BPPT Kembangkan Riset Enzim dan Biopestisida Lewat Program Laboratorium Bersama

Kerja sama BPPT Zhejiang University ini fokus pada pengembangan produk biopestisida untuk tanaman kelapa sawit.

DOK. BPPT
Kepala BPPT Hammam Riza saat mengunjungi Laboratium Bersama hasil kerjasama dengan Zhejiang University, Hangzhou, Tiongkok, Jumat (27/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, HANGZHOU - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melanjutkan jalinan kerja sama 'Joint Lab on Biotechnology' dengan Zhejiang University, Tiongkok, yang sudah dirintis sejak beberapa tahun lalu.

Deputi Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB) BPPT Soni Solistia Wirawan menyatakan tersebut saat mendampingi Kepala BPPT Hammam Riza saat mengunjungi kampus Zhejiang University.

Ia mengatakan program 'joint lab' akan berakhir pada 2020. Dia berharap kolaborasi tersebut berdampak positif pada masyarakat Indonesia dan Tiongkok dan mendapatkan apresiasi dari pemerintah kedua negara.

"Program joint lab ini akan selesai tahun depan, sehingga saya berharap kerjasama ini dapat difokuskan dan memberikan dampak besar bagi masyarakat kita. Sehingga kedua pemerintah dapat melihat dan merasakan manfaat dari kolaborasi ini," ujar Soni di Zhejiang University, Hangzhou, Tiongkok, Jumat (27/9/2019).

Baca: Fahri Hamzah: Dulu Mendemo DPR, Kini Didemo Mahasiswa, Begini Penuturannya. . .

Kerja sama antara BPPT dan Zhejiang University untuk 'Joint Lab on Biotechnology' ditandatangani di Hangzhou, pada 23 April 2019 yang diwujudkan lewat 'joint research dan technology transfer' yang melibatkan kemitraan dengan industri terkait dari kedua negara.

Baca: Hari Ini BEM Seluruh Indonesia Siapkan Demo Akbar Tolak Revisi UU KPK

Direktur Pusat Teknologi Bioindustri BPPT, Asep Riswoko menyampaikan, kerja sama ini fokus pada pengembangan produk biopestisida untuk tanaman kelapa sawit.

Baca: Pernyataan Politik Permadi Dikritik, Dituding Adu Domba TNI untuk Gagalkan Pelantikan Presiden

Selain itu, riset ini juga mengembangkan teknologi formulasi sistem pelepasan obat (drug delivery system) Curcumin, sebagai agen hepatprotector serta pengembangan teknologi produksi ekstrak terstandar Dragon blood.

"Sedangkan untuk pengembangan produk enzim, difokuskan pada transfer teknologi produksi enzim Phytase untuk pengaplikasian pada industri pakan," kata Asep.

Agar hasil kerja sama ini optimal, dilakukan pelatihan di laboratorium maupun industri.

"Ke depannya, diharapkan dengan keterlibatan mitra industri kedua negara, akan mampu mendukung semangat hilirisasi atas hasil kajian teknologi (joint research) yang telah dilakukan BPPT dan Zhejiang University selama ini," kata Asep.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved