Pengakuan Santri di Lombok Tengah: Dibakar Senior hingga Luka Bakar 80 Persen
Sahid (13) santri Ponpes Rusydah Lombok Tengah angkat bicara atas kasus perundungan yakni dibakar senior hingga luka bakar 80 persen.
Sebelumnya, Sahid dan kawan-kawannya melaporkan pelaku kepada pimpinan pondok karena tindakan perundungan lain, yaitu menelanjangi santri.
Pelaku yang merasa sakit hati karena dipukul dan diperingatkan oleh ketua pondok kemudian mengancam korban.
“Awas besok lagi-lagi kamu ngasih tahu, saya bakar kamu,” ceritanya.
Luka Bakar 80 Persen, Sahid Kini Malu Keluar Rumah
Ditempat yang sama, bibi korban, Nurul Hidayah menceritakan betapa hancurnya perasaan Sahid saat hendak pulang ke rumah.
“Kalau banyak orang malu, jangan dibawa keluar malu. Saya dilihatin terus sama orang, minta ditutup pakai kain panjang kayak orang sudah meninggal,” sebutnya.
Di tengah penderitaan ini, keluarga Sahid yang merupakan keluarga kurang mampu harus berjuang sendiri membiayai pengobatan yang mencapai puluhan juta rupiah hingga harus mencari utang.
Ia mengaku pihak pimpinan pondok tidak bertanggung jawab secara finansial dalam perawatan korban.
“Satu peser pun tidak ada tanggung jawab dari saya karena saya juga termasuk korban, itu Lillahi Ta'ala,” ujar pimpinan pondok seperti yang ditirukan oleh Bibi korban.
Kini, pihak keluarga telah memutuskan untuk melaporkan kelalaian pihak pondok pesantren ke polisi demi mendapatkan keadilan bagi Sahid.
Artikel ini telah tayang di TribunLombok.com dengan judul Pengakuan Santri di Lombok Tengah yang Diduga Sengaja Dibakar Senior,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Sahid-Al-Hudri-13-santri-dibakar-di-lombok-tengah.jpg)