Senin, 8 Juni 2026

Diduga Cemburu, Suami di Situbondo Nekat Bunuh Istrinya Sendiri, Jasad Bidan Ditemukan di Drainase

Seorang bidan di Situbondo tewas dibunuh suaminya sendiri karena motif cemburu. Korban dibunuh dengan dipukul pakai batu

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Seorang bidan di Situbondo, Murtafia Rafika Dewi (34), ditemukan tewas diduga dibunuh suaminya.
  • Pelaku berinisial R ditangkap sehari setelah jasad korban ditemukan di sebuah drainase.
  • Polisi menyebut motif sementara pembunuhan adalah cemburu, dengan korban mengalami kekerasan sebelum dibuang.

TRIBUNNEWS.COM - Angka kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih jadi masalah serius yang harus dihadapi pemerintah.

Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mencatat, jumlah total kasus kekerasan yang terjadi dalam periode Januari-Oktober 2025 mencapai 25.180 kasus, dengan 26.861 korban.

Dari data tersebut, 14 ribu kasus terjadi di lingkungan rumah tangga dengan korban mencapai 15 ribu lebih.

Korban KDRT mayoritas adalah perempuan dan anak.

Terbaru ini, aksi KDRT hingga menimbulkan korban jiwa menimpa Murtafia Rafika Dewi (34), seorang bidan Rumah Sakit Umum (RSU) Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Korban dibunuh oleh suaminya sendiri, R dan jasadnya ditemukan di sebuah drainase dengan tertutup pohon, Sabtu (6/6/2026).

Tak butuh waktu lama, sehari setelah korban ditemukan, R berhasil diringkus jajaran Polres Situbondo.

Mengutip TribunJatim-Timur.com, Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Selimat mengonfirmasi hal tersebut.

"Iya benar pelakunya sudah kita amankan. Sekarang pelaku menjalani pemeriksaan," kata AKP Selimat.

Dari hasil pemeriksaan sementara, aksi pembunuhan ini didasari karena R merasa cemburu terhadap korban.

"Untuk sementara motifnya cemburu," tegasnya.

Baca juga: 2 Alasan yang Buat Dede Sunandar Marah hingga Lakukan KDRT ke Karen Hertatum

Ia menuturkan, nyawa korban dihabisi dengan cara dipukul pakai batu di bagian kepalanya.

Setelah itu, jasad korban dibuang di drainase di Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Situbondo, Sabtu (6/6/2026) malam.

"Korban dibunuh setelah kepalanya dipukul batu yang ada di lokasi kejadian," kata AKP Selimat, dikutip dari TribunJatim-Timur.com.

Sebelum meninggal, ujarnya, korban diduga mendapatkan pemukulan berkali-kali di bagian wajahnya.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved