Rabu, 3 Juni 2026

Titik Api di Rumah Seyegan Sleman Meluas pada Hari Ke-11, Sudah Sampai ke Halaman Tetangga

Titik api di rumah Seyegan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, masih terus muncul, terhitung pada Selasa (2/6/2026) sudah memasuki hari ke-11.

Tayang:
Istimewa/TribunJogja.com
KEBAKARAN - Rumah warga di Padukuhan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, dilanda kebakaran berulang kali. Di hari ke-11 pada Selasa (2/6/2026), total sudah ada 83 titik api yang muncul di rumah tersebut. 

Sementara itu, titik api telah meluas tidak hanya di dalam rumah Agus Yani, tetapi sudah sampai ke halaman tetangga.

Satu titik api muncul membakar triplek yang diletakkan di halaman belakang ruko, tepat di utara rumah Agus Yani, Senin (1/6/2026) sekira pukul 15.00 WIB.

Empat jam kemudian, tepatnya pukul 18.45 WIB, tumpukan kayu di halaman belakang rumah kontrakan sebelah utara ruko ikut terbakar.

Titik Api Berpindah Ikuti Pergerakan Gas

Tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) turun melakukan observasi di lokasi.

Berdasarkan pantauan, mereka mendeteksi adanya lonjakan suhu drastis yang dibarengi dengan kenaikan volume gas hidrogen (H2) pada barang yang terbakar di rumah tersebut.

Fenomena tersebut disebut auto-ignition atau penyalaan spontan, di mana api muncul sendiri tanpa pemantik eksternal akibat unsur dalam "segitiga api" mencapai kondisi optimum pada posisi stoikiometri.

Ketua Tim Peneliti dari Fakultas Teknik UGM, Alva Edy Tantowi, mengatakan sifat gas yang dinamis menjadi alasan mengapa titik kebakaran di rumah Agus Yani selalu acak dan berpindah-pindah.

"Jadi ada satu kondisi mengapa barang (yang) terbakar bisa berpindah-pindah, karena berupa gas."

"Gas itu bisa berkonsentrasi di sana, memenuhi syarat (segitiga api), maka menyala. Nanti pindah lagi, memenuhi syarat, menyala lagi," jelas Alva, Senin (1/6/2026), dilansir TribunJogja.com.

Saat melakukan observasi di lokasi kejadian, tim Peneliti UGM menyaksikan langsung api muncul dan membakar kaus yang ada di dalam kamar.

Api sempat dipadamkan menggunakan APAR, namun kembali menyala.

Melalui instrumen alat ukur, atmosfer di dalam ruang kamar itu diduga mengandung unsur pemicu yang tinggi.

Namun, gas tidak dapat menyala sendiri tanpa ada medis fisik.

Misalnya kain, kertas ataupun barang-barang yang posisinya tergantung.

Oleh karena itu, untuk meminimalisir risiko kebakaran susulan yang lebih besar, Alva meminta agar ruangan dengan konsentrasi gas tinggi segera dikosongkan dari segala benda yang mudah terbakar.

"Ruangan tadi saya minta dikosongkan agar meminimalisir kebakaran karena di ruangan itu ada kain, media yang mudah terbakar," kata dia. 

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Hari Kesebelas Teror Api di Sleman: 83 Titik Kebakaran Misterius di Rumah Agus Yani

(Tribunnews.com/Nanda Lusiana, TribunJogja.com/IWE/Singgih Wahyu N/Ahmad Syarifudin)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved