Kamis, 4 Juni 2026

Berita Viral

Akhir Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel, Cathlyn Berbesar Hati Terima Hasilnya, Dukung Peserta Lain

Cathlyn menerima hasil seleksi Paskibraka Sulsel, DPRD tetap menyelidiki prosesnya, sementara Kesbangpol membantah adanya diskriminasi.

Tayang:
Tribunnews.com/Dok.Tribun-timur.com
POLEMIK SELEKSI PASKIBRAKA - Siswa SMAS Cerdas Bangsa Makassar, Cathlyn Yvaine Lesmana (kedua dari kanan) bersama rekan-rekannya hadiri rapat dengar pendapat (RDP) terkait polemik seleksi calon Paskibraka Sulsel di Gedung Sementara DPRD Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar, Selasa (2/6/2026). Cathlyn Yvaine Lesmana terima hasil seleksi Paskibraka. 
Ringkasan Berita:
  • Cathlyn Yvaine Lesmana menerima keputusan DPPI Pusat terkait seleksi Paskibraka Nasional Sulsel dan berharap proses seleksi ke depan lebih transparan.
  • DPRD Sulsel tetap akan menginvestigasi proses seleksi serta meminta seluruh dokumen penilaian untuk memastikan tidak ada pelanggaran.
  • Kesbangpol Sulsel menegaskan seleksi berjalan sesuai aturan tanpa diskriminasi, sementara Cathlyn dan Meivylicha mendapat beasiswa S1 dari INTI sebagai bentuk dukungan.

TRIBUNNEWS.COM - Polemik seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional asal Sulawesi Selatan akhirnya berakhir.

Cathlyn Yvaine Lesmana, yang sebelumnya dikabarkan dicoret secara mendadak sehingga gagal bertugas di Istana Negara, memilih menerima keputusan yang ditetapkan Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Pusat.

Sikap tersebut disampaikan Cathlyn melalui kuasa hukumnya, Sunarto.

Siswi SMAS Cerdas Bangsa Makassar itu sebelumnya juga memenuhi undangan DPRD Sulsel untuk menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar pada Rabu (3/6/2026), guna membahas polemik yang sempat menjadi sorotan tersebut.

“Saya mewakili orang tua adik Cathlyn Yvaine Lesmana, sudah menerima semua hasil keputusan DPPI Pusat," kata Sunarto, dikutip dari TribunMakassar.com, Kamis (3/6/2026).

Dalam kesempatannya, Cathlyn dan keluarganya juga menyatakan sikap mendukung putra-putri daerah, khususnya yang telah terpilih menjadi Paskibraka nasional.

Meski demikian untuk ke depan, panitia seleksi diharapkan menjunjung tinggi transparansi proses seleksi Paskibraka.

Baca juga: Dengar Nilai Cathlyn Calon Paskibraka Cukup, tapi Dicoret, Wali Kota Makassar: Berharap Proses Fair

"Kami sudah menerima dan tidak lagi mempermasalahkan hasilnya."

"Harapan kami ke depan, proses seleksi ini bisa lebih transparan, lebih baik, dan tidak menimbulkan polemik seperti sekarang," tegas Sunarto.

Di kesempatan yang sama, Ketua Komisi A DPRD Sulsel, Andi Muhammad Anwar Purnomo sudah menyusun sejumlah rekomendasi.

Pihaknya mendorong adanya evaluasi oleh Pemerintah Provinsi Sulsel maupun Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) terkait proses seleksi Paskibraka.

"Untuk rekomendasinya, DPRD Sulsel meminta dari tim panitia untuk menyerahkan seluruh dokumen."

"Mulai dari proses administrasi sampai tahap penilaian, ada beberapa kriteria penilaian yang harus diserahkan," katanya.

Andi melanjutkan, meski Cathlyn sudah legawa menerima, DPRD Sulsel tetap akan melakukan proses investigasi melihat seluruh penilaian secara objektif.

Jika ditemukan ada kesalahan, Andi dan jajaran akan mengambil tindakan.

"Dalam hal ini DPRD Sulsel akan memberikan rekomendasi," tegasnya.

Kesbangpol Sebut Seleksi Sudah Sesuai Aturan

SELEKSI PASKIBRAKA - Sosok Cathlyne Yvaine Lesmana, Paskibraka Sulsel yang heboh sebab sempat masuk tiga besar namun tergantikan. DPPI Makassar meminta penilaiannya dibuka kepada publik.
SELEKSI PASKIBRAKA - Sosok Cathlyne Yvaine Lesmana, Paskibraka Sulsel yang heboh sebab sempat masuk tiga besar namun tergantikan. DPPI Makassar meminta penilaiannya dibuka kepada publik. (Istimewa)

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulsel, Bustanul Arifin mengatakan seleksi Paskibraka telah berjalan sesuai aturan.

