hamartoni Ahadis, M.Si.
Sosok dan Kiprah
Romli dikenal sebagai figur yang dekat dengan masyarakat desa, aktif dalam pemberdayaan komunitas lokal, serta peduli pada isu pembangunan, kesehatan, dan pendidikan.
Ia juga sempat menjadi sorotan publik ketika mendampingi pelaku penembakan di Metro menyerahkan diri ke polisi pada Mei 2026, menunjukkan tanggung jawab moral pemerintah daerah terhadap warganya.
Perkara Utang Piutang
Aksi penembakan terjadi di Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, Sabtu (24/5/2026) sekira pukul 19.50 WIB.
Insiden ini diduga dipicu masalah penagihan utang piutang.
Vita Lestari, istri dari Dedi Kristian Agung menceritakan peristiwa itu terjadi di Jalan Khairbras Jembatan Hitam, Kelurahan Ganjar Asri, Kota Metro, Lampung.
Peristiwa itu juga disaksikan langsung oleh dirinya dan kedua anak mereka yang masih kecil.
Saat itu suaminya Dedi menyambi berjualan ayam geprek.
Vita menceritakan, suaminya ditembak tepat di hadapannya serta dua anak mereka yang masih berusia 7 tahun dan 3 tahun.
Detik-detik suasana di tempat jualan mendadak berubah mencekam setelah terdengar letusan senjata api.
Anak korban bahkan sempat histeris melihat sang ayah terkapar bersimbah darah di depan mata mereka sendiri.
"Anak saya terus terang langsung teriak, Ayah kenapa, Bu? Ayah kenapa?" ungkap Vita, Minggu (24/5/2026).
Saat peristiwa itu terjadi, Vita mengaku kondisinya benar-benar syok dan tidak bisa berbuat banyak.
Warga di sekitar lokasi kejadian sempat tidak berani mendekat untuk menolong karena pelaku terus menodongkan senjata apinya dengan beringas.
Korban baru bisa dievakuasi ke rumah sakit sekitar 15 menit kemudian oleh petugas Babinsa dan warga setelah pelaku melarikan diri.
Sayang, nyawa Dedi tidak tertolong akibat luka tembak yang sangat fatal.
Menurut Vita, pemicu suaminya ditembak hingga roboh bersimbah darah itu diduga karena persoalan utang piutang.
Sebelum penembakan terjadi, Dedi sempat terlibat cekcok mulut hingga perkelahian fisik dengan pelaku di tengah jalan.
Vita sendiri menduga aksi penembakan ini sudah direncanakan matang oleh pelaku.
Sebab menurutnya pelaku kerap melontarkan ancaman setiap kali bertemu dengan suaminya.
Vita hanya bisa berharap keadilan yang seadil-adilnya ditegakkan.
"Enak dia mati tidak ada tanggungan, sedangkan suami saya mati meninggalkan dua anak yang masih kecil," pungkas Vita.
Pelaku Takut Ditembak Polisi
FJP (21), pelaku penembakan terhadap Dedi Kristian Agung (40), Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Perkebunan, Peternakan dan Perikanan Lampung Tengah mengaku takut ditembak di tempat oleh polisi.
Karena itu FJP memilih tak bersembunyi atau melarikan diri usai insiden penembakan itu.
Dia menyerahkan diri ke Mapolsek Lampung Utara.
Tak sendiri FJP didampingi oleh pihak keluarga dan juga Bupati Lampung Utara, Romli.
Saat berada di dalam mobil tim gabungan dengan kondisi kedua tangan terikat borgol cable ties, FJP mengungkapkan isi hatinya di hadapan petugas.
"Nama FJP, pelaku penembakan (Dedi) yang meninggal dunia di Metro. Saya menyerahkan diri dengan kesadaran kepada Resmob Polda Lampung karena takut ditembak di tempat," ujar FJP dengan wajah pasrah, dalam video yang diterima Tribunlampung.co.id, Minggu malam.
FJP sebelumnya terjebak setelah pergerakannya diketahui polisi.
Posisinya makin terjepit oleh kejaran tim gabungan yang terdiri dari Resmob Polda Lampung, Intelkam Polda Lampung, Resmob Polres Metro, dan Resmob Lampung Utara.
Tim ini dipimpin Kanit Resmob Polda Lampung Kompol Jonnifer serta Kasat Reskrim Polres Metro Iptu Rizky Dwi Cahyo.
Ia mengkhawatirkan keselamatan nyawanya jika terus-terusan bersembunyi dalam pelarian.
Kapolres Lampung Utara, AKBP Deddy Kurniawan membenarkan pelaku penembakan mendatangi Mapolres Lampung Utara untuk menyerahkan diri pada Minggu (24/5/2026).
Pelaku mendatangi kantor polisi didampingi pihak keluarga, serta Wakil Bupati Lampung Utara, Romli.
"Betul pelaku ini datang ke kantor kami dengan didampingi keluarga, informasi lanjutan ke Kasat Reskrim Polres Lampung Utara," kata AKBP Deddy Kurniawan saat dikonfirmasi via WhatsApp.
FJP diserahkan ke Polda Lampung untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Kasatreskrim Polres Lampung Utara, AKP Ivan Roland Cristofel menambahkan pelaku juga membawa senpi yang digunakan untuk menembak Dedi.
"Tadi dalam proses penyerahan pelaku berikut senpi yang digunakan untuk menembak korban dihadirkan," kata AKP Ivan Roland Cristofel.
Penulis: (TribunLampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq/Bayu Saputra) (Tribunnews.com)
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunLampung.co.id dengan judul Pelaku Penembakan ASN di Metro Warganya, Wabup Lampung Utara Minta Maaf
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kolase-Wabup-Lampung-Utara-Romli_0.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.