BJ Habibie Meninggal Dunia

Cinta Sejati Habibie dan Ainun dari Sudut Pandang Sains

Kepergian BJ Habibie membuat banyak orang tbaper karena kesetiaan dan cinta yang diajarkannya. Adakah cinta sejati itu? Begini cara pandang sains.

Cinta Sejati Habibie dan Ainun dari Sudut Pandang Sains
TribunStyle.com/ Kolase/ Berbagai Sumber
Foto pernikahan BJ Habibie dan Ainun serta ekspresi kesedihan BJ Habibie di pusara almarhumah Ainun. 

TRIBUNNEWS.COM – Kepergian BJ Habibie membuat banyak orang terbawa perasaan (baper) karena kesetiaan dan cinta yang diajarkannya. Adakah cinta sejati itu? Begini cara pandang sains

“Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu, Karena aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu. Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi. Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.”

Rentetan kalimat menyayat hati tersebut adalah penggalan puisi dari almarhum BJ Habibie untuk mendiang istrinya, Ainun.

Cinta, sebegitu kuatnya, hingga bisa mengantar kita ke dalam kehidupan baru atau bahkan merenggut kebahagiaan.

Tak terhingga jumlah lagu, buku, puisi, dan karir yang mencoba untuk merepresentasi rasa cinta.

Rangkaian prosesi pemakaman BJ Habibie digelar Kamis (12/9/2019) siang ini pukul 14.00 WIB, orang pertama yang turunkan jenazah hingga dimakamkan di samping Ainun.
Rangkaian prosesi pemakaman BJ Habibie digelar Kamis (12/9/2019) siang ini pukul 14.00 WIB, orang pertama yang turunkan jenazah hingga dimakamkan di samping Ainun. (KOMPAS.com/TOTOK WIJAYANTO)

Namun dari kaca mata ilmu pengetahuan, apa yang dimaksud dengan rasa cinta, terutama cinta sejati?

Ahli saraf Gabija Toleikyte dan antropolog biologi Helen Fisher menjelaskan hal tersebut.

Dikutip dari Wired, kedua ilmuwan ini setuju bahwa cinta sejati tidak bisa dikontrol.

Istilahnya, tak ada tombol on atau off untuk 'menyalakan' rasa cinta.

“Benak kita menyimpan informasi 10 kali lebih banyak dibanding otak secara rasional. Jadi ketika kita jatuh cinta kepada seseorang, kita merasakan itu adalah suatu hal yang luar biasa.
Padahal di saat bersamaan, otak kita bekerja sangat kuat untuk menghasilkan perasaan tersebut,” tutur Gabija.

Halaman
123
Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved