Gandeng Volocopter, Grab Bakal Hadirkan Layanan Taksi Udara?

Volocopter sendiri menargetkan helikopter listrik ini bisa mulai melakukan penerbangan komersial, pada 2022.

Gandeng Volocopter, Grab Bakal Hadirkan Layanan Taksi Udara?
volocopter.com
Menggandeng startup asal Jerman Volocopter, Grab akan uji coba taksi udara di Asia Tenggara. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menggandeng startup asal Jerman Volocopter, Grab akan uji coba taksi udara di Asia Tenggara.

Mengutip dari laman situs The Verge pada Senin (24/2/2020), Volocopter sendiri telah mendemonstrasikan helikopter listriknya di Singapura pada September 2019.

Volocopter sendiri menargetkan helikopter listrik ini bisa mulai melakukan penerbangan komersial, pada 2022.

Grab sendiri telah mengkaji pasar taksi udara di regional. Bahkan, Grab dan Volocopter sedang mempelajari rute yang paling cocok, untuk layanan taksi udara.

Baca: Sensus Penduduk 2020 Dilaksanakan secara Online dan Offline, Berikut Cara dan Tahapannya

Baca: Beberapa Pakar Sebut Harry dan Meghan Marah pada Istana karena Kehilangan Brand Sussex Royal

"Kolaborasi ini dapat memiliki potensi kerja sama yang jauh lebih besar, yang dapat memperluas mobilitas antarmoda khusunya di udara," ucap CEO Volocopter Florian Reuter, dikutip dari The Verge.

Menurut CEO Grab Ventures, Chirs Yeo, menyampaikan kerja sama ini dapat menjadi solusi mobilitas udara di perkotaan.

Dengan begitu Mereka bisa bisa dapat memutuskan pilihan perjalanan, berdasarkan anggaran ataupun kendala waktu.

Helikopter listrik yang dikembangkan sejak 2011 oleh Volocopter ini ternyata sudah melakukan serangkaian uji coba terbang, melewati Dubai, Helsinki, Las Vegas, dan Stuttgart.

Menurut Voloport, helikopter listrik ini akan memiliki landasan yang bernama VoloPort. Nantinya penumpang dapat terbang, dari satu VoloPort ke VoloPort lainnya.

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved