Kamis, 28 Mei 2026

Teror Geng Motor di Makassar, Emak-emak Penjual Nasi Kuning Diserang, Anak Panah Tertancap di Dada

Teror geng motor marak terjadi di Makassar, emak-emak penjual nasi kuning diserang, anak panah tertancap di dadanya.

Tayang:

Sekitar pukul 03.00 Wita dini hari tadi, lanjut Mustari, keberadaan lima pelaku terendus.

"Pukul 03.00 wita anggota Opsnal Polsek Makassar mendatangi rumah para pelaku penyerangan dan berhasil mengamankan lima orang," jelasnya.

Kelimanya masing-masing berinisial, RA (16), AN (17), MR (16), MF (15) dan MR (16).

Empat dari kelima terduga pelaku masih berstatus pelajar.

"Setelah diintrogasi yang membawa senjata tajam dan mengayun-ayunkannya adalah lelaki RA dan AN," ungkap Mustari.

"Semua senjata tajam jenis pisau tersebut disimpan AN dirumahnya sehingga anggota langsung kerumahnya dan menemukan dua buah pisau beserta sarungnya," lanjutnya.

 

Dendam Lama

Adapun motif penyerangan oleh kelima terduga pelaku itu, lanjut Mustari, dilatarbelakangi dendam lama.

"Kelima orang mengakui bahwa yang membantu melakukan penyerangan tersebut adalah teman-temannya dari Kelurahan Panaikang, Kota Makassar," bebernya.

Kini kelima terduga pelaku diamankan di Mapolsek Makassar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

 

3. 10 Anggota Geng Motor Penyerang Warga di Maros Ditangkap

Unit Jatanras Satreskrim Polres Maros bersama Regu Patroli Perintis Presisi Samapta dan Polsek Tanralili meringkus komplotan geng motor.

Komplotan itu meresahkan warga di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Kelompok remaja diduga melakukan penyerangan secara acak menggunakan senjata tajam jenis busur panah terhadap warga.

Penangkapan itu dikonfirmasi Kasi Humas Polres Maros, AKP Ahmad, Senin (25/5/2026).

“Benar, tim mengamankan 10 remaja yang diduga terlibat aksi penyerangan menggunakan busur. Saat ini mereka menjalani pemeriksaan di Mapolres Maros,” ujarnya.

Baca juga: Kronologi Atlet Tarung Drajat Asahan Peraih Emas Jadi Korban Pengeroyokan Geng Motor 

AKP Ahmad menjelaskan, aksi brutal itu bermula saat para pelaku melakukan konvoi ugal-ugalan pada malam hari.

Mereka kemudian menyerang warga yang sedang melintas maupun berkumpul di pinggir jalan.

“Para pelaku berboncengan menggunakan sepeda motor, berteriak sambil memprovokasi, lalu melepaskan anak panah ke arah warga,” katanya.

Akibat serangan tersebut, dua warga mengalami luka tancap di bagian punggung dan tangan.

Korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Usai melancarkan aksinya, para pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Dalam proses penangkapan, polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa busur panah dan parang yang diduga digunakan saat penyerangan.

Sebagian besar pelaku diketahui masih berstatus di bawah umur.

Meski demikian, polisi memastikan proses hukum tetap berjalan sesuai ketentuan dengan pendampingan pihak terkait.

“Kami tidak memberi toleransi terhadap pelaku kejahatan jalanan yang mengancam keselamatan warga. Para pelaku akan dijerat UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 terkait kepemilikan senjata tajam dan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara,” tegasnya.

Saat ini, Polres Maros masih melakukan pengembangan untuk memburu anggota geng motor lainnya yang diduga ikut terlibat dalam aksi tersebut.

Polisi juga mengimbau para orang tua agar lebih ketat mengawasi pergaulan anak, khususnya saat malam hari.

(tribun network/thf/TribunTimur.com)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Ibu-ibu Penjual Nasi Kuning Diserang Geng Motor Makassar, Anak Panah Tertancap di Dada

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul 5 Anggota Geng Motor di Makassar Ditangkap Usai Teror Warga di Jl Maccini Pasar Malam, 4 Pelajar

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul 10 Anggota Geng Motor Penyerang Warga di Maros Ditangkap, Polisi Sita Busur dan Parang

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun Timur
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved