Dengan Modus Kencan, Komplotan Anak di Bawah Umur Gasak Harta Remaja di Blitar
Kenal lewat media sosial, remaja di Blitar jadi korban perampasan. Polisi menangkap tiga pelaku, dua di antaranya masih di bawah umur.
Ringkasan Berita:
- Tiga remaja berinisial ARD (19), RZQ (16), dan AG (16) ditangkap karena merampas dan memeras remaja berusia 17 tahun di Blitar.
- Kasus bermula dari perkenalan korban dengan AG melalui media sosial yang berlanjut ke pertemuan langsung.
- Korban diarahkan ke lokasi sepi, lalu 2 pelaku berpura-pura menggerebek dan menuduh korban berbuat mesum.
- Pelaku mengambil ponsel korban dan meminta uang tebusan Rp300 ribu untuk mengembalikannya.
- ARD merancang skenario pemerasan dengan menjadikan AG sebagai umpan.
TRIBUNNEWS.COM - Aksi kejahatan perampasan yang dilakukan oleh anak di bawah umur terjadi di Blitar, Jawa Timur.
Perampasan ini terjadi setelah korban yang masih remaja mengenal pelaku dari media sosial.
Kasus ini menjadi alarm bagi orang tua untuk selalu mengawasi anaknya dalam bermedia sosial.
Tiga orang remaja berinisial ARD (19), RZQ (16), dan AG (16) diringkus polisi setelah melakukan perampasan terhadap sesama remaja berinisial GNS (17).
Dari ketiga pelaku tersebut, AG merupakan remaja wanita yang dijadikan umpan untuk melancarkan aksi perampasan tersebut.
Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Rudi Kuswoyo mengonfirmasi hal tersebut.
"Ketiga pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Dua dari tiga pelaku di antaranya statusnya masih di bawah umur," ujarnya, dikutip dari TribunJatim.com.
Rudi menjelaskan, aksi perampasan ini bermula ketika AG dan GNS berkenalan lewat media sosial.
Keduanya akhirnya janjian untuk bertemu di sebuah lapangan di Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar pada tengah malam.
ARD pun meminta AG untuk menggiring korban ke tempat yang sepi.
Di tempat sepi tersebut, ARD dan RZQ ternyata sudah bersiap.
Baca juga: Viral Korban Penculikan di Bekasi Dibawa Paksa dan Dirampas Rp12 Juta Komplotan Mengaku Polisi
Sesampainya di sebuah gubuk, dua tersangka tersebut berpura-pura melakukan penggerebekan.
ARD dan RZQ berpura-pura menjadi warga yang melakukan penggerebekan.
Mereka menuduh GNS melakukan aksi mesum dengan AG.
Pelaku pun sempat memukul GNS dan akhirnya melakukan pemerasan terhadap korban.
ARD meminta sejumlah uang tunai kepada korban, namun GNS yang tak membawa uang akhirnya menyerahkan HP miliknya.
"ARD membawa HP korban. Pelaku kemudian meminta korban untuk mengambil HP-nya keesokan hari dengan syarat harus membawa uang tebusan sebesar Rp300.000," kata Rudi.
Namun, saat keesokan harinya korban hendak menebus HPnya, tersangka justru menghindar dengan dalih sibuk kerja hingga kehabisan bensin.
Karena merasa dipersulit, korban pun curiga setelah tersangka meminta uang tersebut untuk ditransfer saja.
Akhirnya, korban melapor ke polisi karena merasa diperas hingga akhirnya ketiga tersangka berhasil diringkus.
"ARD ini bertindak sebagai otak dalam kasus tersebut,"
"Dia yang merencanakan AG untuk memancing korban bertemu di tempat sepi, lalu berpura-pura digerebek dengan tujuan utama memeras untuk mendapatkan uang," pungkasnya.
Aksi Tindak Kejahatan Lainnya
Sementara di Semarang, Jawa Tengah, aksi kejahatan dilakukan oleh seorang ayah dengan mengorbankan anaknya.
Seorang pria berinisial ZA (42) asal Kabupaten Demak, Jateng, diringkus jajaran Polsek Bergas karena mencuri motor di wilayah Kabupaten Semarang.
ZA bahkan melakukan tindak kriminal dengan mengajak anaknya, RS (17) yang masih duduk di bangku sekolah.
Ditemui Kompas.com, Kapolsek Bergas, AKP Harjono menuturkan, motor Honda Revo milik warga Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang dicuri oleh ZA.
Baca juga: Polisi Ringkus 5 Pelaku Komplotan Curanmor di Tangerang, Airsoft Gun Disita
Motor tersebut digondol saat diparkirkan di pos ronda.
"Pengungkapan kasus ini berawal saat seorang warga mendengar suara motor berhenti tidak jauh dari rumahnya,"
"Dia kemudian mengintip melalui jendela dan melihat dua laki-laki mencurigakan," ujar Harjono, Minggu (12/4/2026).
Warga pun langsung meneriaki salah satu pelaku yang mendorong motor curian.
Sementara pelaku lainnya berdalih bahwa mereka tengah melakukan transaksi cash on delivery (COD) pembelian motor.
Warga pun tak langsung percaya dan membawa keduanya ke rumah kepala dusun sebelum diserahkan ke kantor polisi.
“Saksi berteriak maling hingga pelaku berhasil ditangkap warga. Sementara itu, pelaku lainnya mengatakan kepada warga bahwa sepeda motor tersebut merupakan transaksi COD,” paparnya.
Setelah dimintai keterangan, ternyata RS mengaku tak mengetahui bahwa ayahnya berniat mencuri motor.
Kepadanya, sang ayah mengajaknya untuk membeli motor melalui sistem COD dan memintanya menunggu di jarak 50 meter dari lokasi kejadian.
“Anak pelaku mengaku diajak bapaknya untuk COD membeli motor. Namun keterangan lain masih didalami," pungkasnya.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Pura-Pura Gerebek Sejoli di Gubuk, Komplotan Remaja Blitar Peras Korban Pakai Taktik Jebakan Medsos
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunJatim.com, Samsul Hadi)(Kompas.com, Dian Ade Permana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/aksi-perampasan-di-blitar-asdfq2w3f.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.