Senin, 8 Juni 2026

Pengakuan Santri di Lombok Tengah: Dibakar Senior hingga Luka Bakar 80 Persen 

Sahid (13) santri Ponpes Rusydah Lombok Tengah angkat bicara atas kasus perundungan yakni dibakar senior hingga luka bakar 80 persen.

Tayang:
Tribun Lombok/Ahmad Wawan Sugandika
TIGA SANTRI DIBAKAR - Sahid Al Hudri (13) menceritakan peristiwa yang menyebabkan dirinya mengalami luka bakar hingga sebagian besar tubuhnya di Lombok Tengah, Kamis (4/6/2026). 

Sebelumnya, Sahid dan kawan-kawannya melaporkan pelaku kepada pimpinan pondok karena tindakan perundungan lain, yaitu menelanjangi santri.

Pelaku yang merasa sakit hati karena dipukul dan diperingatkan oleh ketua pondok kemudian mengancam korban.

“Awas besok lagi-lagi kamu ngasih tahu, saya bakar kamu,” ceritanya.

3 SANTRI DIBAKAR - Tangkapan layar kaki salah satu korban dugaan pembakaran di lingkungan pondok pesantren di Lombok Tengah. LPA Kota Mataram mendalami dugaan pembakaran terhadap tiga santri di sebuah pondok pesantren di Lombok Tengah yang disebut terjadi pada November 2025
3 SANTRI DIBAKAR - Tangkapan layar kaki salah satu korban dugaan pembakaran di lingkungan pondok pesantren di Lombok Tengah. LPA Kota Mataram mendalami dugaan pembakaran terhadap tiga santri di sebuah pondok pesantren di Lombok Tengah yang disebut terjadi pada November 2025 (HO/IST)

 

Luka Bakar 80 Persen, Sahid Kini Malu Keluar Rumah

Ditempat yang sama, bibi korban, Nurul Hidayah menceritakan betapa hancurnya perasaan Sahid saat hendak pulang ke rumah.

“Kalau banyak orang malu, jangan dibawa keluar malu. Saya dilihatin terus sama orang, minta ditutup pakai kain panjang kayak orang sudah meninggal,” sebutnya.

Di tengah penderitaan ini, keluarga Sahid yang merupakan keluarga kurang mampu harus berjuang sendiri membiayai pengobatan yang mencapai puluhan juta rupiah hingga harus mencari utang.

Ia mengaku pihak pimpinan pondok tidak bertanggung jawab secara finansial dalam perawatan korban. 

“Satu peser pun tidak ada tanggung jawab dari saya karena saya juga termasuk korban, itu Lillahi Ta'ala,” ujar pimpinan pondok seperti yang ditirukan oleh Bibi korban.

Kini, pihak keluarga telah memutuskan untuk melaporkan kelalaian pihak pondok pesantren ke polisi demi mendapatkan keadilan bagi Sahid.

Artikel ini telah tayang di TribunLombok.com dengan judul Pengakuan Santri di Lombok Tengah yang Diduga Sengaja Dibakar Senior

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun Lombok
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved