Jumat, 29 Mei 2026

Pencoretan Cathlyn dari Seleksi Paskibraka Sulsel Tuai Polemik, Pakar Soroti Transparansi

Pencoretan Cathlyn Yvaine Lesmana, siswi asal Makassar dari seleksi Paskibraka Sulsel menuai sorotan sejumlah pihak.

Tayang:
Istimewa
SELEKSI PASKIBRAKA - Sosok Cathlyne Yvaine Lesmana, Paskibraka Sulsel yang disebut sempat masuk tiga besar namun tergantikan peserta lain secara mendadak. Polemik ini menuai sorotan dari berbagai pihak. 

Ringkasan Berita:
  • Pencoretan Cathlyn Yvaine Lesmana dari seleksi Paskibraka Sulsel memicu polemik publik.
  • Pengamat menilai proses seleksi tidak transparan dan memicu dugaan intervensi pihak tertentu.
  • BPIP membantah diskriminasi, menegaskan penilaian berdasarkan indikator nasional yang berlaku.

 

TRIBUNNEWS.COM - Pencoretan Cathlyn Yvaine Lesmana, siswi asal Makassar dari seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), menuai sorotan publik.

Cathlyn yang disebut telah berada di posisi ke-3 dari lima calon yang lolos mendadak digantikan peserta lain. 

Peristiwa itu viral di media sosial dan memicu kritik dari berbagai kalangan tentang mekanisme penilaian hingga pengumuman peserta yang lolos menuju seleksi tingkat nasional.

Pengamat politik dan hukum Muslim Arbi menyebut masyarakat berhak curiga terhadap Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dalam proses seleksi yang dinilai tidak transparan.

Ia mengatakan publik wajar mempertanyakan objektivitas seleksi apabila peserta yang telah dinyatakan lolos kemudian dicoret tanpa penjelasan terbuka.

Menurut dia, BPIP sebagai lembaga yang memiliki kewenangan dalam pembinaan ideologi dan ikut dalam proses seleksi Paskibraka seharusnya menjaga profesionalitas serta objektivitas.

“Kasus Cathlyn ini memunculkan tanda tanya besar di publik. Bagaimana mungkin peserta yang sudah lolos dan berada di peringkat atas tiba-tiba dicoret lalu diganti peserta lain. Ini menimbulkan dugaan adanya proses yang tidak transparan,” kata Muslim Arbi dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).

“BPIP jangan sampai dipersepsikan publik sebagai lembaga yang sarat kepentingan politik. Seleksi Paskibraka harus objektif, profesional, dan bersih dari intervensi,” imbuhnya.

Baca juga: Siapa Cathlyn Yvaine Lesmana? Calon Paskibraka Viral asal Makassar yang Dicoret Meski Lolos Seleksi

Muslim Arbi juga menyinggung posisi Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri yang selama ini diketahui menjadi Dewan Pengarah BPIP.

Karena itu, Ia menilai publik akhirnya mengaitkan polemik seleksi Paskibraka dengan dugaan pengaruh elite politik tertentu.

“Karena BPIP dikaitkan dengan Megawati sebagai Dewan Pengarah, maka publik akhirnya bertanya-tanya apakah ada pengaruh politik dalam proses seleksi ini. Dugaan seperti itu muncul karena mekanismenya tidak transparan,” ujarnya.

Ia meminta pemerintah membuka seluruh hasil penilaian secara terang-benderang agar polemik tidak terus berlanjut.

Menurutnya, seleksi Paskibraka seharusnya menjadi ruang pembinaan generasi muda yang bebas dari kepentingan politik praktis.

“Kalau memang objektif, buka saja seluruh hasil penilaian peserta. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Publik ingin tahu dasar kenapa Cathlyn dicoret,” katanya.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved