Ini Bahayanya Jika Melihat Gerhana Matahari Secara Langsung
Melansir dari Kompas.com, 7 Maret 2016, matahari saat gerhana bisa lebih nyaman dilihat karena seolah meredup.
Bagian pengatur cahaya yang masuk ke mata dengan cara mengatur lebar bukaan atau iris, bekerja dengan mengukur cahaya keseluruhan di lingkungan sekitar.
Jadi, saat memandang gerhana yang diselimuti langit gelap, pupil mata justru melebar sehingga jumlah cahaya yang masuk dan terfokus di retina meningkat.
Padahal, intensitas cahaya di bagian matahari yang tidak tertutup bulan sewaktu gerhana sama dengan waktu-waktu biasa.
Cahaya kuat dari matahari pun bebas melenggang masuk ke mata tanpa bisa dicegah, dan mulai merusak retina.
Bagi anak-anak, risiko mengalami kerusakan retina lebih tinggi dibandingkan dengan orang dewasa.
Selain itu, kerusakan mata secara permanen belum ada pengobatannya.
Gelaja retinopati surya
Proses ini berlangsung tanpa rasa sakit sehingga kerap membuat orang tak sadar matanya mulai rusak.
Tanda-tanda sudah terserang retinopati surya adalah penglihatan menjadi kabur atau buram, tidak bisa melihat benda dengan jelas.
Kemudian, tidak bisa melihat garis lurus, melihatnya menjadi garis miring.
Namun gejala tersebut biasanya tidak langsung muncul setelah melihat matahari.
Gejala baru muncul setelah 4 hingga 6 jam, bahkan baru muncul 12 jam setelah melihat gerhana matahari.
Kerusakan juga tidak menyebabkan rasa sakit pada mata, tapi malah terasa sakit kepala karena kerusakan itu.
Cara aman melihat gerhana matahari
Meski tidak bisa diamati dengan mata telanjang, gerhana matahari masih bisa dilihat dengan sejumlah cara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/gerhana-matahari-cincin_3.jpg)