Janda di Ogan Ilir Sumsel Tewas Diracun Pacar Brondong, Korban Mengaku Hamil
Tersangka mengajak korban ke perkebunan karet di Tanjung Miring hingga terjadi pembunuhan.
Korban diketahui merupakan seorang janda dengan satu anak.
Namun beberapa waktu lalu, korban kehilangan anak semata wayangnya yang dipanggil Sang Mahakuasa.
Kembali ke tersangka SD, ia tamat dari pendidikan menengah pertama ponpes pada 2024 lalu.
Meski tak lagi jadi santri, hubungan asmara dengan korban terus berlanjut.
Tersangka mengaku telah berkali-kali berhubungan layaknya suami-istri dengan korban.
Hingga pada awal Juni lalu, korban mengaku hamil tiga bulan.
Tersangka mengaku panik.
"Saya awalnya ingin kandungan korban digugurkan saja. Tapi ternyata tidak bisa," ujar tersangka.
Tunggu Hasil Autopsi
Bagus Suryo Wibowo mengatakan, jasad korban saat ini masih menjalani pemeriksaan forensik di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.
"Masih proses autopsi terkait dugaan adanya racun di dalam tubuh korban," kata Bagus.
Kasus serupa juga pernah terjadi di Ciracas, Jakarta Timur tahun 2025. Seorang remaja berinisial FF (16) membunuh kekasihnya, Imakulata Murni (23), di sebuah kamar indekos di Jalan Haji Yusin, Susukan, Ciracas, Jakarta Timur.
Pelaku nekat menghabisi nyawa korban karena cemburu buta setelah diputus cinta dan melihat korban pergi dengan pria lain.
Korban diketahui sehari-harinya bekerja di pusat perbelanjaan di wilayah Kelurahan Cijantung, Kecamatan Pasar Rebo.
Jenazahnya ditemukan dalam keadaan telungkup dan tertutup selimut.
Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com dengan judul Fakta Baru SD, Remaja di Ogan Ilir Racuni Kekasih Hingga Tewas karena Hamil, Akui Pemakai Sabu
dan
Diracuni Pacar, Polisi Tunggu Hasil Autopsi Racun Rumput di Jasad Wanita Hamil Ogan Ilir
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ilustrasi-borgol-polisi-ok.jpg)