Seperti Masuk Lorong Waktu, Pasar Motuba Solo Raya Hadir Bawa Nostalgia
Pasar Motuba Solo Raya jadi ruang nostalgia pecinta mobil lawas. Dari Civic 90an hingga Land Cruiser klasik, semua hadir membawa kenangan.
Ringkasan Berita:
- Puluhan mobil lawas di bawah tahun 2000 penuhi Pasar Motuba Solo Raya.
- Acara ini menghadirkan nuansa nostalgia lewat deretan mobil klasik dari Jepang, Eropa, hingga Amerika.
- Inisiator acara, Ginanjar, ingin menghadirkan kembali suasana pasar mobil tua yang penuh kenangan.
- Tak sedikit pengunjung datang demi mencari mobil impian masa muda yang dulu belum sempat dimiliki.
- Selain jadi ajang nostalgia, pasar motuba juga diharapkan menggerakkan ekonomi otomotif dan UMKM lokal.
TRIBUNNEWS.COM - Minggu (24/5/2026) puluhan mobil yang lahir di bawah tahun 2000 diparkir rapi di halaman The Making Cars Xperience di Pabelan, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Mobil-mobil tersebut "dipamerkan" dalam acara Pasar Motuba Solo Raya.
Motuba sendiri merupakan singkatan dari Mobil Tua Bangka, sebutan untuk mobil yang lahir di bawah tahun 2000.
Mendatangi acara tersebut bagai masuk ke lorong waktu kembali ke tahun 1900an.
Banyak mobil dari berbagai negara seperti Inggris, Jerman, Jepang, hingga Amerika Serikat (AS) yang dipajang untuk diperjualbelikan.
Ginanjar, inisiator Pasar Motuba Solo Raya mengatakan, acara ini merupakan acara pasar motuba di Solo Raya terbesar yang pertama kali dibuat.
Alasan pria di balik akun Instagram @bapak2otomotif ini sederhana, ingin mengajak warga Solo Raya untuk bernostalgia.
"Kalau biasanya kita bikin car meet (kopdar mobil), terus kok banyak orang yang ingin nostalgia pasar mobil, ya sudah kita bikin," ujarnya, Minggu (24/5/2026).
Tak sendiri, Ginanjar menggandeng pendiri bengkel modifikasi off-road ProRock Engineering dan pemilik museum Making Cars, Widodo Teguh atau akrab disapa Om Wid.
"Kita kolaborasi, khususnya untuk acara pasar mobil tua," lanjut Ginanjar.
Acara yang dibuka untuk umum dan semua umur ini, lanjut Ginanjar, diharapkan bisa menjadi alat untuk memutar roda ekonomi, khususnya di dunia otomotif.
Baca juga: Mengulas Chery Q, Mobil Listrik Kompak yang Ingin Jadi Partner Anak Muda Urban
"Ya, semoga menjadi semangat teman-teman untuk memutarkan roda ekonomi, khususnya di dunia otomotif dan UMKM," ujarnya.
Pasar mobil tua ini dipilih karena menurutnya, mobil bukan hanya alat transportasi saja, tapi juga kenangan.
Ia menyebut, ada beberapa orang yang mungkin saat kecil dulu ingin punya mobil yang keluar di tahun 2000, tapi waktu itu belum punya kesempatan, di Pasar Motuba Solo Raya ini, mereka bisa menemukan mobil yang mereka idam-idamkan sejak dulu.
"Jadi, mungkin dulunya pernah pingin punya Toyota Crown (yang rilis di tahun 90an), pingin punya Suzuki Katana, tapi waktu itu belum jumpa, di sini diharapkan mereka bisa menemukan mobil impiannya," lanjut Ginanjar tersenyum.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pasar-motuba-solo-raya-asdfawef.jpg)