Kesbangpol di tingkat daerah sendiri berfungsi sebagai koordinator utama dan panitia pelaksana seleksi Paskibraka yang nantinya akan dikirimkan ke tingkat nasional.

Bustanul Arifin membantah adanya kecurangan atau diskriminasi dalam penentuan peserta.

"Dari awal kami pastikan pelaksanaan seleksi utusan kabupaten/kota ke provinsi berjalan objektif dan transparan. Tidak ada titipan, apalagi diskriminasi rasial," Kata Bustanul Arifin, dikutip dari Tribun-Timur.com.

Diketahui, seleksi Paskibraka 2026 tingkat provinsi dinilai dari hasil TWK (Tes Wawasan Kebangsaan), TIU (Tes Intelegensi Umum), kesamaptaan, peraturan baris-berbaris (PBB), keterampilan, dan kepribadian peserta.

Ia menuturkan, penilaian tersebut dilakukan langsung oleh tim seleksi pusat yang terdiri dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), DPPI Pusat, TNI, Polri, hingga Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres).

Bustanul juga menampik adanya isu diskriminasi etnis dalam perekrutan Paskibraka.

"Yang agak lucu kenapa yang dipersoalkan adalah utusan kota Makassar yang kebetulan etnis Tionghoa. Padahal Kota Makassar mengirim tiga utusan putri, dan dari hasil seleksi utusan putri dari Makassar, utusan yang lain lebih tinggi (nilainya) dari utusan dimaksud (Cathlyn), harusnya yang lebih tinggi nilainya itu yg diperjuangkan."

"Tidak ada menganulir sepihak atau penggantian, logikanya kalau ada anggapan menganulir pengumuman atau ada penggantian, harusnya ada pengumuman awal dan diganti dengan pengumuman baru, tunjukkan ke saya mana pengumuman yang dianulir atau diganti tersebut," pungkasnya.

Baca juga: Siapa Cathlyn Yvaine Lesmana? Calon Paskibraka Viral asal Makassar yang Dicoret Meski Lolos Seleksi

Nasib Cathlyn Yvaine usai Viral

Usai dicoret, kini Cathlyn dikabarkan mendapatkan beasiswa S1 dari Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI).

Sekretaris Jenderal PP Perhimpunan INTI, Hardy Stefanus membenarkan hal tersebut.

Selain Cathlyn, pihaknya juga memberikan beasiswa kepada Meivylicha Putri Aurelia Kamal, yang sebelumnya juga bersama agar bisa menembus Paskibraka nasional.

Hardy tidak ingin kegagalan menjadi pematah semangat keduanya.

Baca juga:  Pencoretan Cathlyn dari Seleksi Paskibraka Sulsel Tuai Polemik, Pakar Soroti Transparansi

“Ini adalah bentuk dukungan moral. Kami ingin memastikan bahwa pengalaman ini tidak melemahkan semangat mereka, justru menjadi penguat untuk terus berprestasi,” ujarnya, dikutip dari TribunMakassar.com, Sabtu (30/5/2026).

Hardy dalam kesempatannya juga mendesak panitia seleksi untuk transparan.

“Proses ini perlu dijelaskan secara proporsional dan transparan agar kepercayaan publik tetap terjaga,” tutupnya.

Albertus Yap, Ketua Pengurus Daerah INTI Sulsel turut memberikan komentarnya terkait polemik yang sudah terjadi.

Baca juga: Heboh Dugaan Pencoretan Calon Paskibraka Asal Sulsel, BPIP Bantah Isu Diskriminasi

"Saya atas nama Pengurus Daerah INTI Sulawesi Selatan, menyesalkan jika benar terjadi dugaan diskriminasi atau rasisme terhadap Cathlyn, calon Paskibraka Nasional asal Makassar," katanya, dikutip dari Instagram @perhimpunaninti.

Albertus melanjutkan, ini bukan hanya menyakiti individu, tetapi juga mencederai nilai luhur persatuan dan semangat kebangsaan yang telah diwariskan para pendiri bangsa.

"Kami menegaskan bahwa keberagaman adalah kekuatan Indonesia. Tidak ada tempat bagi rasisme dalam bentuk apa pun."

"Kami mendesak pihak terkait untuk bersikap transparan, objektif, dan profesional dalam setiap tahapan seleksi, serta melakukan klarifikasi dan investigasi menyeluruh agar keadilan dapat ditegakkan," tegasnya.

Terakhir, Albertus mengatakan PD INTI Sulsel berkomitmen akan terus berdiri bersama seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan, menolak segala bentuk diskriminasi, dan memastikan generasi muda Indonesia mendapatkan kesempatan yang sama untuk berprestasi dan mengharumkan nama bangsa.

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Cathlyn Legawa Terima Hasil Seleksi Paskibraka Setelah Kesbangpol Sulsel Jadi Bulan-bulanan Publik

(Tribunnews.com/Endra/Renald)(Tribun-Timur.com/Erlan Saputra)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved