Diduga Cemburu, Suami di Situbondo Nekat Bunuh Istrinya Sendiri, Jasad Bidan Ditemukan di Drainase
Seorang bidan di Situbondo tewas dibunuh suaminya sendiri karena motif cemburu. Korban dibunuh dengan dipukul pakai batu
Ringkasan Berita:
- Seorang bidan di Situbondo, Murtafia Rafika Dewi (34), ditemukan tewas diduga dibunuh suaminya.
- Pelaku berinisial R ditangkap sehari setelah jasad korban ditemukan di sebuah drainase.
- Polisi menyebut motif sementara pembunuhan adalah cemburu, dengan korban mengalami kekerasan sebelum dibuang.
TRIBUNNEWS.COM - Angka kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih jadi masalah serius yang harus dihadapi pemerintah.
Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mencatat, jumlah total kasus kekerasan yang terjadi dalam periode Januari-Oktober 2025 mencapai 25.180 kasus, dengan 26.861 korban.
Dari data tersebut, 14 ribu kasus terjadi di lingkungan rumah tangga dengan korban mencapai 15 ribu lebih.
Korban KDRT mayoritas adalah perempuan dan anak.
Terbaru ini, aksi KDRT hingga menimbulkan korban jiwa menimpa Murtafia Rafika Dewi (34), seorang bidan Rumah Sakit Umum (RSU) Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Korban dibunuh oleh suaminya sendiri, R dan jasadnya ditemukan di sebuah drainase dengan tertutup pohon, Sabtu (6/6/2026).
Tak butuh waktu lama, sehari setelah korban ditemukan, R berhasil diringkus jajaran Polres Situbondo.
Mengutip TribunJatim-Timur.com, Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Selimat mengonfirmasi hal tersebut.
"Iya benar pelakunya sudah kita amankan. Sekarang pelaku menjalani pemeriksaan," kata AKP Selimat.
Dari hasil pemeriksaan sementara, aksi pembunuhan ini didasari karena R merasa cemburu terhadap korban.
"Untuk sementara motifnya cemburu," tegasnya.
Baca juga: 2 Alasan yang Buat Dede Sunandar Marah hingga Lakukan KDRT ke Karen Hertatum
Ia menuturkan, nyawa korban dihabisi dengan cara dipukul pakai batu di bagian kepalanya.
Setelah itu, jasad korban dibuang di drainase di Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Situbondo, Sabtu (6/6/2026) malam.
"Korban dibunuh setelah kepalanya dipukul batu yang ada di lokasi kejadian," kata AKP Selimat, dikutip dari TribunJatim-Timur.com.
Sebelum meninggal, ujarnya, korban diduga mendapatkan pemukulan berkali-kali di bagian wajahnya.
"Barang buktinya sudah kita amankan ke Polres," tegas AKP Selimat.
Kasus Serupa Terjadi di Kebumen
Kecemburuan buta hingga picu KDRT dan hilangnya nyawa sang istri juga pernah terjadi beberapa waktu lalu.
Pada pertengahan bulan Mei 2026 lalu, seorang pria nekat menganiaya istri dan mertuanya sendiri hingga meninggal dunia.
Kasus tersebut terjadi di Desa jogomulyo, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
Pelaku berinisial SP (33), sedangkan istrinya berinisial EP dan mertuanya PA.
Mengutip TribunBanyumas.com, aksi penganiayaan tersebut terjadi pada Selasa (12/5/2026) pukul 11.40 WIB.
Sebelum meninggal dunia, kedua korban sempat dirawat di Rumah Sakit Purbowangi.
"Pelaku melakukan penganiayaan terhadap istri dan mertuanya sehingga menyebabkan luka parah dan meninggal dunia," ujar Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama.
SP pun kini telah diringkus dan sedang menjalani pemeriksaan.
Pelaku pun diancam Pasal 44 ayat 3 juncto Pasal 5 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman 15 tahun penjara.
Kasat Reskrim Polres Kebumen, AKP Kanzi Fathan mengatakan, pelaku nekat menganiaya istri dan mertuanya pakai besi sepanjang 37 cm karena dipicu cemburu.
Baca juga: Dituding Selingkuh-KDRT, Dede Sunandar Malah Salahkan Karen hingga Buatnya Didepak dari Promo Film
Pelaku menduga istrinya berselingkuh dengan laki-laki lain.
Kepada polisi, SP cemburu setelah pernah melihat istrinya diganggu oleh pria lain.
"Rasa cemburu tanpa ada bukti menganggap istrinya selingkuh," ujar Kanzi Fathan, Rabu (13/5/2026).
Ia menuturkan, sebelum aksi penganiayaan, pelaku dan korban sempat cekcok di dalam kamar.
Tersulut emosi karena menganggap istrinya selingkuh, pelaku lantas memukul korban menggunakan besi.
"Dari percekcokan itu pelaku emosi mengambil besi di samping kamar mandi dan memukulkan ke arah kepala dan tubuh korban," katanya saat konferensi pers, dikutip dari TribunBanyumas.com.
Korban pun berteriak hingga ibunya, PA masuk ke dalam kamar.
Pelaku juga langsung menganiaya mertuanya karena dianggap selalu membela korban.
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunjatim-timur.com dengan judul Polisi Ungkap Kronologi Suami Bunuh Bidan RSU Besuki Situbondo, Murtafia Alami Pemukulan dan di TribunBanyumas.com dengan judul Suami di Buayan Kebumen Tega Aniaya Istri dan Mertua, Korban Tewas dengan Luka Parah
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunJatim-Timur.com, Izi Hartono)(TribunBanyumas.com, Agus Iswandi)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.